Moh Arif Widarto

Archive for the ‘Teknologi Informasi dan Komunikasi’ Category

Indonesia Benar-benar Ketinggalan Dalam Pembumian Wimax

with 5 comments

Indonesia benar-benar ketinggalan dalam pembumian wimax. Kalau negara-negara lain di Asia Pasifik sudah ada yang sampai tahap komersialisasi atau paling tidak berada pada tahap pengujian (pra komersialisasi) maka di Indonesia, lisensi frekuensinya sampai saat ini belum ditenderkan. Mungkin pemerintah masih bingung frekuensi berapa yang akan dialokasikan untuk wimax, itu alasan pertama yang membuat tender frekuensi wimax belum juga dilaksanakan.

Alasan kedua, lobi pemenang tender 3G agar tender wimax diundur. Kita semua tahu bahwa pemenang tender 3G mengeluarkan dana sangat besar untuk bisa memenangkan lisensi 3G. Sampai saat ini, mereka belum memasuki tahap komersialisasi. Sebagain masih dalam tahap pengujian. Sebagian lagi entah sampai tahap mana.

Para pemenang tender 3G melobi pemerintah agar tender wimax ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan. Para pemenang tender 3G takut bahwa wimax akan melibas investasi mereka apabila segera ditenderkan dan pemenangnya dapat menggelar infrastruktur wimax dengan cepat, lebih cepat dari penggelaran infrastruktur 3G mereka. Mereka takut akan informasi simpang-siur di luar bahwa wimax akan head-to-head dengan 3G. Kalau sampai hal itu terjadi, 3G tidak akan kuasa menahan gempuran wimax yang memang sangat murah dibandingkan dengan 3G.

Di kawasan Asia-Pasifik, hanya wimax di Indonesia yang belum terpetakan oleh dunia. Papua nugini sudah sampai tahap komersialisasi. Kita benar-benar ketinggalan. Sayangnya, pemerintah kita selalu saja begitu. Selalu tertinggal dan tidak mau mengambil lompatan ke depan. Tentunya tidak semua tahapan perkembangan teknologi harus diimplementasikan secara runut. Ada kalanya kita harus memilih teknologi mana yang paling tepat untuk kita. Wimax, dengan jangkauan luas dan biaya murah tentu merupakan teknologi yang pantas dipilih oleh pemerintah untuk segera diimplementasikan agar masyarakat dapat mengecap jasa telekomunikasi yang murah dan handal.

wimax map asia pacific

Written by Kombor

Februari 5, 2008 at 2:31 pm

Payah, Nokia Tidak Punya Handphone CDMA dengan Phonebook 1000 atau Lebih

with 10 comments

Saat ini telepon selular CDMA sudah menjadi andalan saya. Tarifnya yang murah dengan dukungan mobilitas yang juga sudah memadai membuat telepon genggan saya yang GSM praktis hanya digunakan untuk menerima panggilan. Untuk melakukan panggilan saya akan menggunakan telepon genggam CDMA. Pengalaman saya, penggunaan telepon genggam CDMA bisa menghemat 40% – 50% biaya telepon seluler yang semula dengan GSM. Oleh karena itu, nomor CDMA sudah saya naikkan menjadi nomor pasca bayar. Sedangkan, nomor GSM masih tetap prabayar. Tidak diisi pulsa juga tidak apa-apa karena nomor itu masa berlakunya sampai 2010 nanti.

Saat ini saya menggunakan telepon genggam Nokia 6275i. Saya pilih telepon berbentuk batang itu karena pada waktu keluar dulu telepon genggam itu merupakan salah satu telepon genggam CDMA Nokia yang fiturnya paling canggih. Konektivitas menggunakan bluetooth, sinar infra merah atau kabel data. Kamera 2 juta piksel, ada slot untuk kartu memori sampai dengan 1GB. Dan bla-bla-bla. Reviewnya ada di sini.

Semua fitur di atas tidak menyusahkan saya. Kameranya sering saya gunakan untuk mengabadikan peristiwa-peristiwa yang saya anggap penting untuk difoto. Foto-foto dari jepretan kamera telepon genggam itu yang kemudian saya publikasikan melalui Photobor. Piranti lunak Nokia PC Suite memudahkan saya untuk memindahkan foto dari kartu memori telepon ke notebook kantor dengan menggunakan bluetooth. Bahkan, kadang-kadang telepon genggam itu saya gunakan untuk mengisi blog atau blogwalking. Malam Sabtu lalu bahkan saya mengabiskan empat jam untuk mengakses internet menggunakan telepon genggam saya sebagai modem.

Radionya kadang-kadang saya gunakan untuk mendengarkan siaran dari Radio Elshinta, satu-satunya stasiun radio yang saya dengarkan. Saya tidak pernah mendengarkan musik melalui radio. Siaran musik di televisi pun saya tidak pernah tonton. Entah kenapa dengan diri saya tetapi saya tidak dapat menikmati musik dan tidak menyukainya.

Fitur Nokia N6275i bagus. Yang tidak cukup bagi saya adalah buku teleponnya yang sangat miskin. Hanya mampu menyimpan 500 nama. Kartu SIM hanya 250 nama. 750 nama terlalu sedikit buat saya. Saya selalu teringat pada kutipan yang berbunyi: kawan seribu terlalu sedikit, musuh satu terlalu banyak. Oleh karena itu 750 nama terlalu sedikit untuk saya.

Saya amati semua telepon genggam CDMA Nokia miskin buku telepon. Angka 500 adalah angka paling tinggi untuk telepon genggam CDMA Nokia. Yang lain ada yang 200. Huh! Apalagi yang 200. Orang macam apa yang puas dengan 200 nama saja di buku teleponnya?

Saya iri dengan telepon genggam GSM keluaran Nokia yang memiliki buku telepon dinamis (dynamic phonebook), bisa disimpan di kartu memori. Sehingga, yang membatasi banyaknya catatan yang akan disimpan di buku telepon bukan setingan telepon melainkan kapasitas memori. Mengapa telepon genggam GSM Nokia bisa begitu tetapi telepon genggam CDMA Nokia tidak bisa?

Saya malas setiap kali akan memanggil seseorang harus membuka buku telepon dari teleon genggam GSM saya kemudian keypad telepon genggam CDMA. Sungguh sangat tidak praktis. Alasan itu yang membuat saya membeli Audiovox 6700 yang ternyata malah ceritanya menjadi lain karena Adhi Purnomo Basuki pemilik KFK Cellular itu tidak pernah mengembalikan Audiovoc 6700 saya yang sedang diperbaikinya. Sampeyan semua tentu teringat pada cerita mengenai saya yang mencari Adhi Purnomo Basuki sampai hari ini. Gerai KFK Cellular yang di Jl. Kembangan Selatan sudah tidak ada dan alamat di Taman Cipinang Indah Blok B2 No. 2 adalah alamat palsu. Alamat itu yang didaftarkan di PonselJakarta.Com dan menurut ketentuan PonselJakarta.com, setiap toko HP yang akan memasang iklan di PonselJakarta.Com akan disurvey. Hah? Bohong banget. Bahkan, dua kali email saya ke marketing@ponseljakarta.com tidak pernah dibalas.

Saya membeli Audiovox 6700 karena tidak mampu membeli Dopod 818 CDMA. Padahal, kalau saya pikir-pikir lagi saya mungkin bisa ngutang dulu sama teman untuk bisa membeli Dopod 818 itu. Sekarang, saya tetap memakai Nokia 6275i yang miskin buku alamat itu.

Saya akan tunggu sampai setahun ke depan. Kalau Nokia tidak mengeluarkan telepon genggam CDMA yang memiliki buku telepon dinamis mungkin saya akan mencari Dopod 818 CDMA yang bekas. Kok bekas? Iya, saya yakin setahun ke depan Dopod 818 CDMA bekas sudah murah.

Written by Kombor

Januari 22, 2008 at 7:29 am

Ditulis dalam Teknologi Informasi dan Komunikasi

Ditandai dengan ,

YAM – Yet Another Messenger, Alat Chating Hemat Bandwidth

with 11 comments

Saya yakin para bloger ini selain doyan ngeblog juga doyan ngobrol online alias chating. Ngobrolnya kebanyakan pakai YM karena Google Talk dirasakan masih sedikit penggunanya. Alasan lain, “YM ID gue sudah terkenal seantero jagad. Males promosi ID baru kalau makai Google Talk.”

Buat Sampeyan yang mengakses internet mengunakan GPRS atau CDMA2001x, chating menggunakan YM mungkin cukup menguras bandwidth karena YM chat client selalu menyedot hal-hal yang tidak perlu seperti iklan. Nah, dengan chat client YM yang tidak resmi ini, dijamin Sampeyan akan mantheng bersembang ria dengan kontak-kontak Sampeyan tanpa membuang-buang bandwidth. Chat client ini kecil dan dijamin hanya bisa ngirim dan terima teks. Sampeyan nggak akan bisa nggaya di depan web cam. Lagipula, cari ngirit kok pakai webcam segala, apa nggak salah?

Chat client YM itu, yang nggak nguras bandwidth itu namanya YAM, kepanjangannya Yet Another Messenger. Aplikasi ini nggak perlu diinstal, cukup diluncurkan saya YAM.exe-nya.

Skrinsyut dari situsnya seperti di bawah ini:

Menggunakannya cukup mudah, tinggal luncurkan YAM.exe lalu login melalui jendela dialog seperti di bawah:

Penasaran?

Silakan unduh saja dari situsnya di sini >>>>>>>

Written by Kombor

Januari 2, 2008 at 11:07 am

Ditulis dalam Teknologi Informasi dan Komunikasi, Teropong

Ditandai dengan

PonselJakarta.Com Suspended

with 11 comments

Whoa… Celaka! PonselJakarta.Com ternyata akun hostingnya ditangguhkan oleh penyedia layanan hosting. Paling tidak, hari ini, 13 November 2007, PonselJakarta.Com hanya menampilkan tayangan seperti gambar di bawah:

ponseljakarta-suspended-2007-11-13

Baca entri selengkapnya »

Written by Kombor

November 13, 2007 at 10:41 am

Tipuan Indosat

with 8 comments

Indosat menipu? Menipu apa ya? Apa iklan tarif nol rupiah yang dibintangi Dian Sastro itu yang menipu? Apa iya tarifnya nol rupiah? Nelpon Rp 5000 dapat free talk Rp 5000. Kalau nelponnya Rp 6000 atau Rp 7000 bagaimana? dapat free talk-nya berapa? Hah!? Rp 5000? Atuh nggak NOL rupiah dong tarifnya? Kalau nelponnya hanya Rp 3000 atau Rp 4999 apa dapat free talk juga? Enggak dong, hanya nelpon Rp 5000 yang dapat.

Ah… jangan percaya begitu saja!

Baca entri selengkapnya »

Written by Kombor

November 5, 2007 at 11:50 am

CDMA Nomer 1 GSM Nomer 2

with 4 comments

Kang Kombor bukanlah orang yang mempan dibujuki pake perempuan atau dada perempuan. Apalagi kalau iming-iming itu hanya omong kosong alias perempuan dan dada perempuannya nggak bisa Kang Kombor nikmati. Bujukan pake perempuan misalnya tarif Rp 0,- yang menampilkan Dian Sastrowardoyo, si cantik yang ehem.. ehem…. Dada perempuan misalnya tarif Rp 1,- per detik yang entah nama modelnya siapa. Dalam hal model iklannya Kang Kombor kenali atau tidak, iklan Rp 1,- kalah oleh iklan Rp 0,- soale yang Rp 1,- per detik modelnya nggak Kang Kombor kenal. Sebenarnya nggak usah dikasi iklan Rp 0,- Kang Kombor juga make operator itu. Sudah dua tahun terakhir produk dari Satelindo itu Kang Kombor pake. Keluarga di Sleman juga make layanan dari operator yang sama sehingga klop dah.

Operator GSM sibuk melakukan perang tarif sesama operator GSM agar produknya tetap dipakai oleh pelanggan. Selain itu, mereka juga menghadapi serangan dari operator CDMA. Masa-masa keemasan operator GSM di mana mereka bisa semena-mena mengenakan tarif mahal kepada para pemakai layanannya sudah mulai digantikan oleh era baru, era layanan komunikasi dan telekomunikasi yang murah. Bukan hanya komunikasi suara saja melainkan juga komunikasi data. Operator CDMA masuk kancah pertempuran dengan menawarkan tarif telepon murah dan layanan data yang berkecepatan lebih tinggi daripada layanan data GPRS yang diberikan oleh operator GSM. Kang Kombor tidak bisa membayangkan seandainya Depkominfo tidak menunda tender WIMAX pasti masyarakat akan semakin mudah mendapatkan layanan komunikasi dan telekomunikasi yang murah dan banyak macamnya. Untuk komunikasi suara bisa memakai CDMA, GSM dan WIMAX. Untuk komunikasi data bisa menggunakan GPRS, CDMA, EDGE, HSDPA atau WIMAX.

Sayang tender WIMAX ditunda padahal Kang Kombor dan teman-teman sudah punya rencana bisnis yang dipincuti sebuah kelompok bisnis yang besar tetapi jadi terbengkalai karena frekuensi nggak jadi ditenderkan sehingga masyarakat mungkin baru bisa merasakan layanan WIMAX ketika teknologinya sudah ketinggalan zaman.

Baca entri selengkapnya »

Written by Kombor

Oktober 9, 2007 at 12:36 pm

Bangga Sebagai Orang Indonesia, Saya Ingin Make domain .ID (Kominfo, Jual Dong!)

with 19 comments

Memakai domain tingkat kedua (second level domain) Indonesia macam web.id, or.id nggak cocok buat saya. Saya pingin ccTLD Indonesia, yaitu ID bisa dijual seperti .tv, .us, .tk, dll. Merupakan suatu kebanggaan tersendiri bisa memakai top level domain Indonesia (.id) karena saya asosiasikan ID = identity = identitas.

Entah kapan Depkominfo melalui web ini akan mengijinkan kita memakai domain .id buat kita. Kalau second level domain nyapek-nyapekin ngetik di address bar perambah kita. Coba kombor.id atau moharifwidarto.id. Enak kan, ngetiknya! Kalau kombor.web.id mah males, mending make kombor.com, kombor.net atau kombor.info. BTW, domain .blog belum ada juga yah?

Rekan-rekan blogger yang lain, mau nggak make domain .ID? Gimana kalau sama-sama minta agar domain .id bisa dijual kepada WNI seperti second level domain yang sudah bisa dipakai itu?

Mau tahu apa itu ccTLD atau daftar ccTLD yang sudah ada? Klik aja sendiri yah.

TANDATANGANI PETISI ONLINE BAGI YANG SETUJU UNTUK MEMINTA PENGELOLA ccTLD INDONESIA AGAR MAU MENJUAL TOP LEVEL DOMAIN ID KEPADA KITA WARGA NEGARA INDONESIA.

Written by Kombor

April 9, 2007 at 5:21 pm

Di Internet Aku Bisa Orgasme

with 17 comments

Internet memang tempat yang sangat mengasyikkan dan menggairahkan. Apa saja ada di internet sehingga apa pun yang kita cari, 99,99% akan tersedia di internet. Termasuk segala hal yang dapat memuaskan diri sendiri. Contohnya, Kang Kombor bisa orgasme hanya dengan berada di depan monitor komputer yang digunakan untuk melayari internet.

Bagaimana Kang Kombor bisa orgasme? Apa onani?

Written by Kombor

April 6, 2007 at 2:52 am

Ganti RSS Reader

with 9 comments

Karena GreatNews yang saya pakai suka lama kalau mau menambah langganan saya tadi mencari-cari pembaca pengumpan yang lain. Ketemu dengan RSS Bandit. Setelah dicoba lumayan OK walaupun file set upnya cukup gede, 8,5MB.

Kalau ada yang mau nyari tahu atau nyoba bisa kunjungi webnya RSS Bandit. Walaupun bukan gretnyus tetapi pengumpan yang diterima mak nyuusss juga.

Written by Kombor

April 2, 2007 at 10:40 pm

Yahoo!Mail menjanjikan kapasitas tak terbatas (unlimited storage)

with 7 comments

  • Puas dengan email kantor di 250MB?
  • Puas dengan email dari Hotmail 250 MB atau 2 GB?
  • Puas dengan email dari Gmail dengan 2,8 GB?

Yahoo!Mail menjanjikan kapasitas penyimpanan email tidak terbatas.

As Yahoo! Mail approaches its 10-year anniversary, I’m the lucky one who gets to announce that we will begin offering everyone unlimited email storage starting in May 2007.”

Nggak percaya? Baca ceritanya di sini.

Nggak perlu hapus email lagi. Tapi baca email dari web apa enaknya? Hmm… mungkin OK juga sih, toh saat ini telpon genggam sudah dibekali perambah mobil macam Opera Mobile. Yahoo! juga punya Yahoo!Go. Gmail bisa diakses dari m.gmail.com. WordPress.com pun bisa diakses dari m.wordpress.com. Yang punya Opera Mini bisa langsung bikin photoblog dari telpon genggam. Nggak percaya? Kombor’s Photoblog ini dipublish langsung dari Siemens M75 yang dipasangi Opera Mini.

Written by Kombor

Maret 29, 2007 at 10:53 pm