Mengungsi Ke Atau Mengungsi Di? Mari Kita Berbahasa Indonesia Yang Benar

Posted on November 8, 2010 oleh

3


Setelah kiriman saya mengenai “berkunjung ke atau berkunjung di” dan “tolok ukur atau tolak ukur”, kali ini saya ingin menyoroti penggunaan gabungan kata “mengungsi di”. Menurut saya, penggunaan kata “mengungsi di” adalah tidak benar.

Saya bukan pakar bahasa. Saya hanya menggunakan logika saja. Mengungsi adalah kegiatan yang di dalamnya terkandung makna berpindah tempat. Oleh karena itu, seharusnya kata depan yang dipergunakan untuk mengikuti kata mengungsi adalah kata depan ke, bukan di sehingga penggunaan yang benar adalah “mengungsi ke”, bukan mengungsi di.

Sekali lagi, saya bukan ahli bahasa. Saya hanya pengguna biasa Bahasa Indonesia. Apabila ada ahli Bahasa Indonesia atau minimal lulusan Jurusan Bahasa Indonesia dari Fakultas Sastra, silakan berikan tanggapan terhadap hal tersebut.

Penggunaan kata “mengungsi di” juga sangat memprihatinkan. Apabila dicari di Google dengan kata kunci “mengungsi di” maka pada saat kiriman ini saya buat terdapat hasil pencarian sebanyak 104.000. Sedangkan, “mengungsi ke” menghasilkan 213.000 hasil pencarian. Banyak sekali pengguna “mengungsi di” di internet.

Di bawah ini adalah tangkapan layar atas halaman pertama hasil pencarian Google untuk “mengungsi di”:

Kita lihat di sana untuk situs berita seperti Okezone.com, Republika Online, Tempo Interaktif, Detik News, Vivanews dan Liputan6.com menggunakan kata “mengungsi di”. Memprihatinkan bukan?

Sedangkan, untuk tangkapan layar halaman pertama hasil pencarian Google untuk “mengungsi ke” adalah sebagai berikut:

Lucunya, Detik News, Okezone.com, Liputan6.com dan Republika Online juga menggunakan kata “mengungsi ke”. Mungkin redaktur situs-situs berita itu masih bingung untuk menggunakan kata ganti yang mana, ke atau di. Saya sih sudah yakin akan menggunakan kata depan ke untuk saya gabungkan dengan kata mengungsi.

Bagaimana dengan Anda?

Posted in: Bahasa Indonesia