Tak Ada Kemarau Musim Rambutan Hilang

Posted on Januari 5, 2011 oleh

7


2010 adalah tahun di mana sebagian besar wilayah Indonesia tidak mengalami musim kemarau. Hujan turun sepanjang tahun. Akibat dari hal tersebut, buah-buahan yang seharusnya berbunga pada akhir musim kemarau pun tidak berbunga.

Entah Kawan-Kawan memperhatikan atau tidak, setiap bulan Desember banyak penjual rambutan di pinggir jalan. Akan tetapi, Desember 2010 tidak terlihat penjual rambutan yang menunggu pembeli. Musim rambutan 2010 telah hilang.

Saya tahu persis bahwa pohon rambutan berbunga pada sekitar akhir musim kemarau karena memiliki pohon rambutan di kampung. Rambutan sudah sebagian besar masak pada bulan Desember atau Januari, saat biasanya musim hujan mencapai puncaknya. Pohon rambutan saya di kampung termasuk yang terlambat berbunga. Mereka berbunga pada awal musim hujan sehingga sekitar bulan Maret buahnya baru masak.

Kini satu musim rambutan telah hilang karena tidak ada musim kemarau pada tahun 2010. Mungkinkah ketiadaan musim kemarau itu akibat terjadinya perubahan iklim yang disebabkan oleh pemanasan global? Apabila benar, mudah-mudahan tahun 2011 dan seterusnya kita memiliki kembali musim hujan dan musim kemarau. Musim hujan sepanjang tahun tidak saja menghilangkan satu musim rambutan tetapi juga mengancam persediaan pangan kita karena banyak tanaman padi gagal panen akibat banjir. Produksi cabai mencapai titik paling rendah sehingga harga cabai lebih mahal daripada harga daging sapi. Belum lagi terjadinya cuaca ekstrim seperti musim dingin ekstrim di Eropa dan keanehan musim seperti turunnya salju di Australia padahal seharusnya di belahan bumi selatan sedang musim panas.

Saya mengharapkan musim kemarau kembali hadir mulai 2011 tetapi saya tidak mengharapkan peristiwa yang berkebalikan dengan 2010 yaitu kemarau sepanjang tahun. Saya tidak dapat membayangkan kekeringan dan paceklik yang akan terjadi apabila alam mengganjar kita dengan musim kemarau sepanjang tahun. Kemarau panjang 6 bulan saja sudah membuat kita kesulitan air, apalagi kemarau 12 bulan. Sungguh mengerikan.

Oleh karena itu, marilah kita bersama mengembalikan keseimbangan alam. Pemanasan global harus dihentikan dengan penanaman kembali pepohonan di atas bumi kita. Tentu gerakan ini harus dilakukan secara global, tidak hanya dilakukan di Indonesia agar berhasil menghentikan laju pemanasan global. Mudah-mudahan umat manusia di permukaan bumi yang lain menyadari hal tersebut dan mau bersama-sama dengan kita menghijaukan kembali planet kita tercinta ini. Amin.

Posted in: Nasional, Utama