Mayoritas responden enggan pilih JK

Posted on November 20, 2008 oleh

5


Riset oleh Lembaga Riset Informasi menyatakan mayoritas responden tidak akan memilih JK sebagai capres. JK memang populer tetapi responden tidak akan memilihnya untuk menjadi capres.

Sebagai kader Partai GERINDRA, saya memandang hasil riset LRI ini sebagai kesempatan bagi Partai GERINDRA untuk terus memperkuat posisi Prabowo Subianto di dalam bursa pencalonan presiden. Saya sendiri dalam kegiatan sosialisasi banyak menemukan fakta bahwa hambatan bagi Prabowo Subianto hampir tidak ada. Rakyat melihatnya sebagai figur yang nasionalis, kuat dan dekat dengan rakyat.

Yang perlu dilakukan oleh para kader Partai GERINDRA adalah memperbanyak komunikasi dengan masyarakat untuk semakin menyosialisasikan figur Prabowo Subianto. Apabila masih merasa kesulitan untuk menjual diri sendiri, tidak ada salahnya menjual Prabowo Subianto di hadapan masyarakat.

Mayoritas responden enggan pilih JK

oleh : John Andhi Oktaveri

JAKARTA (bisnis.com): Kendati popularitas Wapres Jusuf Kalla tinggi untuk calon presiden 2009-2014, sebagian besar masyarakat enggan memilih ketua umum Partai Golkar ini karena latar belakangnya sebagai saudagar.

“Banyak yang tahu JK, tapi ketika ditanya apakah akan memilih JK sebagai capres 2009, banyak yang menjawab tidak,” kata Presiden Lembaga Riset Informasi (LRI) Johan Silalahi mengacu pada hasil hasil survei LRI terhadap 1.500 responden di 33 provinsi.

Bahkan Johan menyatakan tingkat keterpilihan Kalla pada pemilu 2009 terus merosot sejak dua tahun terakhir. “Kalla terlihat terlalu menonjolkan ikatan saudagar di sejumlah daerah di samping menunjukkan jiwa pedagangnya sehingga rakyat kecil justru merasa jauh dengan Kalla.”

Padahal, menurut dia, jumlah pemilih yang berasal dari rakyat kecil jauh lebih besar dibanding para saudagar. Selain itu merosotnya elektibilitas Kalla dikarenakan masyarakat tidak puas dengan kinerja pemerintahan saat ini, apalagi rezim SBY-JK sudah tiga kali menaikkan harga BBM.

Selain citranya anjlok sebagai capres, Kalla juga sulit untuk maju sebagai cawapres, menurut hasil survei tersebut. Bahkan, Kalla menempati posisi ke empat, jauh di bawah Ketua MPR Hidayat Nurwahid, Gubernur Yogyakarta Sri Sultan, dan Wiranto.

“Jumlah responden yang memilih JK sebagai cawapres hanya 3%-7% dari sekitar 1.500 responden. Selama dua tahun, seluruh polling kami menunjukan citra JK terus merosot,” katanya.

Untuk itu, LRI menyarankan agar Golkar tidak lagi mengusung Kalla sebagai calon presiden 2009 karena seluruh survei yang pernah digelar lembaga riset tidak pernah menempatkan JK pada posisi teratas. (tw)

Sumber: Bisnis.Com

Posted in: Pemilu 2009