Untuk Atasi Kelangkaan Pupuk Produksi dan Distribusi Pupuk Harus Dikuasai Negara

Posted on November 27, 2008 oleh

0


Apa yang tidak langka di Indonesia? Saya mengamati selama ini bahwa kelangkaan suatu komoditas di Indonesia ini pasti ada gilirannya. Daerah pernah mengalami kelangkaan semen sehingga harga semen melambung tinggi. Bensin premium sering langka. Minyak goreng pernah langka. Minyak tanah langganannya langka. Kali ini, di negara yang mayoritas penduduknya masih bertani, pupuk pun langka. Negara ini macam tidak mengerti manajemen saja. Semuanya hanya bisa memberikan reaksi ketika segala kelangkaan sudah terjadi.

Mengingat pentingnya pupuk dalam usaha menjaga ketahanan pangan, saya hanya ingin mengingatkan amanat konstitusi kita bahwa cabang-cabang produksi yang penting dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. Saya hanya akan mengingatkan kita semua mengenai hal tersebut. Kaitannya dengan pupuk, saya menyatakan agar produksi dan distribusi pupuk dikuasai oleh negara.

Mengapa negara?

Produksi pupuk selama ini memang dikuasai oleh negara melalui BUMN seperti Pupuk Sriwijaya. Akan tetapi, distribusinya dilakukan oleh swasta. Saya kira, pangkal kelangkaan komoditas terjadi dalam dua fase yaitu produksi dan distribusi. Kelangkaan minyak goreng pertengahan tahun lalu terjadi karena minyak sawit dilempar semua ke pasar internasional. Fase produksi yang membuat minyak goreng langka. Begitu pun dengan BBM, hampir semua penyebab kelangkaannya terjadi di sisi produsen (Pertamina) dengan segala permasalahannya. Sedangkan, pada saat kelangkaan pupuk terjadi, kesalahan langsung ditimpakan kepada distributor dan pengecer. Namun, ternyata dari surat kabar kita juga membaca bahwa pupuk masih menumpuk di gudang Pusri. Permainan apa ini yang sedang dimainkan?

Sejak Oktober lalu kita sudah masuk musim tanam padi. Pada masa awal, pupuk urea benar-benar sangat dibutuhkan oleh petani agar tanaman padi yang ditanam dapat tumbuh subur dan diharapkan dapat memberi panen yang baik. Terlambat memberi pupuk pada saat awal akan mengakibatkan tanaman padi terganggu pertumbuhannya dan dapat mengurangi potensi hasil panen. Apapun permainan yang sedang dimainkan, kita harus waspada. Bisa saja ini merupakan sabotase untuk memperburuk citra pemerintah yang sedang berkuasa karena sebentar lagi kita akan pemilu. Tentu saja, tidak seorang pun boleh membiarkan usaha-usaha yang dapat mengganggu ketahanan pangan demi kepentingan politik sesaat.

Rekomendasi

Sekali lagi saya ingin mengingatkan bahwa cabang-cabang produksi yang penting dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. Dikuasai itu bukan berarti negara cukup menguasai mayoritas saham seperti kata para pengobral BUMN. Menguasai ya menguasai, memiliki 100 prosen saham, menguasai bahan mentahnya apabila tersedia di dalam negeri, dan menguasai distribusinya. Mungkin saja ada yang mengatakan bahwa hal itu menunjukkan bahwa kita ini fasis. Fasis tidak apa-apa yang penting semuanya teratur, pupuk selalu tersedia pada saat dibutuhkan. Tidak seperti saat ini, ketika negara tidak menguasai, semua hal hanya menunggu giliran untuk jadi langka.

Posted in: Nasional