Terima Duitnya Nggak Seberapa, Sengsaranya Selama Lima Tahun

Posted on Januari 3, 2009 oleh

1


Pemilu merupakan alat demokrasi di mana pada saat itu rakyat berkuasa penuh untuk memilih wakil-wakilnya yang akan duduk sebagai anggota dewan. Rakyat memiliki kuasa untuk menghukum politisi yang tidak amanah dan telah berulangkali tidak membawakan aspirasi rakyat setelah terpilih menjadi anggota dewan.

Calon anggota dewan yang setelah berhasil mendapatkan kursi dewannya lupa kepada konstituen jumlahnya cukup banyak. Akan tetapi, setiap kali pemilu, anggota dewan seperti itu tetap berhasil mendapatkan kursinya lagi. Tentu saja, rakyat sendirilah yang telah memilih anggota dewan itu untuk kembali duduk mewakili rakyat karena rakyatlah yang memilih dalam pemilu.

Memang, pada pemilu yang sudah-sudah rakyat tidak dapat menentukan sendiri calon yang akan didudukkan sebagai anggota dewan. Partailah yang punya wewenang untuk menentukan orang yang akan didudukkan sebagai anggota dewan melalui nomor peci. Akan tetapi, tetap rakyat sendiri yang secara tidak langsung memberikan kursi kepada anggota dewan tersebut dengan memilih partai tempat calon anggota dewan tersebut bernaung.

Di masa lalu, rakyat pergi ke TPS bukan karena kesadaran akan haknya untuk memilih wakil rakyat melainkan karena ada calon anggota dewan yang membagi-bagikan uang atau sembako. Rakyat pergi ke TPS untuk memilih partai yang calon anggota dewannya membagi-bagikan uang atau sembako. Dengan cara seperti itu, suara rakyat telah dibeli oleh calon anggota dewan atau partai.

Kini, dengan penentuan kursi DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten dengan suara terbanyak, sudah seharusnya rakyat tidak lagi silau dengan sejumlah uang atau sembako yang telah dibagikan oleh calon anggota dewan. Apabila rakyat tetap melakukan rutinitas memilih seperti pada masa lalu, yaitu pergi ke TPS untuk memilih calon anggota dewan yang sudah memberi sejumlah uang atau sembako, maka secara tidak sadar rakyat telah mengulang pengalaman buruk di masa lalu. Terima uangnya atau sembakonya hanya sekali tetapi sengsara yang diderita akan berlangsung selama lima tahun.

Hentikan praktek seperti itu sekarang juga. Pada pemilu 5 April 2009 nanti, datanglah ke TPS dengan penuh kesadaran akan hak untuk memilih para wakil rakyat yang akan menjadi wakil selama lima tahun. Pilihlah calon-calon anggota dewan yang bersih, bukan calon anggota dewan yang telah berulangkali mengkhianati kepercayaan rakyat dengan melupakan rakyat setelah menjadi anggota dewan. Selain itu, pilihlah calon anggota dewan dari partai yang tidak pernah mengkhianati rakyat melalui tindakan korupsi yang merugikan rakyat. Percayalah, banyak calon anggota dewan dan partai pada pemilu 2009 nanti yang merupakan calon anggota dewan yang amanah dan partai yang benar-benar memihak rakyat.

Apabila rakyat kembali memilih wakil rakyat atau partai yang terbukti tidak memperjuangkan aspirasi rakyat maka jangan mengeluh apabila dalam jangka waktu lima tahun setelah pemilu nanti banyak kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak memihak rakyat yang disetujui oleh para wakil rakyat.

Pada 9 April 2009 nanti, datanglah ke TPS dengan kesadaran dan pilihlah calon anggota dewan yang amanah. Bukan calon yang akan membeli suara rakyat. Karena apabila suara rakyat sudah terbeli, artinya rakyat sudah tidak berhak lagi menitipkan aspirasi.

Dilihat 1186 kali dan 354 hari ini

Posted in: Bangun Banten