Wetiga, Kantor 3D dan Kebetulan-Kebetulan

Posted on November 21, 2008 oleh

5


Kemarin malam, selepas dari kantor dan ke pusat produksi kartu tanda anggota (KTA) partai, saya meluncur ke angkringan Wetiga untuk mengambil tiket Pesta Blogger 2008. Berdasarkan informasi yang ada di sini, saya dengan mudah menemukan markas DagDigDug dan Wetiga.

Sampai di Wetiga, saat mau parkir saya lihat ada Om Edy. Entah mengenali Avanza hitam — mobil kantor yang sering saya pakai — atau sekedar ingin melongok siapa yang datang, Om Edy memandang ke arah saya. Saya buka jendela depan kiri dan melambaikan tangan. Om Edy lalu berdiri dan bergerak mendekati saya. “Saya parkir dulu deh,” kata saya.

Alhamdulillah, ternyata di sana ada Kang Hedi, Mbak Ira, Ade, dan Ndorokakung. Yang lainnya adalah gerombolan Om Edy dari RSA. Saya langsung bergabung dengan kerumunan meja Om Edy, Mbak Ira dan Ade. Ternyata nggak rugi saya meluncur ke Wetiga. Ada kembang Palembang di sana. Seperti bloger lain yang baru ketemu sekali, nggak ada rasa kaku, para bloger bisa langsung akrab. Mungkin karena kimianya sudah sama sehingga nggak perlu pakai menunjukkan aksi canggung.

Di dalam markas DagDigDug kemungkinan masih banyak bloger kondang yang sedang sibuk menyiapkan acara perhelatan akbar tahunan. Sultan yang tersesat di Jakarta pun keluar masuk dari kantor DagDigDug ke Wetiga. Sebagai kawulo, saya hanya bisa menyalami dia.

Tidak lama, hadir bloger lain yang pad mau ambil tiket PB2008. Saya tidak hafal satu per satu tetapi yang sempat saya rekam adalah Mas Riyogarta beserta istri. Lalu sekitar pukul 21 hadir Kang Tutur. Juragan Wetiga pun hadirnya sekitaran itu juga.

Kang Tutur bergabung dengan kerumunan kami (Om Edy, Mbak Ira, Ade dan saya). Kami ngobrol ngalor-ngidul sementara Ade sibuk merayu Mbak Ira supaya mau dianterin ke tempatnya menginap (hehehe, yang ini fitnah saya saja). Laptop Ade dipakai Om Edy sehingga Ade membajak laptop Mbak Ira. Saking kurang ajarnya, email, PM, dll dibukain oleh Ade. Asli, yang terakhir ini juga fitnah saya saja. Nggak rame kalau nggak pake fitnah, hahaha…

Sesuai janji pribadi saya dengan Ade, pukul 22 kami bubaran. Walaupun tanpa merayu, akhirnya saya yang berhasil dipilih Mbak Ira untuk mengantarnya ke Wisma PKBI. Sayang jaraknya hanya sekedipan mata dari Wetiga sehingga saya malah nggak sempat merayu Mbak Ira sama sekali. Masih untung Ade kalau begitu.

Sampai jumpa di PB2008, mudah-mudahan tidak ada halangan.

Technorati Tags:
Posted in: Blogging, silaturahim