Renungan 65 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia

Posted on Agustus 16, 2010 oleh

0


Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun ini bertepatan dengan Bulan Suci Ramadhan. Beberapa kalangan menyebutkan bahwa peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan tahun ini kurang semarak karena hal tersebut. Menurut saya, puasa atau tidak puasa, HUT Kemerdekaan ini tetap harus kita peringati dengan semarak. Pertanda pesta seperti umbul-umbul, spanduk maupun bendera tetap harus kita pasang sebagai wujud perasaan suka cita kita akan kemerdekaan yang telah dipersembahkan oleh para pejuang kita. Apakah kita lupa bahwa Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 juga dilaksanakan pada bulan puasa? Seingat saya hari itu bertepatan dengan tanggal 9 Ramadhan. Tahunnya terus terang saya lupa.

Bulan puasa tidak perlu menjadi alasan bagi kita untuk tidak menyemarakkan ulang tahun kemerdekaan negara kita karena kemerdekaan merupakan nikmat yang tiada tara. Kemerdekaan yang kita maknai sebagai kebebasan untuk menentukan nasib kita sendiri harus kita syukuri. Apabila pendahulu kita memproklamirkan kemerdekaan di bulan puasa, apa keberatan kita untuk memperingati ulang tahun kemerdekaan di bulan puasa?

Saya setuju bahwa ketenangan kaum muslim dalam berpuasa perlu dijaga. Saya juga setuju bahwa kegiatan malam puncak peringatan HUT kemerdekaan yang biasanya diisi dengan pentas seni dan hiburan dilaksanakan di luar bulan puasa. Itu pula yang kami lakukan di lingkungan kecil di RW07 Desa Ciakar, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang. Kegiatan-kegiatan perlombaan sudah kami laksanakan di bulan Juni dan Juli. Malam puncak peringatan HUT kemerdekaan akan kami laksanakan selepas lebaran. Akan tetapi, lingkungan kami tetap semarak dengan warna-warni merah putih. Malam renungan kemerdekaan tetap ada. Upacara Bendera pun akan dilaksanakan. Kita dapat menyiasati keadaan untuk tetap berpesta merayakan kemerdekaan.

Apa yang kita rasakan bersama sebagai warga negara ini pada saat ini memang masih jauh dari yang kita harapkan. Penghisap darah kita melalui korupsi belum dapat kita berantas. Hukum yang tak berpihak belum juga tegak. Kesejahteraan ekonomi hanya milik sebagian dari kita. Harga kebutuhan pokok terus meningkat tanpa keberpihakan pemerintah kepada kita. Akan tetapi, kemerdekaan tetap harus kita syukuri. Sedangkan, pemimpin kita yang tidak amanat, sudah seharusnya kita tidak pilih mereka kembali.

Merdeka!

Posted in: Nasional