Menyusul khatamnya Sang Pemimpi saya juga khatam membaca edensor hari ini. Namun sayang seribu sayang saya merasakan grafik kepuasan saya menurun membaca edensor ini. Lebih rendah dari Sang Pemimpi yang nilai kepuasan saya telah lebih rendah dari Laskar Pelangi. Kalau digambarkan grafik kepuasan saya menurun dari LP ke SP dilanjutkan turun lagi dari SP ke… [Read more…]
Berbeda dengan Laskar Pelangi yang membuat saya menjadi bodoh, Sang Pemimpi sudah mampu membuat saya menjadi manusia rata-rata. Saya tidak bodoh dan tidak pintar dan keadaan itu cukuplah untuk membantu saya menikmati cerita dalam Sang Pemimpi dengan lebih baik. Cerita yang disuguhkan dalam Sang Pemimpi sangat manusiawi dan saya kira banyak contohnya yang terjadi di… [Read more…]
Kalau tidak salah ingat saya pernah menyampaikan bahwa saya sudah mengakuisisi Laskar Pelangi, Sang Pemimpi dan edensor dari Gramedia Karawaci. Laskar Pelangi belum selesai saya baca. Pembatas masih saya selipkan di antara halaman 384 dan 385. Saya baru akan membaca Bab 28 yang berjudul Societeit de Limpai. Minggu lalu saya sama sekali libur membaca. Tentu… [Read more…]
Mei 18, 2008 by MAW
4