Kembalikan Kedaulatan Udara RI di Sekitar Singapura

Posted on Desember 24, 2008 oleh

1


Sudah lama saya ingin menulis mengenai hal ini. Akan tetapi, karena kesibukan, saya belum sempat mengumpulkan referensi. Alhamdulillah, melalui situs TANDEF, kolega saya telah menuliskan hal ini pada artikel berjudul Menggugat Penguasaan Eksklusif Wilayah Udara Indonesia oleh Singapura di MTA1 dan MTA2.

MTA kependekan dari Military Training Area. MTA ini digunakan oleh Singapura untuk mengadakan latihan tempur angkatan udaranya di atas wilayah udara Indonesiai. MTA-1 dipatok dari sebelah barat daya Singapura hingga wilayah Tanjung Pinang, Riau. Di sebelah timur, MTA-2 membentang dari sisi timur Singapura hingga Kepulauan Natuna. MTA1 dan MTA2 merupakan hasil perjanjian pertahanan antara RI dan Singapura berupa Agreement between the Government of the Republic of Indonesia and the Government of the Republic of Singapore on Military Training in Areas 1 and 2 yang ditandatangani pada tanggal 21 September 1995 oleh Jenderal TNI (Purn) Edi Sudradjat (Menhankam RI pada waktu itu) dan Dr.Tony Tan (Menhan Singapura pada waktu itu). Agreement ini disahkan pula oleh Kepres No 8/1996.

Pasal 5 perjanjian tersebut menyebutkan bahwa masa berlaku perjanjian habis pada 2001 apabila tidak dilakukan perpanjangan atau pembaruan perjanjian. Sayangnya, sepertinya Pemerintah RI melalui Menteri Pertahanan tidak melakukan kontrol atas perjanjian tersebut sehingga sampai saat ini Singapura masih menggunakan MTA1 dan MTA2. Singapura tidak segan-segan mengusir dan menghalau pesawat udara kita yang melintas di atas wilatah tersebut.

Sebagai warga negara, saya meminta kepada Menteri Pertahanan RI untuk segera mengirimkan pemberitahuan kepada Singapura bahwa perjanjian MTA1 dan MTA2 telah berakhir pada tahun 2001 dan meminta Singapura tidak lagi menggunakan wilayah udara tersebut untuk menerbangkan pesawat-pesawat tempurnya. Saya juga meminta kepada Komisi I DPR RI untuk mengingatkan Menteri Pertahanan agar segera mengambil tindakan terhadap masalah ini. Kedaulatan bangsa tidak dapat ditawar-tawar lagi. Karena masa berlaku perjanjian sudah selesai, sudah seharusnya Singapura secara otomatis menghentikan penggunaan wilayah udara di MTA1 dan MTA2. Nyatanya, mereka masih menggunakan wilayah udara tersebut seakan-akan wilayah udaranya sendiri.

Posted in: Nasional