Moh Arif Widarto

Archive for the ‘Umum’ Category

Selamat Jalan Basuki

with 5 comments

Malam ini ada kabar bahwa pelawak Basuki meninggal dunia. Kabar itu disampaikan oleh Eko Patrio dan Ruben yang sedang menjadi MC acara Supermama dan Okky Lukman di Dangdut Mania. Headline News MetroTV pukul 22:00 memberitakan Basuki meninggal di RS Meilia Cibubur dalam usia 51 tahun. Menurut informasi dari Detik Hot, Basuki jatuh tidak sadarkan diri saat bermain futsal di MS Futsal, Jl. Alternatif Cibubur dan meninggal pukul 18:45 WIB tadi.

Pelawak Srimulat yang lekat dengan iklan antangin jrg dan suzuki smash tersebut menyusul berpulangnya komedian Taufik Savalas beberapa bulan lalu. Dunia lawak nasional kembali kehilangan.

Bagi yang tidak mengikuti perkembangan Basuki dengan Srimulat tentu mengingat tokoh Mas Karyo, pedagang batik asal Jawa dalam sinetron Si Doel Anak Sekolahan. Sinetron SDAS itu turut membesarkan nama Basuki di ibu kota. Seingat saya (tolong koreksi kalau salah) Basuki adalah anak dari almarhum pelawak Pete yang selalu menghibur melalui acara Galarama dari TVRI Stasiun Surabaya pada tahun 70an – 80an. Tentu bersama almarhum Gepeng, Asmuni dan pelawak Srimulat yang lain. Basuki melanjutkan kiprah Pete di Srimulat sebagaimana anak almarhum Gepeng yang muncul di Srimulat beberapa tahun terakhir.

Saya melihat Basuki adalah pelawak alami yang dalam melawak tidak terlalu dibuat-buat, berbeda dengan pelawak Srimulat lain. Selain itu, saya cendrung melihat Basuki sebagai pelawak yang tidak neko-neko seperti Polo, Doyok atau Gogon. Selamat jalan, Basuki.

Written by Kombor

Desember 12, 2007 at 9:35 pm

Ditulis dalam Umum

Dua Minggu Tidak Hujan

with 7 comments

Gile bener. Bukan hanya seminggu tidak hujan. Kali ini sudah dua minggu tidak hujan! Saya penasaran, Tangerang sudah masuk musim hujan atau belum sih?

Kasihan anak-anak SD sekarang, mereka akan bingung kalau disuruh menyebutkan waktu untuk musin kemarau dan musim hujan. Dulu sih saya hafal benar. Musim penghujan itu terjadi pada bulan Oktober sampai April. Musim Kemarau dari April sampai Oktober. Angin yang menyebabkan terjadinya musim penghujan dan musim kemarau ini adalah angin Muson. Hehehe… bener nggak sih? Dah lama nggak pegang buku pelajaran nih!

Udara siang hari di sekitar tempat tinggal saya benar-benar panas. Kulit saya sampai terbakar hitam kemerahan karena pada hari Sabtu (24/11) dan Minggu (25/11) saya bekerja di bawah terik matahari. Saya iseng bikin saung-saungan untuk mengatapi sisa tanah di belakang rumah yang tinggal 3 x 6 m persegi. Hal tersebut terpaksa saya lakukan karena saya sudah membeli 15 batang bambu. Rencananya hanya akan beli 2 batang saja tetapi karena tempatnya jauh dan susah bawanya maka saya beli 15 batang supaya bisa diantar sampai rumah. Begitu datang 15 batang bambu saya bingung mau buat apa. Eh, kebetulan mamang istri saya datang sehingga saya minta dia bantuin bikin saung-saungan.

Hari Sabtu (24/11) saya dan mamang bikin tangga bambu untuk memplester dinding sumur yang rembes dari samping. Bikin tangga di bawah terik sinar matahari. Tangga siap, kami gantian menguras isi sumur berkedalaman 530 cm dengan ember semen sebagai timba. Begitu air sumur tinggal sekitar 1 meter tangga kami masukkan dan kami mulai memplester dinding sumur yang sudah disusuni batu bata. Ternyata sulit sekali. Kami tidak bisa mengalahkan alam. Air rembesan selalu saja merontokkan plesteran yang sudah dipoleskan. Begitu seterusnya sampai akhirnya kami menyerah, tidak perlu memplester dinding sumur itu dan cukup membuat saung-saungan saja. Sisa hari itu saya gunakan untuk membuat umpak alias alas tiang bambu untuk saung-saungan. Ada 12 umpak yang saya buat dengan batu bata dan adukan PC (bukan personal computer tapi pasir – cement). Pinggang rasanya mau patah.

Minggunya, si mamang datang pukul 10 lewat. Pagi-pagi saya sudah merapikan umpak yang sebelumnya sudah disiapkan. Untung ada dua tetangga belakang yang membantu sehingga hari itu kegiatan membuat saung-saungan selesai. Asbes 300 cm sebanyak 6 lembar digunakan sebagai pengganti rumbia. Untuk penutup samping bagian barat (yang timur sengaja dibiarkan terbuka karena jarak 12 meter sudah tertutup dinding rumah tetangga) digunakan asbes 210 cm, bukan bilik bambu, supaya tidak lapuk kena panas dan hujan. Lumayanlah hari itu tambah sehari lagi bekerja di bawah terik matahari.

Saya kira hanya Pantai Samas saja yang bisa membuat kulit saya terbakar. Ternyata Tangerang pun mataharinya memiliki kekuatan yang sama dengan yang ada di Pantai Samas. Sekedar informasi, Pantai Samas adalah sebuah pantai di Kabupaten Bantul, DIY. Saya dulu pernah main ke sana dan sok buka baju. Akibatnya, kulit badan saya terbakar. Rasanya perih dan akhirnya kulit ari saya ngglodhog. Yang di Tangerang ini belum sampai membuat ngglodhog, hanya bikin kulit lengan saya jadi belang. Bagian yang tidak tertutup baju lebih hitam dari yang tertutup.

Benarkah ini semua dampak dari pemanasan global?

Pada seminggu tidak hujan saya mengakhiri tulisan dengan paragraf yang berbunyi:

Cuaca semakin tidak menentu. Iklim pun cenderung berubah. Apakah ini salah satu akibat dari pemanasan global?

Kali ini saya sudah menemukan jawabannya. Dari catatan redaksi siaran pers WWF Indonesia 26 April 2006 yang berjudul Apa yang harus dilakukan oleh Indonesia untuk beradaptasi dengan dampak ekstrem pemanasan global? saya mendapatkan informasi mengenai dampak pemanasan global di antaranya:

  1. Mencairnya es di kutub utara yang kemudian berdampak pada naiknya permukaan air laut;
  2. Tenggelamnya pulau-pulau kecil serta berkurangnya luas daratan akibat kenaikan permukaan laut;
  3. Bergesernya periode musim hujan dan musim kemarau;
  4. Banjir dan tanah longsor yang melanda di banyak wilayah di Indonesia, kekeringan yang menyebabkan gagal panen; dan
  5. Kebakaran hutan.

Sedangkan, dari Wikipedia Indonesia saya menemukan dampak dari pemanasan global adalah:

  1. Pola cuaca menjadi tidak terprediksi dan lebih ekstrim.
  2. Permukaan laut akan naik akibat mencairnya gletser di kutub utara.
  3. Hewan cenderung untuk bermigrasi ke arah kutub atau ke atas pegunungan, tumbuhan akan mengubah arah pertumbuhannya, mencari daerah baru karena habitat lamanya menjadi terlalu hangat.
  4. Dampak buruk pada kesehatan manusia.

Dari kedua sumber di atas, sedikit banyak pertanyaan saya bisa dijawab. Bergesernya awal musim penghujan dan kemarau serta tidak menentunya cuaca akhir-akhir ini kemungkinan besar memang terjadi sebagai dampak dari pemanasan global. Benar-benar mengerikan. Manusia memang hanya bisa membuat kerusakan di atas bumi. Namun, begitu alam membalas manusia tidak dapat berbuat apa-apa. Dan karena itulah maka saya memutuskan untuk tidak meneruskan usaha untuk memplester dindinh dalam sumur karena rembesan airnya terlalu kuat. Plesteran akan selalu jebol karena tekanan air rembesan. Tetap memplester berarti semakin memperbanyak timbunan campuran PC di dasar sumur.

Written by Kombor

November 29, 2007 at 7:51 am

Ditulis dalam Cuaca, Umum

Seminggu Tidak Hujan

with 5 comments

Sejak 13 November 2007 yang lalu saya sudah kembali memakai Si Ngorok (motor Bajaj Pulsar saya) untuk pergi pulang kantor. Dua hari pertama cuaca pada saat berangkat selalu cerah kemudian siang dan/atau sorenya hujan. Saya kembali ke rumah setelah hujan reda. Ada jas hujan tetapi saya lebih suka untuk menunggu hujan reda supaya tidak ribet dengan jas hujan.

Sudah seminggu ini saya selalu pergi dalam sambutan hangatnya mentari yang dikombinasi dengan macet di jalur Pondok Pinang – Lebak Bulus sehingga dapat dipastikan saya akan cukup berkeringat ketika sampai di kantor. Hujan hanya sehari saja, yaitu hari Senin yang lalu (19/11) dan itu pun tidak lebat. Pulang dari kantor hanya debu jalanan dan udara malam yang menemani perjalanan saya. Tidak ada hujan. Bahkan gerimis pun tiada. Sebagai pengendara motor tentu cuaca yang seperti itu sangat diharapkan. Pergi ke dan pulang dari kantor selalu tidak hujan. Akan tetapi, justru saya bertanya-tanya mengapa hujan tidak pernah turun pada saat saya mengendarai Si Ngorok?

Di rumah saya, seminggu ini juga tidak ada hujan. Akibatnya kembang sepatu yang pada hari Minggu (18/11) lalu saya pindahkan dari halaman depan ke pinggir jalan daunnya masih pada layu.Hanya beberapa daun di batang yang dekat akar yang sudah hijau segar. Daun-daun yang berjarak 30 cm – 100 cm masih pada layu semua walaupun setiap pagi selalu saya suguhi dua ember air untuk minumnya. Matahari terlalu rakus memaksa dedaunan kembang sepatu itu untuk menguapkan air yang ada di tubuhnya. Padahal, akar-akar baru sudah pasti belum tumbuh. Hanya ada sedikit akar yang dapat memasok air ke tanaman itu sehingga tidak sebanding antara air yang diuapkan oleh daun dan air yang diserap oleh akar. Benar-benar besar pasak daripada tiang. Seperti sebagian orang yang membelanjakan uang lebih besar dari penghasilan. Mereka mengikuti pemerintah memakai istilah anggaran berimbang. Pengeluaran yang lebih besar dari pendapatan diimbangi dengan utang supaya menjadi berimbang antara uang yang dimiliki dan uang yang dibelanjakan. Ciloko tenan!

Saya tidak dapat menduga-duga sampai kapan keadaan ini akan berlanjut. Saya sih suka-suka saja. Justru enak karena kegiatan saya untuk pergi ke dan pulang dari kantor menjadi lebih nyaman walaupun pada saat perginya sedikit berkeringat. Itu akan lebih baik dibandingkan apabila saya sampai kantor dalam keadaan basah kuyup karena kehujanan. Awal tahun 2006 saya pernah mengalami hal itu ketika masih memperkosa Mio untuk berkomuter Karawaci – Cilandak Barat. Yang ada di benak saya justru pertanyaan kapan setiap hari hujan baik pada pagi hari waktunya pergi ke kantor atau sore sampai malam pada saat harus pulang ke rumah?

Cuaca semakin tidak menentu. Iklim pun cenderung berubah. Apakah ini salah satu akibat dari pemanasan global?

Written by Kombor

November 21, 2007 at 4:20 am

Ditulis dalam Umum

Di Mandala Finance Kredit Lunas BPKB Belum Jadi

with 9 comments

Pada tahun 2005 yang lalu Kang Kombor ngredit Yamaha Mio untuk ibunya Si Berseri-seri Cahaya Kemuliaan. Mio diambil dari sebuah dealer motor di Karawaci. Tanpa uang muka, jangka waktu 29 bulan. Ternyata perusahaan pembiayaannya adalah Mandala Finance yang beralamat di Ruko Liga Mas Blok A1 No. 16-17 Karawaci.

Bulan Desember yang datang (bulan depan) cicilan akan lunas. Oktober yang lalu Kang Kombor datang ke Mandala Finance untuk bayar cicilan sekalian menanyakan denda-denda kalau ada. Ada denda delapanbelas ribuan rupiah dan langsung Kang Kombor bayar. Biasanya Kang Kombor bayar lewat kolektor. Kang Kombor antisipasi saja, kolektor kan banyak yang nakal juga. Kita setornya tepat waktu tapi kadang kolektor nyetorinnya ke leasing yang telat.

Oktober itu Kang Kombor dapat info bahwa Mandala Finance buka gerai baru di Balaraja Center Blok C No.1. Kolektornya tetap sama dengan yang biasa datang. Kang Kombor anggap itu bukan masalah. Yang jadi masalah adalah kemarin kolektor datang waktu Kang Kombor ke Bbikes. Kolektor itu bilang bulan depan kredit akan lunas tetapi BPKB baru dapat diambil 2 minggu setelah lunas karena BPKB belum jadi.

Informasi di atas membuat Kang Kombor jadi seperti orang pinter. Orang bodoh juga tahu bahwa kalau kita kredit motor BPKB motor itu yang dijadikan agunan. Jadi tidak mungkin kalau BPKB belum jadi. Memangnya leasingnya tidak berpengalaman?

Ini bukan pertamakalinya Kang Kombor kredit motor. Tahun 2003 di Sleman Kang Kombor pernah kredit motor melalui BPR Artha Mlati Indah. Kredit jangka waktu 35 bulan. Ketika tinggal 5 cicilan lagi Kang Kombor lunasi kredit itu. Hari itu Kang Kombor lunasi, tidak sampai 15 menit BPKB sudah diserahkan kepada Kang Kombor. Kredit itu semestinya seperti itu.

Kalau memang profesional Mandala Finance mestinya seperti BPR Artha Mlati Indah itu. Begitu kredit lunas BPKB langsung diberikan. Sungguh aneh kalau dikatakan BPKB baru akan diberikan 2 minggu kemudian karena belum jadi.

Kang Kombor baru akan klarifikasi ke Mandala Finance Senin besok. Akan tetapi, kolektor itu tentunya menyampaikan informasi itu bukan tanpa dasar. Kang Kombor yakin praktek Mandala Finance memang seperti itu. Kang Kombor jadi ingat pengalaman Mas Udin dengan Adira Finance dimana BPKB motor yang dikreditkan diagunkan dulu oleh Adira Finance (taut menyusul). Memalukan sekali kalau Mandala Finance melakukan praktek seperti itu. Semoga besok Kang Kombor mendapat jawaban yang sebaliknya, yaitu BPKB bisa langsung dibawa.

Update:

19 November 2007

Kang Kombor sudah menelpon pihak Mandala Finance di Balaraja Center. Bicara dengan Bapak Sofyan. Beliau mengatakan bahwa nanti pada tanggal jatuh tempo pembayaran BPKB sudah akan siap. Akan tetapi, kalau Kang Kombor membayar sebelum tanggal jatuh tempo, perlu waktu untuk mengambil BPKB dari Mandala Finance Pusat. Kang Kombor akan buktikan informasi tersebut apakah benar seperti yang diinformasikan. Tunggu lagi updatenya bulan depan.

Written by Kombor

November 18, 2007 at 4:56 am

Ditulis dalam Umum

Tergencet truk dan innova

with one comment

Hari ini merupakan hari yang produktif buat Kang Kombor. Pagi-pagi Kang Kombor sudah pegang cangkul, sabit dan kape. Kombinasi yang lucu bukan? Cangkul dan sabit sudah umum. Buruh tani di Sleman sana biasa membawa kombinasi kedua alat bertani itu. Sampeyan juga pasti paham cangkul dan sabit digunakan untuk apa. Beda sama palu dan sabit. Kalau Sampeyan bawa kombinasi kedua perkakas itu jangan-jangan Sampeyan ditangkap polisi tolol. Sampeyan dikira PKI. Hehehe…

Cangkul, sabit dan kape. Cangkul buat membuat lobang tanam. Kang Kombor mau mindahin kembang sepatu dari pot ke tanah di pinggir jalan. Karena akar kembang sepatu nembus pot dan menghunjam tanah, kembang sepatu itu tumbuh jadi besar dan akhirnya ambruk karena potnya tidak mampu menopangnya lagi. Supaya halaman jadi rapi maka kembang sepatu itu Kang Kombor pindah saja ke tanah. Di depan rumah tapi di pinggir jalan. Selain untuk menggali lobang tanam, cangkul itu Kang Kombor gunakan untuk membersihkan rumput di pinggir jalan depan rumah. Ada putri malu yang selalu tumbuh walaupun sudah dicabut. Mungkin ada biji-bijinya yang jatuh ke tanah. Oleh karenanya, Kang Kombor paculi saja.

Sabit untuk memotong rumput di halaman. Kalau dicangkul halaman akan kelihatan gersang karena tidak ada tanaman. Oleh karena itu, rumputnya hanya dipotong saja agar masih bisa tumbuh menghijau lagi. Berbeda dengan tanah di Sleman, tanah di sini tidak subur. Hanya rumput yang mau tumbuh. Kang Kombor pernah bawa tanaman yang Kang Kombor tanam di bawah jendela gubug di Sleman. Di Sleman, baru beberapa bulan saja tanaman itu sudah tumbuh subur. Di sini, sudah setahun lebih daunnya nggak nambah-nambah. Tanamannya kunthing macam anak-anak kurang gizi yang kena busung lapar di Nusa Tenggara Timur. Bahkan bougenville saja kunthingen juga. Karenanya rumput tetap dipertahankan untuk menghijaukan suasana.

Lalu kape? Alat itu bukan untuk memplamir tembok atau mengelupas cat. Kang Kombor pakai kape untuk membersihkan rumput yang tumbuh di sela-sela konblok. Separo halaman Kang Kombor pasangi konblok supaya tidak becek karena ada motor yang harus diparkir. Kadang-kadang avanza kantor juga parkir di sana. Membersihkan rumput yang tumbuh di sela-sela konblok dengan cangkul seperti menembak lalat dengan meriam. Menggunakan sabit kurang efektif. Maka kapelah yang dipilih. Dengan kape bunyi srak-srek gesekan kape dengan konblok terasa lebih bermakna. Rumputpun lebih mudah dibersihkan.

Sebelum lohor kegiatan bersih-bersih selesai. Kang Kombor bahkan sempat menyiksa pohon beringin. Tiga batang beringin Kang Kombor ikat jadi satu dengan kawat lalu Kang Kombor tanam di dalam sebuah pot. Pura-puranya bikin bonsai. Kemudian setelah lohor Kang Kombor bawa Si Ngorok ke Jakarta. Tepatnya ke Bbikes di Jl. Buncit Raya 43. Si Ngorok adalah nama motor Kang Kombor. Dinamai Si Ngorok karena motor itu memang ngorok. Sudah diservis di Fontana Daan Mogot dua kali tapi ngoroknya tidak sembuh. Bukannya sembuh malah Si Ngorok jadi lebih boros. Ketika servis Ngorok yang kedua Kang Kombor sudah bilang pada Pak Jayadi bahwa Si Ngorok jadi lebih boros setelah servis ngorok pertama yang gagal itu. Eh, tetep aja, setelah servis ngorok kedua, Si Ngorok tetap boros. Ngoroknya tidak sembuh. Kang Kombor malas bawa lagi ke Fontana Daan Mogot. Sebelum dibawa ke sana 15 liter pertamax bisa untuk minimal 550 km. Hasil servis ngorok sukses membuat 15 liter pertamax tidak mampu mencapai 500 km. Itu namanya gila. Motor serigala ini terkenal irit. Kalau 15 liter nggak sampai 500 km itu itungannya boros banget. Rute Kang Kombor tiap hari kan sama. Dasar…

Di Bbikes Si Ngorok ganti breket boks. Yang lama adalah breket boks geser berbahan begel yang aselinya milik macan revo. Kang Kombor ganti dengan breket berbahan pelat yang memang untuk serigala. Bbikes ini dealer serigala jadi dan punya breket. Pasti aseli untuk serigala. Eh, benar saja. Breketnya tinggal pasang. Cuma harganya tinggi banget untuk ukuran breket.

Di Bbikes ada juga airscoop untuk serigala. Ada juga spatbor kolong seperti yang dijual di dealer serigala Ciputat. Kang Kombor ganti breket doang di Bbikes karena sidebag sedang kosong. Padahal Kang Kombor lebih butuh sidebag daripada yang lain.

Pulang dari Bbikes Kang Kombor menyusuri Jl. Buncit Raya arah ke Ragunan. Kebetulan ada toko aksesoris motor yang jual sidebag. Kang Kombor mampir dan nebus sepasang side bag. Hore! Barang-barang yang butuh dibawa tiap hari akan terangkut semua. Kang Kombor pulanglah dengan perasaan puas.

Hari Sabtu tidak membuat jalanan sepi. Macet tetep saja jadi menu wajib. Apalagi sejak ahlinya Jakarta membuat semua jalan jadi jalur buswae, macet makin parah. Jl. Raya Serpong ke arah Tangerang ruas setelah bunderan Alam Sutera juga jalan wajib macet. Hari ini juga macet. Kang Kombor ambil celah antara dua lajur mobil. Lumayan cepat juga. Tapi tiba-tiba, brak! Kang Kombor tergencet truk 3/4 dan kijang innova. Rupanya bak truk yang nyangkut setang Si Ngorok. Kang Kombor berhenti. Innova berhenti. Truk juga berhenti. Setelah lepas dari gencetan Kang Kombor suruh truk jalan. Kang Kombor pun jalan juga.

Sampai rumah Kang Kombor periksa Si Ngorok. Tidak ada tambahan lecet. Tapi… Yah, sidebagnya sobek! Waduh, baru juga dibeli sudah sobek. Kang Kombor kecewa juga. Namanya juga baru dibeli.

Kang Kombor ambil jarum jahit dan benang warna hitam. Bagian vinyl yang sobek Kang Kombor jahit lagi. Yang penting tetep bisa dipakai.

Written by Kombor

November 17, 2007 at 5:18 pm

Ditulis dalam Umum

Bambu untuk nama rumah makan

with 11 comments

Sejak zaman mbah gantung siwur dulu bambu sudah dimanfaatkan untuk banyak hal. Bambu memang serbaguna walaupun tidak sekaya pohon kelapa yang dari akar sampai tajuknya bisa dimanfaatkan. Sebuah rumah dapat dibangun hanya dengan bambu ditambah alang-alang. Bambu digunakan untuk seluruh struktur rumah mulai dari tiang sampai rangka atap. Dinding dan pintu juga memakai bambu. Atap memakai alang-alang karena memang tidak ada bagian dari bambu yang bisa digunakan untuk atap.

Ada manfaat lain dari bambu selain yang sudah diwariskan secara turun temurun. Mbah gantung siwur sampai kita memanfaatkan fisik dari bambu untuk pelbagai keperluan. Ada bambu yang secara nyata digunakan. Pemanfaatan model baru ini sama sekali tidak membutuhkan bambunya tetapi hanya membutuhkan namanya saja.

Baca entri selengkapnya »

Written by Kombor

Oktober 18, 2007 at 4:21 pm

Ditulis dalam Umum

Kombor.com identik dengan motoGP?

with 5 comments

Kang Kombor heran apakah domain kombor.com identik dengan motoGP, kok adsense yang muncul di blog ini seringnya adalah iklan tentang motoGP. Memang Kang Kombor punya sebuah blog khusus motoGP yang tadinya beralamat di motogp.kombor.com. Tapi apa iya efeknya sejauh itu?

Berita baiknya, saat ini motoGP menyumbang pendapatan paling banyak bagi akun adsense Kang Kombor. Berita buruknya, pendapatan adsense Kang Kombor belum mencapai nilai minimal untuk dikirimi cek. Kapan bisa mengikuti kisah sukses publishers adsense yang sudah pada bisa menerima cek di atas $500 per bulan, bahkan konon IlmuKomputer.Com bisa meraih di atas $3000. Bisa pensiun kalau begitu!

Written by Kombor

September 21, 2007 at 8:33 am

Ditulis dalam Umum

F1 2007 Sepang Qualifying, Massa pole position, Kimi nomer 3

with 4 comments

Kemarin Kang Kombor punya hajat ngecat dapur yang sejak di-attached ke rumah tipe 36/90 di Graha Sevilla – Citra Raya, belum sempat dicat. Karena cat turah maka hari ini acaranya molesin sisa cat ke ruang tamu. Rencananya sambil ngecat sambil nungguin kualifikasi F1 yang akan dilangsungkan balapannya di Sepang besok. Eh, adik ipar (cewek) ternyata datang dan muter koleksi DVD bajakan Kang Kombor sehingga nggak bisa nonton kualifikasi.

Untuk mengetahui hasil kualifikasi, Kang Kombor buka Situs Resmi F1 dan dapat hasilnya sebagai berikut:

Klik dulu yah…

Written by Kombor

April 7, 2007 at 9:27 pm

Ditulis dalam Umum

Revolusi Tak Harus Rusuh

with 13 comments

Di mata kita, revolusi itu merupakan sebuah peristiwa yang mencekam, penuh kekerasan dan horor. Kita memang berhasil dicekoki dengan pandangan seperti itu melalui doktrinasi selama tiga dasawarsa. Kalau mendengar kata revolusi, kita akan gampang teringat pada pahlawan revolusi yang menjadi korban G30S/PKI. Setiap tahun rumah kita dipaksa menonton filem horor itu. Dulu, setiap tahun anak-anak kita mulai dari SD sampai SMA akan mengulang hal-hal yang sama di berbagai pelajaran: Sejarah Nasional Indonesia, PSPB dan entah pelajaran apa lagi. Sekarang Kang Kombor nggak tahu karena anak Kang Kombor belumlah masuk SD. PPKN isinya apa Kang Kombor nggak tahu.

Apakah revolusi itu selalu berisi kerusuhan, kekerasan, horor, pertempuran? Mengapa pula 9 pahlawan itu disebut pahlawan revolusi? Siapa yang melakukan revolusi? PKI-kah, atau RI? Rasa-rasanya tidak ada peristiwa revolusioner yang dilakukan RI pada saat itu.

Dalam pandangan saya, revolusi adalah sebuah perubahan yang cepat, berlawanan dari evolusi yang merupakan perubahan yang lambat dan membutuhkan waktu sangat lama. Sebuah perubahan yang dilakukan dengan cepat tidak harus rusuh, penuh kekerasan dan horor. Revolusi juga bisa dilakukan secara damai.

Kang Kombor ingin tahu pandangan Sampeyan, apakah revolusi itu:

  1. Selalu berarti kekerasan
  2. Bisa dilakukan secara damai

Akan sangat berarti juga apabila Sampeyan bersedia memberikan pandangan Sampeyan tentang revolusi.

Written by Kombor

April 4, 2007 at 6:50 pm

Ditulis dalam Umum

Kamu mau nonton F-1 di Sepang nggak?

with 19 comments

Percakapan dengan Bos tadi siang:

Bos: Mbor, Lu punya paspor nggak?

Kang Kombor (KK): Nggak. Mangnya kenapa, Bos?

Bos: Lu tu nggak pingin ke luar negeri atau gimana?

KK: Memang nggak pingin.

Bos: Ah, bercanda Lu…

KK: Enggak lah, ngapain bercanda, Bos. Gue kelililng Indonesia aja belum pernah, ngapain juga gue pingin ke luar negeri?

Bos: Lu nggak pingin ke luar negeri karena nggak punya paspor kali?

KK: Jangan dibalik, Bos. Gue nggak bikin paspor karena gue nggak pingin ke luar negeri. Kalau mau bikin mah, tinggal cari calo, enamratus ribu jadi tuh paspor. Emangnya kenapa, Bos?

Bos: Lu pingin liat F-1 di Sepang nggak?

Maukah Kang Kombor?

Written by Kombor

Maret 14, 2007 at 10:44 pm

Ditulis dalam Umum