Moh Arif Widarto

Archive for the ‘SMA TN’ Category

Informasi Pendaftaran Calon Siswa SMA Taruna Nusantara Magelang 2009/2010

with 102 comments

Mengingat banyaknya pencari informasi pendaftaran siswa baru SMA Taruna Nusantara Magelang TP 2009/2010 yang masih saja mengakses informasi tahun sebelumnya (TP 2008/2009) di blog ini, maka saya putuskan untuk mengunjungi website SMA Taruna Nusantara dan menemukan informasi penerimaan siswa baru TP 2009/2010 di halaman Info Pendaftaran.

Image

SMA TARUNA NUSANTARA (BERASRAMA)

MENERIMA SISWA KELAS X TP. 2009/2010

Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara (LPTTN)

Pengelola SMA Taruna Nusantara

menerima Pendafaran Siswa Kelas X

 

1. Persyaratan.

a. Warga Negara Indonesia (WNI) Laki dan Perempuan.

b. Beragama.

c. Usia maksimal 17 tahun pada bulan Juli 2009.

d. Sehat Jasmani dan Rohani (Surat Keterangan Dokter).

e. Tinggi dan Berat Badan Seimbang.

f. Berkelakuan Baik (Keterangan Kepala Sekolah).

g. Siswa Kelas III SMP/sederajat. Nilai Raport Kelas I s.d. III SMP minimal 7 untuk Pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, IPA dan Matematika.

h. Bersedia tinggal di Asrama selama mengikuti pendidikan.

i. Persetujuan Orang Tua/Wali.

2. Waktu dan Tempat Pendaftaran.

a. Waktu : 15 Januari s.d. 31 Maret 2009.

b. Tempat : Ajen Kodam atau Ajen Korem dan Kodim

3. Cara Pedaftaran.

a. Mengisi Formulir Pendaftaran FORM : NO 02-2009 (Formulir dapat diambil di tempat Pendaftaran).

b. Menyerahkan Formulir Pendaftaran beserta lampirannya masing-masing rangkap 3.

Lampiran Formulir sebagai berikut :

  1. Fotokopi Raport Kelas 1 s.d. Kelas III SMP yang telah dilegalisir Sekolah.
  2. Fotokopi Akte Kelahiran yang telah dilegalisir Sekolah.
  3. Surat Keterangan Berkelakuan Baik di Sekolah.
  4. Pas Foto Hitam Putih ukura 3 x 4 cm sebanyak 3 lembar.
  5. Surat Keterangan Dokter (Dokter Rumah Sakit Pemerintah atau Militer setempat)

4. Seleksi. Seleksi dilaksanakan dalam dua tahap :

a. Seleksi Awal.

  1. Seleksi Administrasi, meneliti data Calon Siswa yang tertulis pada Formulir Pendaftaran dihadapkan pada substansi persyaratan penerimaan (dilaksanakan di daerah/Ajen maupun Pusat/LPTTN)
  2. Seleksi Akademik, Calon Siswa yang memenuhi persyaratan diharuskan mengikuti Seleksi Akademik dengan materi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, IPA dan Matematika, dilaksanakan sekitar bulan April 2009 di Ajendam/Ajenrem.

b. Seleksi Lanjutan.

  1. Calon Siswa yang dinyatakan lulus Seleksi Akademik akan dipanggil untuk Seleksi Lanjutan berupa Seleksi Psikolgi dan Kesehatan di daerah yang ditunjuk.
  2. Bagi siswa yang dinyatakan lulus seleksi psikologi dan kesehatan dipanggil ke SMA Taruna Nusantara Magelang untuk wawancara.
  3. Seluruh biaya transportasi ditanggung peserta.

c. Diberikan kesempatan bagi Calon Siswa yang memenuhi persyaratan kelulusan dan bersedia memberikan Kontribusi Khusus guna pengembangan SMA Taruna Nusantara.

5. Biaya.

a. Calon Siswa dikenakan Biaya.

  1. Biaya Pendaftaran Rp. 100.000,- (Seratu ribu rupiah).
  2. Seleksi Lanjutan (Wawancara) di Magelang tidak dikenakan biaya.
  3. Bagi Calon Siswa yang dinyatakan diterima wajib membayar (untuk TP. 2009/2010) :
  • a) Uang Pangkal Rp. 20.000.000,- (Dua puluh juta rupiah).
  • b) Iuran Sekolah Rp. 2.500.000,- (Dua juta lima ratus ribu rupiah) per bulan. Biaya sudah termasuk akomodasi, makan dan biaya kegiatan belajar mengajar yang lain.

b. Cara Pembayaran.

  1. Uang Pendaftaran dibayarkan pada waktu mengambil Formulir Pendaftaran di Panitia Daerah setempat.
  2. Uang Pangkal dan Uang Sekolah bulan Juli 2009 dibayarkan sesudah mendapat panggilan masuk dan diterima menjadi siswa SMA Taruna Nusantara di Magelang dengan catatan :
  • a) Calon siswa dinyatakan gugur diterima karena tidak membawa persyaratan, iuran sekolah bulan Juli 2009 dikembalikan penuh
  • b) Bagi Calon siswa yang mengundurkan diri setelah dinyatakan diterima, Iuran sekolah bulan Juli 2009 dikembalikan penuh.

6. Beasiswa.

Pada TP. 2009/2010 SMA Taruna Nusantara menyediakan sejumlah Beassiwa secara terbatas bagi Calon Siswa yang berprestasi tinggi namun Orang Tuanya tidak mampu membayar Iuran Sekolah dan Uang Pangkal.

Persyaratan Beasiswa sebagai berikut :

a. Nilai raport SMP dan yang setingkat semester I s.d. V minimal rata-rata 8 (delapan) untuk mata pelajaran Matematika, IPA, Bahasa Inggris, dan bahasa Indonesia dan masing-masing pelajaran memenuhi nilai minimal 7,5

b. Para siswa/siswi potensial dan berprestasi namun nilai rata-rata kurang dari 8 (delapan) diberikan kesempatan mengajukan minat untuk mendaftarkan diri menjadi peserta beasiswa dengan rekomendasi dari Kepala Sekolah dan Guru mata pelajaran yang bersangkutan.

c. Tidak pernah tinggal kelas selama mengikuti pendidikan SMP atau setingkat dan lulus tahun ajaran 2008/2009.

d. Mengikuti prosedur Pendaftaran dan Seleksi yang telah ditetapkan.

e. Mengisi Formulir Pengajuan Beasiswa FORM NO : 03-2009.

f. Menyerahkan Daftar Penghasilan Orang Tua (Bapak dan Ibu atau Wali) dan Instansi tempat bekerja atau dari Lurah/Kepala Desa setempat.

g. Menyerahkan Fotokopi Kartu Kelurga dan KTP Orang Tua/Wali.

h. Meyertakan peringkat di Sekolah yang dikeluarkan oleh Sekolah. i. Dinyatakan dapat meperoleh Beasiswa oleh Panitia Penerimaan Calon Siswa Tingkat Pusat.

7. Bagi Calon Siswa yang dinyatakan diterima sebagai Siswa SMA Taruna Nusantara langsung masuk pendidikan.

KATEGORI PENDAFTARAN :

  • Pendaftar Calon Siswa SMA Taruna Nusantara TP. 2009/2010 kategori Sanggup Membayar Iuran Sekolah.
    1. Pendaftar yang memenuhi persyaratan sesuai Form No. 01-2009.

    2. Mengisi Form No. 02-2009.

    3. Bersedia dan mampu membayar Uang Pangkal dan Iuran Sekolah sesuai ketentuan LPTTN.

    4. Bersedia membayar sumbangan sukarela sesuai kemampuan.

    5. Kelulusan tidak ditentukan oleh besar kecilnya sumbangan sukarela.
    6. Calon Siswa yang dinyatakan diterima adalah bagi yang lul
      us Test Akademik,  Kesehatan, Psikologi, dan Wawancara.
  • Pendaftar Calon Siswa SMA Taruna Nusantara TP. 2009/2010 kategori “Kontribusi Khusus”.
    1. Pendaftar yang memenuhi persyaratan sesuai Form No. 01-2009.

    2. Mengisi Form No. 02A-2009 dan Form No. 04-2009.

    3. Bersedia dan mampu memberi Kontribusi Khusus yang besarnya  minimal Rp. 50.000.000,- (Lima puluh juta rupiah).

    4. Bersedia dan mampu membayar Uang Pangkal dan Iuran Sekolah sesuai ketentuan LPTTN.

    5. Calon Siswa yang dinyatakan diterima adalah bagi yang lulus Tes Akademik, Kesehatan, Psikologi, dan Wawancara.

    6. Kelulusan tidak hanya ditentukan oleh jumlah Kontribusi Khusus yang akan  diberikan, tetapi oleh hasil Test Akademik, Kesehatan dan Psikologi dengan standard minimal.
  • Pendaftar Calon Siswa SMA Taruna Nusantara TP. 2009/2010 dengan kategori Permohonan Memperoleh Beasiswa.
    1. Pendaftar yang memenuhi persyaratan sesuai Form No. 01-2009.
    2. Mengisi Form No. 03-2009, Form No. 05-3009 dan Form No. 06-2009.
    3. Orang Tua Calon Siswa tidak mampu secara ekonomis.
    4. Calon Siswa yang dinyatakan diterima adalah bagi yang lulus Tes Akademik dengan NILAI BAIK,   Kesehatan, Psikologi dan Wawancara.

Keterangan lebih lanjut

Dapat diperoleh di tempat Pendaftaran

LPTTN : Jl. KH. Wahid Hasyim No. 7 Jakarta Pusat 10340 Telp : 021-31905440 Fax : 021-31905409

SMA TN : Jl. Raya Purworejo Magelang 56172 Telp : 0293-364195, Fax : 0293-364047

TEMPAT PENDAFTARAN CASIS SMA TARUNA NUSANTARA TP. 2009/2010

NO. PANDA/SUB PANDA, ALAMAT PENDAFTARAN, NO.TELP.

1. AJENDAM ISKANDAR MUDA, JL. NYAK ADAM KAMIL II NEUSU BANDA ACEH, 0651.26786

2. AJENDAM I/BUKIT BARISAN, JL. BINJAI KM. 7,4, , MEDAN, 061.845300

3. AJENREM 023/KAWAL-SAMUDERA, JL. DATUK ITAM NO. 1, SIBOLGA, 0631.22805

4. AJENREM 031/WIRA BIMA, JL. PERWIRA, PEKANBARU, 0761.21501

5. AJENREM 032/WIRA PRAJA, JL. SAMUDERA NO. 1, PADANG, 0751.23365

6. AJENREM 033/WIRA PRATAMA, JL. SEI TIMUN BATU 14, SANGGRANG TJ. PINANG, 0771.21856

7. AJENDAM II/SRIWIJAYA, JL. URIP SUMOHARJO, SEKOJO, PALEMBANG, 0711.713868

8. AJENREM 041/GARUDA EMAS, JL. PEMBANGUNAN NO. 3, PADANG HARAPAN BENGKULU, 0736.21870.

9. AJENREM 042/GARUDA PUTIH, JL. DR.AK. GANI NO. 3, JAMBI, 0741.23191

10. AJENREM O43/GARUDA HITAM, JL. IR. SUKARNO HATTA, BANDAR LAMPUNG, 0721.701596

11. KODIM 0413/BANGKA, JL. SOLIKIN GP, PANGKAL PINANG, 0717.432004

12. AJENDAM JAYA, GEDUNG WIRAGUNA, JL. KESEHATAN, CIJANTUNG JAKTIM, 08I2.8291032

13. AJENDAM III/SILIWANGI, JL.BOSCHA, BANDUNG, 022.2039645

14. AJENREM 064/MAULANA YUSUF, JL. MAULANA YUSUF, SERANG. 0254.200208

15. AJENDAM IV/DIPONEGORO, JL. P. KEMERDEKAAN, WATUGONG SEMARANG, 024.7472249

16. AJENREM 072/PAMUNGKAS, JL. RING ROAD BARAT, DEMAK IJO YOGYAKARTA, 0274.566325

17. AJENDAM V/BRAWIJAYA, JL. BELAKANG RUMKIT SAIFUL-ANWAR, MALANG, 0341.366159

18. AJENDAM VI/ TANJUNG. PURA, JL. JENDERAL SUDIRMAN 10, BALIKPAPAN, 0542.425342

19. AJENREM 101/ANTASARI, JL. TENDEAN NO. 60, BANJARMASIN, 0511.3252141

20. AJENREM 121/ABW, JL. ADI SUCIPTO KM. 6, PONTIANAK, 0561.7009027

21. AJENREM 102/PANJUNG, JL. IMAM BONJOL NO. 5, PALANGKARAYA, 0536.21578

22. AJENDAM VII/WIRABUANA, JL. GARUDA NO. 3, MAKASAR, 0411.5056298

23. AJENREM 131/SANTIAGO SARIO, NJL. A. YANI NO 19, MANADO0431.851450

24. AJENREM 132/TADULAKO, JL. JENDERAL SUDIRMAN 25, PALU, 0451.421514

25. AJENREM 143/HALO ILIO, JL. DRS. ABDUL SILANDAI 41, KENDARI, 0401.321262

26. AJENDAM XVII/CENDRAWASIH, JL. DIPONEGORO UJUNG, JAYAPURA, 0967.533854

27. AJENREM 171/SORONG, JL. PRAMUKA NO 1, SORONG, 0951.325754

28. AJENREM 173/BIAK, JL. MOJOPAHIT NO. 9, TRIKORA I BIAK, 0981.21670

29. AJENREM 174/MERAUKE, JL. RAJAMANDALA, MERAUKE, 0971.321707

30. AJENDAM XVI/PATIMURA, JL. AJEN NO. 1, AMBON, 0911.313537

31. AJENDAM IX/UDAYANA, JL. PANG. BESAR SUDIRMAN, DENPASAR, 0361.228007

32. AJENREM 161/KUPANG, JL. TOMPELO NO. 2, KUPANG, 0380.821072

33. AJENREM 162/MATARAM, JL. MALOMBA AMPERAN, MATARAM, 0370.621273

35. AJENREM 152/BABULLAH, JL. AM. KOMARUDDIN NO.1, TERNATE, 0921.3121075

35. KODIM 1304/GORONTALO, JL.JENDERAL A. YANI, GORONTALO, 0435.821056

Written by Kombor

Januari 22, 2009 at 4:05 am

Ditulis dalam Pendidikan, SMA TN

Fertob Menetap di Sorong

with 3 comments

Saya yakin teman-teman bloger masih ingat dengan Fertob, teman sekolah saya di SMA Taruna Nusantara Magelang yang memiliki blog bertema psikologi, yang menggunakan nick name Pyrrho. Nama aslinya Ferry Tobing.

Pada saat masih menjadi calon siswa, kami yang berasal dari Yogyakarta ditempatkan di Graha VII bersama dengan teman-teman dari Palembang, Riau, Sumatera Utara, dan Irian Jaya. Yang berasal dari Panitia Daerah Irian Jaya adalah Agustinus Wahyudi, Ferry Tobing, Ikhlas Putro Wasono, dan Yudi Iskandar. Ada lagi Jermias Rontini, Erick Kadir Sully dan Johny Edison Isir, para putra asli Irian Jaya yang tidak masuk Graha VII pada saat casis. Pada saat kelas I, Agustinus Wahyudi dan Jermias Rontini yang menjadi teman sekelas saya. Ferry Tobing yang jenius masuk ke kelas lain bersama jenius-jenius yang lain.

Pada saat naik ke kelas II, Ferry Tobing masuk ke jurusan A1 (Fisika) bersama Yudi Iskandar dan Johny Edison Isir (yang terakhir ini saya agak lupa). Agustinus Wahyudi masuk jurusan A2 (Biologi) bersama saya. Jermias Rontini, Erick Kadir Sully dan Ikhlas Putro Wasono masuk ke jurusan A3 (IPS).

Lulus dari SMA, Ferry Tobing saya dengar masuk STAN. Agustinus Wahyudi masuk Teknik Elektro UGM. Yudi Iskandar saya lupa ke UI atau ITB. Empat yang lain, Jermias Rontini, Erick Kadir Sully, Johny Edison Isir dan Iklhas Putro Wasono melanjutkan ke Akademi Kepolisian. Saat ini, keempatnya telah berpangkat Komisaris Polisi (setingkat Mayor). Dalam perjalanan selanjutnya saya dengar Ferry Tobing keluar dari STAN dan kuliah di Psikologi UI.

Jujur saja, sejak lulus SMA pada tahun 1993 sampai saat ini saya belum pernah lagi bertemu dengan Ferry Tobing. Saya menemukan jejak Ferry Tobing di blogosfer melalui blognya yang di Friendster. Setelah itu barulah Ferry Tobing membuka blog di http://fertobhades.wordpress.com. Ferry Tobing saat itu tinggal di Depok. Saya ingin bertemu dengannya tetapi nampaknya Ferry Tobing memang kurang suka bertemu orang seperti yang pernah ditulisnya sendiri.

Saat mendapat kabar bahwa Ferry Tobing akan pulang dan menetap di Sorong, saya menggagas acara Kopdar dengan Fertob. Chika saya mintai tolong untuk menentukan tempat kopi darat. Acara itu jadi dilaksanakan pada 15 Juni 2008 (seingat saya) bertempat di Monumen Nasional (Monas). Saya sendiri malah tidak bisa hadir karena mendadak harus pulang ke Sleman karena ibu saya sakit dan masuk rumah sakit. Akan tetapi, saya tetap gembira karena para penggemar Fertob dapat bertemu dengan Fertob yang irit bicara itu.

Blog Fertob sendiri posting terakhir tertanggal 1 Juli 2008 dan sampai saat ini belum ada update terbaru.

Alhamdulillah, hari ini saya mendapat kontak dari Ferry Tobing. Dia memberi ucapan selamat Idul Fitri dengan nomor baru. Saya kemudian smsian dengan Fertob. Ia mengabarkan bahwa saat ini ia sudah menetap di Sorong untuk meneruskan usaha keluarga. Ketika saya tanyakan mengenai blognya, Fertob mengatakan bahwa blognya error. Dia tidak bisa posting. Fertob sudah melaporkan kepada Matt tetapi sampai saat ini dia masih tetap belum bisa posting.

Fertob titip salam buat teman-teman bloger sekalian. Apabila ada di antara teman-teman yang rindu dengan Fertob dan ingin berkomunikasi, silakan sms saya. Saya akan informasikan nomor baru Fertob. Tidak punya nomer ponsel saya? Silakan email saya. Tidak tahu email saya? Silakan gunakan formulir kontak di blog ini dan informasikan nomor ponsel Anda.

Written by Kombor

Oktober 1, 2008 at 3:58 pm

Ditulis dalam Ikastara, SMA TN, silaturahim

TANDEF dan ISCEL Persembahan Alumni SMA Taruna Nusantara Magelang Bagi Indonesia

with 8 comments

Pada 14 Juli 1990 yang lalu, 281 lulusan SMP dari seluruh nusantara dilantik menjadi siswa sebuah sekolah menengah berasrama yang dipersembahkan untuk bangsa dan negara. Sekolah itu bertempat di Desa Pirikan, di tepi Jalan Raya Magelang – Purworejo. Tidak tanggung-tanggung, pada upacara yang disebut Prasetya Siswa tersebut, Panglima ABRI saat itu Jenderal TNI Try Sutrisno yang bertindak selaku Inspektur Upacara.

Tidak terasa, sudah 18 tahun usia SMA Taruna Nusantara Magelang. Sampai saat ini, SMA Taruna Nusantara Magelang sudah meluluskan alumninya sebanyak 16 Angkatan dengan jumlah alumni sekitar 4000 orang. Alumni pertama yang lulus melalui Upacara Prasetya Alumni sebanyak 275 orang dari input sebanyak 281 orang. Alumni SMA Taruna Nusantara tersebar di seluruh bidang. Ada yang menjadi prajurit TNI, anggota kepolisian, PNS di berbagai departemen, karyawan swasta, wirausaha, peneliti, penulis buku, dll.

Di kancah nasional, alumni SMA Taruna Nusantara belum terdengar kiprahnya. Akan tetapi, sebenarnya mereka telah berkiprah di bidang masing-masing. Tengok saja Romi Satriawahono yang menjadi gerbong IlmuKomputer.Com sebagai contoh. Romi tidak pernah menonjol-nonjolkan dirinya sebagai alumnus SMA Taruna Nusantara sehingga dia tidak dikenal sebagai alumnus SMA Taruna Nusantara Magelang oleh khalayak. Saya sendiri mengenal pribadi Romi yang memang selalu rendah hati dengan tingkat kepakaran yang dimilikinya.

Contoh kedua adalah Dr. T. Faisal Fathani, ahli Teknik Sipil dari Universitas Gadjah Mada yang bersama rekan-rekannya telah membuat alat deteksi tanah longsor yang kemudian dijiplak idenya, dibuat alat deteksi versi digital dan dipatenkan oleh ilmuwan Jepang. Dr. T. Faisal Fathani adalah juga alumnus SMA Taruna Nusantara Magelang. Tentu saat ini Dr. T. Faisal Fathani lebih dikenal sebagai orang UGM daripada alumni SMA Taruna Nusantara Magelang.

Saya sendiri berpendapat bahwa alumni SMA Taruna Nusantara Magelang harus mulai menunjukkan eksistensinya di percaturan kehidupan berbangsa dan bernegara. Pendapat tersebut saya dasarkan pada pemikiran bahwa masyarakat harus diberi informasi mengenai kiprah alumni SMA Taruna Nusantara yang oleh pendirinya, almarhum Bapak LB Moerdani pada prasastinya dituliskan ” Dipersembahkan Bagi Bangsa dan Negara”. Dua contoh di atas hanya merupakan bagian kecil dari kiprah alumni SMA Taruna Nusantara Magelang. Masih banyak prestasi lain yang dipersembahkan oleh alumni SMA Taruna Nusantara baik yang berada di dalam lingkaran kepegawaian negara maupun bukan. Misalnya, di KPK, terdapat beberapa alumni SMA Taruna Nusantara baik yang berprofesi sebagai penyidik maupun bukan. Di Departemen Keuangan, alumni SMA Taruna Nusantara tersebar baik di Bea Cukai, Pajak, maupun Perbendaharaan Negara. Di Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia, ada alumni yang menjadi pegawai Imigrasi. Di Departemen Luar Negeri, ada alumni SMA Taruna Nusantara Magelang yang menjadi Diplomat di San Fransisco, Amerika Serikat. Diplomat muda tersebut bernaka Khasan Ashari.

Guna mewujudkan janji untuk memberikan karya terbaik bagi masyarakat, bangsa, negara dan dunia, alumni SMA Taruna Nusantara Magelang mempersembahkan dua lembaga kajian bagi bangsa Indonesia. Lembaga pertama bergerak dalam pemantauan pemilu. Lembaga ini diberi nama ISCEL, kependekan dari Indonesian Society for Civilized Election, dimotori oleh Ari Juliano Gema, seorang pengacara muda alumni SMA Taruna Nusantara. Lembaga kedua bergerak dalam kajian pertahanan nasional. Lembaga ini diberi nama TANDEF, kependekan dari Think & Act for National Defense. TANDEF dimotori oleh Khairil Azmi, alumnus angkatan ke-4 SMA Taruna Nusantara Magelang. Sebagai lulusan angkatan pertama, saya diminta oleh Direktur Eksekutif TANDEF — Khairil Azmi — untuk menjadi anggota Dewan Penasehat Reguler.

Saya memimpikan bahwa sebentar lagi akan keluar sebuah lembaga kajian ekonomi, lembaga kajian pertanian, lembaga kajian maritim, lembaga kajian pemerintahan daerah, dan lain-lain yang diprakarsai oleh alumni SMA Taruna Nusantara Magelang.

Semoga.

Written by Kombor

Agustus 20, 2008 at 7:27 am

Ditulis dalam Perjuangan, SMA TN, Utama

Kelompok Eksklusif Anak-anak Elit Jakarta di SMA Taruna Nusantara

with 34 comments

SMA Taruna Nusantara Magelang merupakan sekolah yang didirikan atas prakarsa almarhun Jendral LB Moerdani pada tahun 1980-an. Sekolah itu menerima siswa pertamakali pada tahun 1990. Sesuai salah satu wawasan yang diajarkan di sekolah berasrama itu, yaitu wawasan kenusantaraan, semua siswa berasal dari seluruh provinsi yang ada di nusantara. Saat itu masih 27 provinsi sehingga dari 281 siswa angkatan pertama, ada perwakilan dari setiap provinsi.

Saya masih ingat nama dari tiga teman saya yang berasal dari Timor Timur. Mereka adalah Virgilio, Jaulino dan Adelino. Nama belakang mereka samar-samar di kepala saya. Kalau tidak salah Virgilio Da Costa, Jaulino Da Costa Pinto. Untuk Adelino, saya tidak ingat sama sekali. Baca entri selengkapnya »

Written by Kombor

Juli 19, 2008 at 10:04 pm

Ditulis dalam Pendidikan, SMA TN

Ditandai dengan

14 Juli 1990

with 4 comments

Pagi hari itu, Sabtu 14 Juli 1990, saya menjadi bagian dari 281 anak Indonesia yang berasal dari seluruh penjuru nusantara (27 provinsi waktu itu) yang dilantik menjadi siswa SMA Taruna Nusantara Magelang melalui sebuah Upacara Prasetya Siswa. Upacara dipimpin oleh Panglima ABRI waktu itu, Jenderal TNI Try Sutrisno.

Perasaan saya waktu itu bercampur aduk. Saya sangat gembira karena hari-hari yang melelahkan selama proses seleksi untuk menjadi siswa SMA Taruna Nusantara telah berhasil saya lalui dengan baik. Saya sangat mengingat momen-momen seleksi itu. Yang pertama adalah seleksi administrasi yang dilakukan di Kodim Sleman. Saya harus mengambil berkas administrasi pendaftaran lalu mengisinya dan melengkapi semua persyaratan yang ada. Ada fotokopi rapor SMP dari semester 1 sampai semester 5, ada Surat Ijin Orang Tua, SKKB, Surat Keterangan Sehat dari Puskesmas. Saya mencari sendiri semua yang saya butuhkan, mulai dari RT, RW, Dukuh, Lurah, Kecamatan, Koramil, Polsek, Polres untuk SKKB. Ke Puskesmas untuk periksa kesehatan. Lalu, saya mengembalikan berkas administrasi pendaftaran itu ke Kodim seorang diri tanpa disertai oleh orang tua. Di sana ada pemeriksaan gigi oleh dokter gigi muda yang cantik. Setelah itu, yang perlu saya lakukan hanyalah menunggu surat panggilan dari Kodim. Kalau lulus seleksi administrasi, saya akan dikirimi surat panggilan.

Baca entri selengkapnya »

Written by Kombor

Juli 14, 2008 at 12:30 am

Ditulis dalam Pendidikan, SMA TN

Ditandai dengan

Sayang, Fertob dan Romi Tidak Hadir Pada Munas Ikastara

with 5 comments

Munas V Ikastara 2008

Munas V Ikastara kemarin berhasil dilaksanakan dengan sukses dan lancar. Selain membahas usulan perubahan AD, menerima laporan pertanggungjawaban Ketua Umum Ikastara periode 2005 – 2008, Munas V Ikastara kemarin juga berhasil memilih Ketua Umum Ikastara periode 2008 – 2011. Syarif Syahrial, SE, MSE, terpilih menjadi Ketua Umum setelah mengalahkan dua kandidat yang lain yaitu Dr. Agung Wicaksono, ST, MBA dan dr. Herbert Situmorang, SPOG.

Alumni yang hadir di Balai Pendidikan dan Latihan Departemen Pertahanan Jl. Salemba Raya – Jakarta sekitar 300-an orang. Untuk Angkatan I sendiri yang hadir adalah:

Baca entri selengkapnya »

Written by Kombor

Juni 29, 2008 at 12:08 pm

Ditulis dalam Ikastara, SMA TN

Ditandai dengan ,

Musyawarah Nasional Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara Tahun 2008

with 4 comments

SMA Taruna Nusantara Magelang meluluskan alumninya untuk pertama kali pada tahun 1993. Sebanyak 275 siswa dari 281 siswa — yang dilantik pada tanggal 14 Juli 1990 melalui upacara Prasetya Siswa yang dipimpin oleh Panglima ABRI Jend. TNI Try Soetrisno sebagai Inspektur Upacara — dilantik menjadi alumni melalui sebuah upacara Prasetya Alumni. 275 alumni pertama siap terjun ke masyarakat untuk melanjutkan pendidikan atau bekerja. Kini, pada 21 Juni 2008 yang lalu, SMA Taruna Nusantara kembali melakukan upacara Prasetya Alumni untuk angkatan ke 16. Tidak terasa sudah 16 angkatan diluluskan oleh SMA Taruna Nusantara Magelang.

Pada tahun 1994, setahun setelah lulus, para alumni Angkatan I SMA Taruna Nusantara memelopori berdirinya sebuah ikatan alumni yang diberi nama Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara yang disingkat IKASTARA. Sepanjang sejarah berdirinya, IKASTARA telah memiliki dua Ketua Umum yaitu Anang Kurniawan Hanudji (alumnus Angkatan I) dan Takwa Fuadi Samad (alumnus Angkatan II). Kedua Ketua Umum IKASTARA itu menjabat dalam dua periode masa jabatan. Sebagaimana pasal mengenai jabatan presiden di Republik Indonesia, maka Ketua Umum IKASTARA maksimal hanya boleh dijabat selama 2 kali berturut-turut dan setelah itu alumnus yang bersangkutan tidak boleh lagi mencalonkan diri.

Pada 28 Juni 2008 yang akan datang, IKASTARA akan melaksanakan Musyawarah Nasional V untuk menerima laporan Pertanggungjawaban Ketua Umum periode 2005 – 2008, mengubah AD/ART dan memilih Ketua Umum periode 2008 – 2011. Ada tiga alumni SMA Taruna Nusantara yang telah ditetapkan menjadi Calon Ketua Umum yang berhak untuk dipilih pada Munas nanti yaitu:

  1. Dr. Agung Wicaksono, M.Sc. MBA, alumnus Angkatan III
  2. dr. Herbert Situmorang, SPOG, alumnus Angkatan II
  3. Syarif Syahrial, SE, MSE, Alumnus Angkatan V

Baca entri selengkapnya »

Written by Kombor

Juni 27, 2008 at 2:13 pm

Ditulis dalam Ikastara, Pendidikan, Politik, SMA TN

Ditandai dengan ,

Naskah Soal Seleksi Akademik Calon Siswa SMA Taruna Nusantara TP 2007/2008

with 5 comments

Sesuai janji saya, naskah soal sudah saya pindai dan unggah ke server. Servernya Geocities, sih!

Selanjutnya naskah soal tahun 2007 itu saya gabung dengan soal-soal yang sebelumnya sudah ada dan saya sediakan taut untuk mengunduh soal-soal itu di halaman Soal Seleksi SMA TN. Yang berminat silakan mengunduh dari halaman tersebut.

Sedikit kekurangan pada bundel soal tes kemampuan logika (matematika) tahun 2007 adalah halaman 2 tidak ada. Bundel soal yang saya peroleh ternyata mencetak halaman 1 sebanyak 2 kali sehingga halaman 2 pada bundel soal tersebut hilang. Saya yakin soal matematika pada bundel soal tahun-tahun sebelumnya dapat menggantikan sekitar 10 soal yang hilang dari bundel soal matematikan tahun 2007.

Selamat berlatih!

Written by Kombor

Desember 28, 2007 at 3:25 am

Ditulis dalam Pendidikan, SMA TN

Ditandai dengan ,

SMA Taruna Nusantara Untuk Siapa?

with 10 comments

Hari ini saya secara tidak sengaja menenukan artikel yang ditulis oleh Kolonel CPM  Darmadi, S.Sos, SH, MM di sini. Artikel tersebut intinya bercerita mengenai gejala rendahnya animo lulusan SMA Taruna Nusantara untuk berprofesi sebagai anggota TNI/Polri dan bagaimana mengatasi gejala tersebut. Secara penuh artikel tersebut akan saya tampilkan di sini supaya Sampeyan semua tidak perlu membuka halaman lain untuk membukanya. Saya tidak mengakui artikel tersebut sebagai tulisan saya dan bahkan saya tidak akan merubah satu huruf pun supaya tidak dicaci maki sebagai tukang kopipas.

SMA TARUNA NUSANTARA

Untuk siapa ?

Kolonel CPM  Darmadi, S.Sos, SH, MM

Biro Hukum Setjen Dephan RI

31 Juli 2006

Pengantar

            Hari Minggu tanggal 16 Juli 2006, dalam suatu acara tingkat dunia di Singapura yakni Olimpiade Physica Internasional 2006 (OPI 2006), Indonesia boleh berbangga karena 5 orang fisikawan muda berhasil menjuarai ajang perlombaan tingkat dunia tersebut, 4 mendapatkan mendali emas, yang satu diantaranya dinyatakan sebagai absolute winner, dan 1 orang mendapatkan medali perak. Sekembalinya ke tanah air para pelajar Indonesia itu langsung diterima Presiden di Istana Merdeka, suatu kebanggaan yang luar biasa.

Begitu mereka mencapai prestasi juara, hari Senin pagi, ketika mereka bangun pagi di pintu kamar masing-masing telah tersedia formulir beasiswa pendaftaran dari beberapa perguruan tinggi ternama di Asia seperti Nanyang  Technology University (NTU) – Singapore, dan tawaran itu amat sangat menggiurkan untuk dilewatkan begitu saja, apalagi hal itu menyangkut nasionalisme. Betapapun kecilnya upaya penanaman jiwa kebangsaan baik melalui kurikulum sesuai dalam pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) maupun dalam ekstra kurikuler dalam kegiatan kepramukaan, pada umumnya mereka tidak seketika menerima tawaran itu, masih penuh kebanggaan dan mungkin juga perlu keputusan orang tua.

Latar Belakang

         Untuk masalah kebangsaan itulah Almarhum Jenderal Beny Moerdani sangat prihatin terhadap masa depan bangsa Indonesia, ketika upacara bendera sudah tidak menjadi kewajiban lagi di sekolah-sekolah, ketika kepramukaan sudah berada di luar jangkauan pemerintah, ketika orang-orang mampu mengirim anak-anaknya sekolah di luar negeri, dan ketika rasa nasionalisme sudah semakin tipis.

         Alm. Jenderal Benny Moerdani (Pangab ketika itu) merundingkan hal ini dengan Ki Suratman pimpinan Perguruan Taman Siswa, suatu perguruan yang termasyhur di era 1920-an dan sangat konsisten dengan masalah kebangsaan, gayung bersambut, idea untuk mendirikan suatu perguruan   yang   menanamkan   kejuangan,  cinta  tanah  air, dan kebhinnekaan terwujud ketika.

          Beliau menjabat sebagai Menteri Pertahanan dan Keamanan didirikanlah SMA Taruna Nusantara suatu hasil kerjasama antara Departemen Pertahanan menyediakan fasilitas sarana prasarana dan pembina serta biaya pendidikan, Departemen Pendidikan Nasional memberikan pengajar-pengajar terbaiknya dan Perguruan Taman Siswa memberikan warna corak pembinaan kebangsaan, sedangkan TNI berperan dalam penyaringan calon siswa melalui seleksi administarsi, kesehatan kesamaptaan jasmani dan psychologi, hasilnya benar-benar suatu sekolah nusantara dengan siswa yang berasal dari segenap penjuru tanah air, segala suku bangsa dari Sabang sampai  Merauke, yang diharapkan kelak akan menjadi tunas-tunas bangsa menjadi pemimpin Indonesia di masa depan.

Kondisi saat ini

          Pada angkatan I sampai dengan angkatan ke-X para siswa SMA Taruna Nusantara seluruhnya beasiswa murni dari Dephan/Mabes TNI, dengan pertimbangan bahwa tidak ada ruginya membiayai anak pandai dan terpilih untuk menjadi pemimpin masa depan, perkembangan situasi berubah total sejak kita mengalami krisis ekonomi pada tahun 1997/1998, anggaran negara diperketat, keputusan politik mengharuskan Departemen melepaskan sebagian sekolah-sekolah kedinasan hanya diijinkan 1 sekolah kedinasan dalam 1 departemen sehingga yang semula beasiswa murni, SMA Taruna Nusantara harus membiayai dirinya sendiri, dibentuklah Yayasan Panglima Besar Sudirman untuk menaungi SMA Taruna Nusantara dan dengan terpaksa kepada mereka yang orang tuanya mampu diminta untuk membiayai putra-putrinya sementara yang kurang mampu terus diusahakan beasiswa dari para donatur.

         Para donatur saat ini masih sangat terbatas dari lingkungan Dephan, TNI dan beberapa Gubernur/Bupati Kepala Daerah yang jumlahnya berkisar 40 siswa penerima beasiswa, dan 3 beasiswa yang bersifat mengikat dalam ikatan dinas.

         Kunjungan Presiden RI ke Jawa Tengah pada akhir tahun 2005 disempatkan untuk meninjau sekolah calon pemimpin bangsa dan diselenggarakan temu wicara antara Presiden yang didampingi beberapa Menteri dan para siswa SMA Taruna Nusantara, yang pada kesimpulannya Presiden menghimbau kepada para pejabat departemen/instansi pemerintah memberikan dukungan kepada SMA Taruna Nusantara melalui beasiswa dan bila perlu dengan ikatan dinas. Hasilnya imbauan Presiden masih sangat minim, diterima informasi hanya dari PLN yang memberikan beasiswa ikatan dinas untuk 3 orang siswa, yang lainnya belum bergeming untuk menjadi orangtua asuh bagi anak-anak cerdas di SMA Taruna Nusantara.

Kurangnya Animo Lulusan SMA Taruna Nusantara Menjadi Perwira TNI

Pemerintah (Dephan) sejak beberapa tahun yang lalu telah mengadakan kerjasama dengan Departemen Pertahanan Jepang, dan setiap tahun 2 orang lulusan SMA Taruna Nusantara dikirimkan  untuk mengikuti pendidikan pada Nippon Defence Academy (NDA) dan setelah lulus dari NDA mereka meneruskan Sepa PK dan berdinas di TNI.

Dari hasil angket yang diselenggarakan oleh LPPTN pada siswa kelas III (angkatan XIV) yang  berjumlah 291 orang pilihan masa depan mereka sebagai berikut :

-           Aparat/Pegawai Pemerintah                  41 siswa, atau   14%

-           Dosen/Guru/Pendidik                            12 siswa, atau     4%

-           Politisi                                                  6 siswa, atau       2%

-           Profesional sesuai bidangnya                 108 siswa, atau  37%

-           TNI/POLRI                                         93 siswa, atau    32%

-  &#16
0;        Wiraswasta                                          32 siswa, atau    11%

Sedikitnya animo lulusan SMU Taruna Nusantara untuk memasuki Akademi TNI/POLRI dibandingkan keinginan mereka menjadi profesional, menurut penulis sebagai berikut :

Pertama, kondisi latar belakang para siswa saat ini. Semenjak dihapuskan beasiswa murni, maka sebagian besar orangtua yang mampu dapat memasukan putra-putrinya untuk memasuki SMA Taruna Nusantara, sementara itu dari golongan menengah kebawah menyerah pada keadaan, kalau putra-putrinya lulus dan ada donatur yang mesponsori syukur, sehingga dari golongan ini jumlahnya terbatas;

Kedua, orientasi pada masa depan. Pada umumnya anak-anak kita sudah berpikir ke hari depan, untuk apa sekolah ? Tidak lain tujuannya untuk kesejahteraan hidup di masa depan seperti yang mereka lihat pada orang tuanya, dengan menjadi profesional muda pada perusahaan-perusahaan milik/ditempat ayahnya bekerja. Mereka akan mendapatkan penghasilan yang cukup baik, dibandingkan dengan menjadi tentara dengan penghasilannya yang pas-pasan;

Ketiga, adanya trauma buruk yang terjadi di akademi/sekolah tinggi berasrama baik kasus penganiayaan yang sering kita dengar di Akademi Militer maupun di STPDN baru-baru ini, ditambah tugas-tugas prajurit TNI yang cukup berat menurut pandangan para orang tua maupun siswa SMA Taruna dari golongan mampu tersebut.

Keempat, sebelum reformasi kesempatan menjadi Perwira TNI memungkinkan seseorang berkarier sangat luas, dengan adanya kekaryaan, sementara itu saat ini kekaryaan telah dihapuskan dan TNI hanya bertugas secara profesional di bidangnya.

            Keempat hal tersebut di atas, yang menjadikan sedikitnya minat lulusan SMA Taruna Nusantara untuk memasuki Akademi TNI/menjadi Perwira TNI.

Upaya yang Dilakukan

Untuk mengatasi gejala menurunnya animo lulusan SMA Taruna menjadi Perwira TNI, penulis berpendapat :

a.   Perlunya peningkatan pembinaan terhadap para siswa khususnya kebanggaan terhadap tugas pengabdian pada bangsa dan negara di bidang pertahanan negara.

b.   Perlu adanya kampanye dari Akademi Angkatan baik Darat, Laut maupun Udara, dengan didukung oleh angkatannya masing-masing seperti, merasakan naik tank/pansernya kavaleri, berlayar dengan KRI dalam jarak pendek Semarang-Surabaya atau Semarang-Jakarta pada saat cuti maupun terbang dengan pesawat C-130 Hercules dari Yogyakarta ke Madiun atau Jogja – Bandung atau obyek-obyek lain yang membuat pada siswa tertantang untuk memasukinya.

c.   Perlu dipertimbangkan kembali adanya beasiswa berikatan dinas, dalam arti semasa SMA Taruna Nusantara didukung beasiswa dari Dephan/Mabes TNI (selain kedinasan mungkin dari para pejabat eselon I dan para Panglima) namun kepada penerima beasiswa wajib untuk melanjutkan ke Akademi TNI baik Darat, Laut maupun Udara, seperti halnya yang dilakukan oleh PLN.

Demikian sekedar mengingatkan kembali bahwa SMA Taruna Nusantara adalah  milik Dephan. Oleh karena itu para lulusannya sebanyak mungkin dapat mengabdikan dirinya kepada bangsa dan negara melalui bidang pertahanan dengan menjadi Perwira TNI.. *

Sebagai alumnus SMA Taruna Nusantara Angkatan I — yang mendapatkan beasiswa secara penuh — dapat saya sampaikan bahwa Alumni SMA Taruna Nusantara Angkatan I yang melanjutkan ke Akademi Militer, Akademi Angkatan Udara, Akademi Angkatan Laut dan Akademi Kepolisian (dulu disebut AKABRI) kalau tidak salah jumlahnya kurang dari 110 alumni dari 275 alumni. Sebanyak 102 orang langsung masuk pada tahun 1993, 3 orang tahun 1994 dan 1 orang masuk Akademi Kepolisian tahun 1995. Sejak awal, lulusan Angkatan I saja yang meneruskan untuk berkarir sebagai perwira TNI atau Polri kurang dari 50%. Komposisi tersebut berlanjut terus ke angkatan-angkatan selanjutnya.

Melihat hasil survey yang diangkat oleh Kol CPM Darmadi S.Sos, SH, MM di atas, saya melihat fenomena yang sebaliknya. Setelah SMA Taruna Nusantara Magelang berubah dari SMA berbeasiswa penuh menjadi sebuah sekolah berbayar, angka 93 siswa yang ingin berkaris sebagai perwira TNI/Polri dari 291 siswa yang ada saya nilai masih tinggi. Bayangkan, sekolah di SMA Taruna Nusantara Magelang tidaklah murah. Hanya orang tua yang sangat mampu saja yang bisa menyekolahkan anaknya ke sana. Orang tua pas-pasan tidak mungkin bisa menyekolahkan anaknya di SMA Taruna Nusantara Magelang kecuali anaknya mendapatkan beasiswa penuh. Nah, untuk ukuran sebuah sekolah yang berbayar adanya 32% siswanya yang ingin melanjutkan ke Akademi TNI/Polri adalah sangat tinggi. Bagi saya, survey itu tidak boleh berhenti di sana. Perlu juga untuk diketahui apa profesi orang tua dari ke-93 orang siswa yang ingin berkarir sebagai perwira TNI/Polri tersebut. Jangan-jangan 90% dari mereka orang tuanya adalah perwira TNI/Polri juga. Nah, … perlu dicurigai tuh perwira TNI/Polri yang mampu menyekolahkan naknya di SMA Taruna Nusantara, dapat dari mana duitnya. Apalagi yang mampu menyekolahkan anaknya ke luar negeri.

Sejak awal SMA Taruna Nusantara tidak dibangun untuk menjadi sekolah calon taruna Akademi TNI/Polri atau pun sekolah calon pegawai Departemen Pertahanan. Bagi saya, justru sangat mudah bagi Departemen Pertahanan apabila ingin menjadikan 100% alumni SMA Taruna Nusantara untuk berkarir sebagai perwira TNI/Polri. Departemen Pertahanan tinggal memutuskan bahwa SMA Taruna Nusantara adalah sekolah menengah untuk calon-calon perwira TNI/Polri. Pada saat pendaftaran semua calon siswa dan orang tuanya harus menandatangani surat yang menyatakan bahwa calon siswa dan orang tuanya memahami bahwa lulusan SMA Taruna Nusantara hanya dapat melanjutkan studi ke Akademi TNI/Polri atau NDA atau sekolah militer lain yang ditunjuk. Dengan begitu akan semakin mengerucutlah spesialisasi SMA Taruna Nusantara yaitu sekolah calon taruna akademi TNI/Polri dan hanya mereka yang ingin menjadi perwira TNI/Polri-lah yang mendaftarkan diri untuk bersekolah di sana. Akan tetapi, tentunya hal tersebut akan kontraproduktif dengan cita-cita luhur pendirian SMA Taruna Nusantara.

Written by Kombor

Desember 3, 2007 at 5:01 pm

Ditulis dalam SMA TN

Karena Aku Bangga Jadi Alumni SMA Taruna Nusantara

with 13 comments

Sudah lama Kang Kombor punya uneg-uneg untuk membuat sebah agregator untuk mengumpulkan pengumpan dari semua blog yang ditulis oleh Alumni SMA Taruna Nusantara. Kang Kombor pernah ngobrol dengan Yanuar mengenai ini. Karena keterbatasan ilmu perkodean, untuk sementara Kang Kombor bikin saja sesuai dengan kemampuan Kang Kombor. Nanti kalau sudah cukup ilmu dan duit, bisa bikin yang lebih bagus lagi.

Uneg-uneg itu Kang Kombor wujudkan dalam sebuah blog yang isinya hanya pengumpan dari blog-blog alumni SMA Taruna Nusantara yang berhasil Kang Kombor deteksi keberadaannya. Kang Kombor yakin IKASTARA belum berpikir sampai ke arah sana. Mungkin ide seperti ini terlalu remeh-temeh. Yah, memang Kang Kombor bisanya mikir yang remeh-temeh saja, seperti kumpul-kumpul bareng alumni se-Kab dan Kota Tangerang untuk menyambung silaturahim.

Blog yang isinya pengumpan dari blog alumni SMA Taruna Nusantara itu adalah The Alumni SMA Taruna Nusantara Voice. Dibikin di Blogger karena di Blogger bukan hanya kolom sisi saja yang bisa diperkosa. Bagian utama juga bisa diperkosa sesuai kekuatan nafsu yang Kang Kombor miliki.

Ada lagi ide yang masih menjadi uneg-uneg belaka, yaitu membuat sebuah katalog online untuk buku-buku yang pernah ditulis oleh SMA Taruna Nusantara. Katalog itu, selain memamerkan buku-buku yang ada, juga bisa dijadikan sarana jual buku secara online. Mungkin pelan-pelan dulu. Humas Ikastara yang Kang Kombor mintai bantuan untuk mengumpulkan buku-buku apa saja yang pernah ditulis oleh alumni SMA Taruna Nusantara belum memberikan umpan balik. Mungkin karena sebuah keremehtemehan maka hal-hal seperti itu tidak perlu dilakukan. Padahal, kalau mau berpikir ke depan, hal ini bisa menjadi sebuah investasi. Bukan investasi bisnis melainkan investasi kegiatan. Eh… siapa tahu nanti ada yang ingin mengoleksi buku-buku yang ditulis oleh alumni SMA Taruna Nusantara. Atau, ada Kepala SMA Taruna Nusantara yang melek matanya dan sadar bahwa dia harus menyimpan semua karya alumni di SMA Taruna Nusantara Magelang sana.

Tunggu saja. Daripada ngoceh nggak karuan, nanti ada yang bilang sepi ing gawe, rame ing pamrih. Ada loh yang pernah ngatai Kang Kombor macam itu. Ya… nggak apa-apa. Toh, pamrih apa yang pernah Kang Kombor dapatkan dari hal-hal semacam itu.

Buat apa jadi orang besar kalau hanya punya ide-ide kecil tak berguna. Akibatnya nanti hanya jadi antek Amerika, seperti memberikan Blok Cepu ke Exxon karena takut Condy akan datang. Atau, memberikan suara setuju untuk sebuah resolusi sanksi bagi Iran. Lebih baik jadi orang kecil dengan ide-ide besar yang aplikabel. Eh, itu masih jadi mimpi. Saiki jadi orang kecil dengan ide-ide kecil yang aplikabel saja deh… Toh perjalanan itu merupakan kumpulan langkah-langah yang kita ambil. Langkah itu kecil. Lompatan agak besar. Kalau mau yang lebih besar lagi, pakai ilmu rasclognya Brama Kumbara. Sekali lompat sampai ke tempat yang dituju.

Kang Kombor melakukan semua hal remeh-temeh itu bukan karena apa-apa. Hanya karena sebuah rasa bangga. Bangga menjadi alumni SMA Taruna Nusantara.

Written by Kombor

April 1, 2007 at 3:03 am

Ditulis dalam Ikastara, SMA TN