Pada tahun 1994 yang lalu — setahun setelah lulus SMA — saya menulis sebuah sajak yang berjudul "Beri Kami Kebebasan". Saat itu, saya sudah kecewa pada keadaan negeri ini. Kekecewaan yang sampai kini belum juga terobati. Empat hari ini, dimulai dari 30 Maret 2008 sampai 2 April 2008 saya membagi kegelisahan saya pada tahun 1994… [Read more…]
Kepada Pak Tua seharusnya sinar matahari engkau bagi dengan anak-anak muda yang sejak lahirnya telah engkau payungi dengan perisai kharisma atau ketakutan semata sebaiknya kepada mereka kau buka daun jendela malam agar terlihat purnama penuh dengan korona memancar pamor kekuatan dan kekuasaan atas sebuah negeri yang siap kau wariskan istirahatlah dengan damai di bukit-bukit hijau… [Read more…]
Tak Mungkin Di Negeri Ini tak mungkin kuhirup wangi espresso kucerna lezat teppanyaki dan kuping ini dipenuhi alunan disco-jazz-blues-country atau flamenco sementara di sudut kota ada yang mencumbu bau busuk sampah dan telinganya berzina dengan serapah tapi itu hanya sirik yang belum kubuat sarkas karena aku tak berani duduk-duduk di cafe minum kopi atau berapresiasi… [Read more…]
April 2, 2008 by MAW
3