Singapura Yang Bebal, Indonesia Yang Lemah

Posted on Desember 11, 2008 oleh

0


Australia, negara tetangga kita di tenggara yang merupakan sekutu Barat, ternyata memiliki komitmen persahabatan yang tinggi. Negara kanguru itu memiliki goodwill dalam hal ekstradiksi. Kabar teranyar yang kita peroleh adalah tertangkapnya Adrian Kiki, tepidana kasus korupsi BLBI, di Australia. Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda mengatakan bahwa pemerintah Australia memberikan jaminan untuk mengekstradiksi terpidana kasus pengemplangan dana bantuan likuiditas Bank Indonesia (BLBI) tersebut. (Media Indonesia).

Australia yang merupakan negara Barat walaupun berada di Selatan, memberikan sikap yang berkebalikan daripada Singapura, tetangga kita sesama anggota ASEAN. Singapura, negara pulau yang tidak demokratis, sangat tidak memiliki kemauan baik untuk melakukan perjanjian ekstradiksi dengan Indonesia. Negara itu, yang konon negara bersih, merupakan tempat bercokol paling aman buat para kriminal pengkorupsi uang rakyat Indonesia. Siapa pun yang korupsi kemudian membawa uangnya masuk Singapura pasti akan aman berada di sana karena Singapura menutup mata terhadap asal muasal uang yang dimiliki seseorang. Asalkan itu uang, darimana pun asalnya, akan diterima oleh Singapura dengan sangat gembira. Uang hasil korupsi yang merugikan negara dan rakyat sekali pun, asal bukan negara dan rakyat Singapura, akan diterima dengan bahagia.

Kali terakhir, Singapura mau melakukan perjanjian ekstradiksi dengan syarat perjanjian pertahanan yang sangat merugikan Indonesia. Syukurlah berbagai kalangan termasuk DPR menolak rancangan perjanjian pertahanan tersebut. Kita ini negara besar, tidak sepantasnya disetir oleh the red dot on the map itu.

Singapura bebal. Saya yakin pemerintah negara kecil itu tahu bahwa banyak koruptor bercokol di wilayahnya. Akan tetapi, sekali lagi, karena koruptor itu bersembunyi sambil membawa uangnya, Singapura melindungi mereka. Sungguh bebal. Kita sudah berusaha sejak dulu untuk mengajak Singapura membuat perjanjian ekstradiksi tetapi negara itu tidak mau. Ekstradiksi dikompensasi dengan ekstradiksi, itu yang betul. Ekstradiksi dikompensasi dengan pertahanan, itu namanya ngawur.

Apabila Singapura bebal, maka Indonesia lemah. Menghadapi negara kecil itu saja tidak berkutik. Padahal, negara kecil itu banyak mengambil keuntungan dari kita. Pertama, warga kita banyak yang berkunjung ke sana. Warga Jakarta yang pergi ke Singapura menurut saya lebih banyak daripada warga Jakarta yang pergi ke Bali. Mengapa kita tidak berani mengumandangkan larangan berkunjung ke Singapura? Kedua, banyak impor kita yang harus melewati Singapura. Hal itu membuat Singapura mendapat uang jasa dari mampirnya segala macam barang. Mengapa kita tinggal diam melihat hal seperti itu? Saya sangat kesal betapa (dalam skala yang saya ketahui) banyak impor yang harus lewat Singapura. Contoh nyata adalah barang-barang teknologi informasi dan perangkat telekomunikasi. Perangkat komputer dan peripheral bermerek seperti HP, Lenovo, Dell, dll impornya pasti melalui Singapura. Perangkat server seperti IBM, HP, Dell, dll pasti lewat Singapura dulu. Perangkat jaringan seperti Cisco, 3Com, HP, Siemens, Motorolla, Nokia, dll masuknya harus lewat Singapura. Sungguh sangat disayangkan, gara-gara barang harus lewat Singapura dulu, harga akhir dari barang-barang tersebut menjadi lebih mahal.

Indonesia besar tetapi lemah. Menghadapi Singapura saja tidak mampu. Marilah kita bangkit dan sadar akan kebesaran kita. Apa susahnya membuat peraturan yang mewajibkan semua principal produk IT untuk membuat kantor perwakilan di Indonesia dan membuat jaringan distribusi tersendiri di Indonesia, bukan subdistributor yang harus selalu melewati Singapura. Saya yakin apabila dituangkan dalam peraturan hukum, para principal produk IT itu akan mematuhi. Mereka tentu tidak mau kehilangan bisnis di Indonesia.

Dengan melarang warga Indonesia pergi ke Singapura dan selanjutnya melarang berdagang dengan Singapura, saya yakin negara kecil itu akan mendapat ganjaran yang setimpal atas kelakuannya yang congkak tidak mau mengekstradiksi koruptor yang bersembunyi di wilayahnya. Negara kita tidak akan rugi tidak berdagang dengan Singapura. Kita negara yang sangat luas dan memiliki komoditas apa pun. Mengapa harus takut melarang berdagang negara kecil itu? Toh, persahabatan yang ditunjukkan Singapura terhadap kita tidak sungguh-sungguh. Australia yang sering bersikap pedas kepada kita ternyata lebih bersahabat daripada Singapura. Lalu, apa kita akan tetap lemah terhadapnya?

Posted in: Internasional