<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Moh Arif Widarto &#187; novel</title>
	<atom:link href="http://moharifwidarto.wordpress.com/tag/novel/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://moharifwidarto.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Feb 2012 19:55:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='moharifwidarto.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Moh Arif Widarto &#187; novel</title>
		<link>http://moharifwidarto.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://moharifwidarto.wordpress.com/osd.xml" title="Moh Arif Widarto" />
	<atom:link rel='hub' href='http://moharifwidarto.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>- edensor &#8211; Hanya Sebuah Buku Harian?</title>
		<link>http://moharifwidarto.wordpress.com/2008/05/18/edensor-hanya-sebuah-buku-harian/</link>
		<comments>http://moharifwidarto.wordpress.com/2008/05/18/edensor-hanya-sebuah-buku-harian/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 May 2008 14:40:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MAW</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[sastra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://moharifwidarto.com/2008/05/edensor-hanya-sebuah-buku-harian/</guid>
		<description><![CDATA[Menyusul khatamnya Sang Pemimpi saya juga khatam membaca edensor hari ini. Namun sayang seribu sayang saya merasakan grafik kepuasan saya menurun membaca edensor ini. Lebih rendah dari Sang Pemimpi yang nilai kepuasan saya telah lebih rendah dari Laskar Pelangi. Kalau digambarkan grafik kepuasan saya menurun dari LP ke SP dilanjutkan turun lagi dari SP ke [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=moharifwidarto.wordpress.com&amp;blog=2879158&amp;post=402&amp;subd=moharifwidarto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://moharifwidarto.com/wp-content/uploads/2008/05/image10.png"><img style="border-right:0;border-top:0;border-left:0;border-bottom:0;margin:0 5px 0 0;" height="244" alt="image" src="http://moharifwidarto.com/wp-content/uploads/2008/05/image-thumb3.png" width="161" align="left" border="0"></a> Menyusul khatamnya Sang Pemimpi saya juga khatam membaca edensor hari ini. Namun sayang seribu sayang saya merasakan grafik kepuasan saya menurun membaca edensor ini. Lebih rendah dari Sang Pemimpi yang nilai kepuasan saya telah lebih rendah dari Laskar Pelangi. Kalau digambarkan grafik kepuasan saya menurun dari LP ke SP dilanjutkan turun lagi dari SP ke edensor.</p>
<p>Berbeda dengan Laskar Pelangi &#8212; terlepas dari saya merasa bodoh &#8212; membaca edensor tidak memberi sensasi rasa seperti yang diberikan oleh Laskar Pelangi. Edensor saya rasakan datar saja dan membacanya hanya berasa seperti membaca sebuah buku harian.</p>
<p><span id="more-402"></span><br />
Saya bukan kritikus sastra. Sastra bukan disiplin saya. Di sini saya hanya menyampaikan apa yang saya rasakan ketika membaca tetralogi Laskar Pelangi. Sudah tiga novel yang saya baca dan seperti yang saya nyatakan di atas, skor kepuasan saya menurun dari buku pertama ke buku kedua dan turun lagi ke buku ketiga.
</p>
<p>Saat membaca Laskar Pelangi saya memiliki ekspektasi bahwa Sang Pemimpi dan edensor akan lebih dahsyat atau paling tidak sedahsyat Laskar Pelangi. Apa boleh dikata, ternyata edensor hanya menampilkan cerita-cerita perjalanan dengan imajinasi yang menurut saya tidak setinggi Laskar Pelangi. Memang, kalau dinilai edensor lebih masuk akal daripada Laskar Pelangi. Namun, lebih masuk akal bukan berarti selalu lebih baik kan?</p>
<p>Namun, terlepas dari apa yang saya tulis di atas, saya masih menunggu Maryamah Karpov. Bukankah ini sebuah tetralogi? Sungguh tidak lucu kalau saya membaca tetralogi hanya sampai buku ketiga. Tentu saja saya mengharapkan Maryamah Karpov kembali meledakkan kepuasan saya.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/moharifwidarto.wordpress.com/402/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/moharifwidarto.wordpress.com/402/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/moharifwidarto.wordpress.com/402/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/moharifwidarto.wordpress.com/402/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/moharifwidarto.wordpress.com/402/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/moharifwidarto.wordpress.com/402/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/moharifwidarto.wordpress.com/402/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/moharifwidarto.wordpress.com/402/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/moharifwidarto.wordpress.com/402/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/moharifwidarto.wordpress.com/402/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/moharifwidarto.wordpress.com/402/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/moharifwidarto.wordpress.com/402/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/moharifwidarto.wordpress.com/402/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/moharifwidarto.wordpress.com/402/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/moharifwidarto.wordpress.com/402/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/moharifwidarto.wordpress.com/402/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=moharifwidarto.wordpress.com&amp;blog=2879158&amp;post=402&amp;subd=moharifwidarto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://moharifwidarto.wordpress.com/2008/05/18/edensor-hanya-sebuah-buku-harian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/61055a2c3f447fd8296958e21de6c0ca?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arifwidarto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://moharifwidarto.com/wp-content/uploads/2008/05/image-thumb3.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sang Pemimpi Membuat Saya Kembali Bermimpi</title>
		<link>http://moharifwidarto.wordpress.com/2008/05/17/sang-pemimpi-membuat-saya-kembali-bermimpi/</link>
		<comments>http://moharifwidarto.wordpress.com/2008/05/17/sang-pemimpi-membuat-saya-kembali-bermimpi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 May 2008 15:08:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MAW</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[sastra]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://moharifwidarto.com/2008/05/sang-pemimpi-membuat-saya-kembali-bermimpi/</guid>
		<description><![CDATA[Berbeda dengan Laskar Pelangi yang membuat saya menjadi bodoh, Sang Pemimpi sudah mampu membuat saya menjadi manusia rata-rata. Saya tidak bodoh dan tidak pintar dan keadaan itu cukuplah untuk membantu saya menikmati cerita dalam Sang Pemimpi dengan lebih baik. Cerita yang disuguhkan dalam Sang Pemimpi sangat manusiawi dan saya kira banyak contohnya yang terjadi di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=moharifwidarto.wordpress.com&amp;blog=2879158&amp;post=401&amp;subd=moharifwidarto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="border-right:0;border-top:0;border-left:0;border-bottom:0;margin:0 5px 0 0;" height="244" alt="image" src="http://moharifwidarto.com/wp-content/uploads/2008/05/image11.png" width="161" align="left" border="0"> Berbeda dengan Laskar Pelangi yang membuat saya menjadi bodoh, Sang Pemimpi sudah mampu membuat saya menjadi manusia rata-rata. Saya tidak bodoh dan tidak pintar dan keadaan itu cukuplah untuk membantu saya menikmati cerita dalam Sang Pemimpi dengan lebih baik.</p>
<p>Cerita yang disuguhkan dalam Sang Pemimpi sangat manusiawi dan saya kira banyak contohnya yang terjadi di dunia nyata. Saya kira Andrea Hirata mampu menyampaikan dengan sempurna pesan bagi pembacanya untuk berani bermimpi.</p>
<p>Sudah banyak orang yang menyampaikan bahwa pencapaian-pencapaian luar biasa yang berhasil dicatatkan oleh umat manusia berasal dari mimpi yang dibuat. Tentu kita harus memandang mimpi di sini sebagai cita-cita. Bukan mimpi yang menjadi bunga tidur kita. Andrea Hirata menyampaikan pesan untuk berani bermimpi itu dengan kemampuan bertuturnya yang apik dan dengan contoh yang sangat menggugah. Tokoh Arai yang telah menjadi yatim piatu sejak kecil justru menjadi tokoh yang mengajarkan kepada Ikal untuk terus bermimpi. Sungguh sangat membangkitkan semangat ketika Arai menasehati Ikal ketika Ikal melorot drastis rankingnya.</p>
<p>&#8220;Biar kau tahu, Kal, orang seperti kita tak punya apa-apa kecuali semangat dan mimpi-mimpi, dan kita akan bertempur habis-habisan demi mimpi-mimpi itu!!&#8221;</p>
<p><span id="more-401"></span><br />
(Satu catatan saya pada kalimat itu adalah penggunaan kau dan bukan Kau. Sepanjang yang saya ingat dalam pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, kata sapaan itu ditulis dengan huruf kapital pada huruf pertamanya. Apa sudah berubah kaidah itu?)
</p>
<p>Saya tidak heran kalau <a href="http://tancepkayon.wordpress.com">Pak Nugraha</a> berkomentar pada postingan saya tentang Laskar Pelangi bahwa istri beliau menjadi timbul lagi semangatnya untuk kembali meneruskan studinya setelah membaca Laskar Pelangi, Sang Pemimpi dan edensor (edensor baru saya baca). Dalam tingkat yang berbeda saya pun semakin mantap dengan mimpi-mimpi saya. Mimpi yang tak kalah gemerlapnya dengan keinginan untuk melanjutkan studi.</p>
<p>Sebagai perantau &#8212; walaupun tidak seperti Ikal dan Arai yang dari Belitong ke Jakarta tetapi hanya dari Sleman ke Tangerang &#8212; saya dulu pernah merasakan makan dengan uang pinjaman selama tiga bulan ketika saya sudah kehabisan uang pada saat saya harus menyelesaikan studi di Fakultas Ekonomi UPH. Tentu Sampeyan semua akan bertanya-tanya, &#8220;Bagaimana mungkin orang yang mampu kuliah di UPH bisa kehabisan uang. Bukankah mereka pasti orang mampu?&#8221; Nah, saya buka rahasia saya. Saya dulu kuliah di UPH dengan beasiswa penuh, dibayari kuliah dan diberi uang saku. Sayangnya ketika krisis moneter yang dilanjutkan krisis ekonomi moneter, pada semester ke-9 uang saku saya dicabut dan hanya uang kuliah yang diberikan. Saya pernah bekerja paruh waktu di Bank Lippo Card Center untuk mencukupi kebutuhan dasar saya. Namun ketika proposal skripsi saya tidak kunjung disetujui oleh Dr. Michael Elias Malat, padahal sudah lima proposal saya ajukan, saya memilih pulang ke Sleman. Ketika akhirnya saya harus kembali ke Jakarta ayah dan ibu saya tidak memiliki sepeserpun uang untuk membiayai kepulangan saya ke Tangerang. Saya sungguh berterimakasih kepada sahabat saya, gadis keturunan minang yang saya cintai, karena telah mengikhlaskan hasil refund uang kuliahnya untuk saya pergunakan menyelesaikan skripsi.</p>
<p>Ketika akhirnya uang dari dia habis saya mulai berhutang kepada teman-teman sambil saya mencari pekerjaan. Sebagai orang yang kepepet saya tidak memiliki kemewahan untuk memilih. Oleh karena itu, perusahaan yang menerima saya pertama, perusahaan itulah yang pertama akan saya layani. Dan perusahaan itu adalah perwakilan Haksan Ltd. Sebuah trading company dari Korea Selatan. Saya menjadi Quality Controller untuk sepatu Lacoste yang dipesan dari pabrik-pabrik sepatu di Indonesia.</p>
<p>Saya tidak bisa lulus 8 semester walaupun IPK rata-rata saya nyaris cum laude karena ada satu mata ujian negara yang gagal lulus dengan nilai E; mata kuliah Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. Sudah tidak lihat final Piala Dunia 1998 antara Prancis dan Brasil untuk baca buku, eh, paginya ketika membaca soal ujian saya benar-benar tertegun. Seluruh isi buku yang saya baca tidak nyambung dengan soal ujian. Celakalah maju ujian kalau salah baca buku. Akibatnya, saya harus mengulang ujian dan kesempatan itu saya gunakan untuk memperbaiki beberapa nilai ujian negara yang masih belum memuaskan. Selalu ada hikmah di balik musibah!</p>
<p>Kalau Ibu saya tidak meminta saya berhenti sekolah dan menyuruh saya bekerja sudah pasti saya akan mencari beasiswa untuk melanjutkan S2. Namun, demi Ibu yang telah mengandung dan melahirkan saya, keinginan untuk berburu beasiswa saya masukkan kotak dan saya memilih bekerja. Apalagi situasi memaksa saya untuk segera mencari nafkah supaya saya bisa menanggung biaya hidup di Tangerang. Klop sudah keinginan Ibu dan keadaan saya.</p>
<p>Saat ini saya memang tidak tertarik untuk melanjutkan S2 tetapi saya memiliki mimpi-mimpi lain yang tak kalah besarnya di banding mereka yang mimpi untuk bersekolah setinggi mungkin. Perlu saya sampaikan bahwa kebetulan saja mimpi yang dikejar oleh Arai dan Ikal adalah untuk belajar di Universitas Sorbone. Akan tetapi, pesan yang ingin disampaikan melalui Sang Pemimpi adalah &#8220;bermimpilah dan perjuangkan mimpi-mimpi itu sekuat-kuatnya, jangan pernah menyerah!&#8221;</p>
<p>Bermimpilah. Apabila Sampeyan tidak berani bermimpi, bacalah Sang Pemimpi. Insya&#8217; Allah novel itu akan merangsang mimpi-mimpi Sampeyan untuk berani keluar.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/moharifwidarto.wordpress.com/401/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/moharifwidarto.wordpress.com/401/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/moharifwidarto.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/moharifwidarto.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/moharifwidarto.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/moharifwidarto.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/moharifwidarto.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/moharifwidarto.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/moharifwidarto.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/moharifwidarto.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/moharifwidarto.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/moharifwidarto.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/moharifwidarto.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/moharifwidarto.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/moharifwidarto.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/moharifwidarto.wordpress.com/401/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=moharifwidarto.wordpress.com&amp;blog=2879158&amp;post=401&amp;subd=moharifwidarto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://moharifwidarto.wordpress.com/2008/05/17/sang-pemimpi-membuat-saya-kembali-bermimpi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/61055a2c3f447fd8296958e21de6c0ca?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arifwidarto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://moharifwidarto.com/wp-content/uploads/2008/05/image11.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Membaca Laskar Pelangi Serasa Bodoh</title>
		<link>http://moharifwidarto.wordpress.com/2008/05/09/membaca-laskar-pelangi-serasa-bodoh/</link>
		<comments>http://moharifwidarto.wordpress.com/2008/05/09/membaca-laskar-pelangi-serasa-bodoh/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 May 2008 08:34:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MAW</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[sastra]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://moharifwidarto.com/2008/05/membaca-laskar-pelangi-serasa-bodoh/</guid>
		<description><![CDATA[Kalau tidak salah ingat saya pernah menyampaikan bahwa saya sudah mengakuisisi Laskar Pelangi, Sang Pemimpi dan edensor dari Gramedia Karawaci. Laskar Pelangi belum selesai saya baca. Pembatas masih saya selipkan di antara halaman 384 dan 385. Saya baru akan membaca Bab 28 yang berjudul Societeit de Limpai. Minggu lalu saya sama sekali libur membaca. Tentu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=moharifwidarto.wordpress.com&amp;blog=2879158&amp;post=394&amp;subd=moharifwidarto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau tidak salah ingat saya pernah menyampaikan bahwa saya sudah mengakuisisi Laskar Pelangi, Sang Pemimpi dan edensor dari Gramedia Karawaci. Laskar Pelangi belum selesai saya baca. Pembatas masih saya selipkan di antara halaman 384 dan 385. Saya baru akan membaca Bab 28 yang berjudul Societeit de Limpai. Minggu lalu saya sama sekali libur membaca. Tentu Sampeyan semua tahu mengapa saya bisa libur membaca. Yang belum tahu bisa membaca-baca postingan minggu lalu (maaf, bukan promosi).</p>
<p>Saya belum selesai membaca Laskar Pelangi. Novel yang sangat terlambat saya baca. Terus-terang saya memang agak kurang suka segala sesuatu yang pop. Apa pun yang pop dan jadi tren sesaat hampir pasti tidak akan saya ikuti. Sebagai bukti sampai saat ini saya belum pernah membaca Saman yang konon spektakuler. Saya belum pernah membaca Ayat-ayat Cinta. Filmnya pun saya tidak nonton. Apa yang pop, kecuali post office protocol tidak mampu membuat saya ikut-ikutan.</p>
<p>Lalu, mengapa saya mengakuisisi tiga dari tetralogi Laskar Pelangi?<span id="more-394"></span></p>
<p>Jujur saya katakan bahwa saat ini saya ingin mencari keseimbangan jiwa. Sejak mulai bekerja rasanya jiwa ini kering. Saya tidak lagi menulis sajak-sajak cinta kacangan. Saya tidak membaca cerpen Kompas Minggu dan sajak-sajak yang dimuat di sana. Bahkan saya jarang membaca Al-Quran lagi. Saya merasa hidup ini begitu kering. Saya kelelahan mengejar gaji dan melupakan bahwa saya punya hidup yang harus saya jalani dengan hidup sehidup hidup.</p>
<p>Tinggal di Tangerang dan bekerja di Jakarta walaupun remunerasinya jauh lebih tinggi daripada hidup seadanya yang saya jalani di Sleman selama satu setengah tahun pada pertengahan 2002 sampai akhir 2003 tetapi rasanya kurang bermakna. Saya merasa lebih menjadi manusia seutuhnya di Sleman dengan segala keterbatasan yang ada. Yang pasti, saya bisa bermasyarakat karena saya tidak menghabiskan sebagian besar hari di tempat kerja. Saya masih bisa bersosialisasi dengan masyarakat. Bekerja bakti atau saling membantu dengan tetangga. Di sini, hari terasa sangat pendek sehingga sosialisasi dengan tetangga serasa kurang. Untung ada KBBC sehingga saya bisa bersosialisasi kembali.</p>
<p>Nah, saya ingin menyeimbangkan jiwa. Saya percaya bahwa sastra mampu memberikan keseimbangan pada jiwa kita. Sastra akan membantu kita mengolah rasa dan memberi jiwa kita isi untuk mengimbangi olah pikir yang selalu kita lakukan.</p>
<p>Karya adik kelas saya, ES Ito, yaitu Negara Kelima dan Rahasia Meede sudah tamat saya baca. Begitu pula lima seri Gajah Mada karya Langit Kresna Hariadi. Saya butuh basuhan baru dan saya putuskan untuk mengakuisisi tetralogi Laskar Pelangi supaya istri saya juga bisa ikutan baca.</p>
<p>Namun, berbeda dengan Negara Kelima, Rahasia Meede dan lima seri Gajah Mada yang terasa ringan saya baca, Laskar Pelangi karya Andrea Hirata membuat saya seperti orang bodoh. Benar Andrea Hirata menyukai biologi dan sains. Namun, justru karena itu saya menjadi seperti orang bodoh. Saya banyak tidak tahu nama-nama latin species yang disebutkan dalam Laskar. Pelangi sehingga saya tidak bisa membayangkan binatang atau tumbuhan apa yang sedang disebutkan. Saya benar-benar seperti si buta yang mendeskripsikan gajah. Membaca tetapi tidak mengerti yang saya baca. Memang ada glosarium di akhir buku tetapi cukup mengganggu kenikmatan membaca apabila sedikit-sedikit saya harus membuka glosarium.</p>
<p>Selain itu, saya tidak bisa membayangkan anak-anak SD Muhammadiyah yang diceritakan di sana bisa memiliki pengetahuan memadai tentang sebuah suku di Afrika. Padahal, mereka berlatar belakang orang marginal. Koran saja terlambat satu bulan. Apakah SD Muhammadiyah itu punya perpustakaan berkoleksi lengkap?</p>
<p>Adik ipar saya yang masih duduk di bangku SMP ingin membaca Laskar Pelangi juga. Entahlah anak yang masih gemar membaca tinlit dan ciklit itu apa akan mampu mencerna Laskar Pelangi dengan baik. Saya sendiri kalau harus mengeluarkan apa yang saya cerna melalui saluran sekresi saya pasti akan merasakan sembeli yang luar biasa sakit karena banyak yang saya harus telan mentah-mentah tanpa bisa saya kunyah dengan penuh penghayatan untuk mengurai rasanya satu per satu.</p>
<p>Saya ingin tahu, apakah hanya saya yang menjadi orang bodoh ketika membaca Laskar Pelangi. Sudahkan Sampeyan membaca novel itu?</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/moharifwidarto.wordpress.com/394/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/moharifwidarto.wordpress.com/394/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/moharifwidarto.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/moharifwidarto.wordpress.com/394/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/moharifwidarto.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/moharifwidarto.wordpress.com/394/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/moharifwidarto.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/moharifwidarto.wordpress.com/394/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/moharifwidarto.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/moharifwidarto.wordpress.com/394/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/moharifwidarto.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/moharifwidarto.wordpress.com/394/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/moharifwidarto.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/moharifwidarto.wordpress.com/394/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/moharifwidarto.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/moharifwidarto.wordpress.com/394/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=moharifwidarto.wordpress.com&amp;blog=2879158&amp;post=394&amp;subd=moharifwidarto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://moharifwidarto.wordpress.com/2008/05/09/membaca-laskar-pelangi-serasa-bodoh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/61055a2c3f447fd8296958e21de6c0ca?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arifwidarto</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
