<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Moh Arif Widarto &#187; sastra</title>
	<atom:link href="http://moharifwidarto.wordpress.com/category/sastra/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://moharifwidarto.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Feb 2012 19:55:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='moharifwidarto.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Moh Arif Widarto &#187; sastra</title>
		<link>http://moharifwidarto.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://moharifwidarto.wordpress.com/osd.xml" title="Moh Arif Widarto" />
	<atom:link rel='hub' href='http://moharifwidarto.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Sang Pemimpi Membuat Saya Kembali Bermimpi</title>
		<link>http://moharifwidarto.wordpress.com/2008/05/17/sang-pemimpi-membuat-saya-kembali-bermimpi/</link>
		<comments>http://moharifwidarto.wordpress.com/2008/05/17/sang-pemimpi-membuat-saya-kembali-bermimpi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 May 2008 15:08:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MAW</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[sastra]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://moharifwidarto.com/2008/05/sang-pemimpi-membuat-saya-kembali-bermimpi/</guid>
		<description><![CDATA[Berbeda dengan Laskar Pelangi yang membuat saya menjadi bodoh, Sang Pemimpi sudah mampu membuat saya menjadi manusia rata-rata. Saya tidak bodoh dan tidak pintar dan keadaan itu cukuplah untuk membantu saya menikmati cerita dalam Sang Pemimpi dengan lebih baik. Cerita yang disuguhkan dalam Sang Pemimpi sangat manusiawi dan saya kira banyak contohnya yang terjadi di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=moharifwidarto.wordpress.com&amp;blog=2879158&amp;post=401&amp;subd=moharifwidarto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="border-right:0;border-top:0;border-left:0;border-bottom:0;margin:0 5px 0 0;" height="244" alt="image" src="http://moharifwidarto.com/wp-content/uploads/2008/05/image11.png" width="161" align="left" border="0"> Berbeda dengan Laskar Pelangi yang membuat saya menjadi bodoh, Sang Pemimpi sudah mampu membuat saya menjadi manusia rata-rata. Saya tidak bodoh dan tidak pintar dan keadaan itu cukuplah untuk membantu saya menikmati cerita dalam Sang Pemimpi dengan lebih baik.</p>
<p>Cerita yang disuguhkan dalam Sang Pemimpi sangat manusiawi dan saya kira banyak contohnya yang terjadi di dunia nyata. Saya kira Andrea Hirata mampu menyampaikan dengan sempurna pesan bagi pembacanya untuk berani bermimpi.</p>
<p>Sudah banyak orang yang menyampaikan bahwa pencapaian-pencapaian luar biasa yang berhasil dicatatkan oleh umat manusia berasal dari mimpi yang dibuat. Tentu kita harus memandang mimpi di sini sebagai cita-cita. Bukan mimpi yang menjadi bunga tidur kita. Andrea Hirata menyampaikan pesan untuk berani bermimpi itu dengan kemampuan bertuturnya yang apik dan dengan contoh yang sangat menggugah. Tokoh Arai yang telah menjadi yatim piatu sejak kecil justru menjadi tokoh yang mengajarkan kepada Ikal untuk terus bermimpi. Sungguh sangat membangkitkan semangat ketika Arai menasehati Ikal ketika Ikal melorot drastis rankingnya.</p>
<p>&#8220;Biar kau tahu, Kal, orang seperti kita tak punya apa-apa kecuali semangat dan mimpi-mimpi, dan kita akan bertempur habis-habisan demi mimpi-mimpi itu!!&#8221;</p>
<p><span id="more-401"></span><br />
(Satu catatan saya pada kalimat itu adalah penggunaan kau dan bukan Kau. Sepanjang yang saya ingat dalam pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, kata sapaan itu ditulis dengan huruf kapital pada huruf pertamanya. Apa sudah berubah kaidah itu?)
</p>
<p>Saya tidak heran kalau <a href="http://tancepkayon.wordpress.com">Pak Nugraha</a> berkomentar pada postingan saya tentang Laskar Pelangi bahwa istri beliau menjadi timbul lagi semangatnya untuk kembali meneruskan studinya setelah membaca Laskar Pelangi, Sang Pemimpi dan edensor (edensor baru saya baca). Dalam tingkat yang berbeda saya pun semakin mantap dengan mimpi-mimpi saya. Mimpi yang tak kalah gemerlapnya dengan keinginan untuk melanjutkan studi.</p>
<p>Sebagai perantau &#8212; walaupun tidak seperti Ikal dan Arai yang dari Belitong ke Jakarta tetapi hanya dari Sleman ke Tangerang &#8212; saya dulu pernah merasakan makan dengan uang pinjaman selama tiga bulan ketika saya sudah kehabisan uang pada saat saya harus menyelesaikan studi di Fakultas Ekonomi UPH. Tentu Sampeyan semua akan bertanya-tanya, &#8220;Bagaimana mungkin orang yang mampu kuliah di UPH bisa kehabisan uang. Bukankah mereka pasti orang mampu?&#8221; Nah, saya buka rahasia saya. Saya dulu kuliah di UPH dengan beasiswa penuh, dibayari kuliah dan diberi uang saku. Sayangnya ketika krisis moneter yang dilanjutkan krisis ekonomi moneter, pada semester ke-9 uang saku saya dicabut dan hanya uang kuliah yang diberikan. Saya pernah bekerja paruh waktu di Bank Lippo Card Center untuk mencukupi kebutuhan dasar saya. Namun ketika proposal skripsi saya tidak kunjung disetujui oleh Dr. Michael Elias Malat, padahal sudah lima proposal saya ajukan, saya memilih pulang ke Sleman. Ketika akhirnya saya harus kembali ke Jakarta ayah dan ibu saya tidak memiliki sepeserpun uang untuk membiayai kepulangan saya ke Tangerang. Saya sungguh berterimakasih kepada sahabat saya, gadis keturunan minang yang saya cintai, karena telah mengikhlaskan hasil refund uang kuliahnya untuk saya pergunakan menyelesaikan skripsi.</p>
<p>Ketika akhirnya uang dari dia habis saya mulai berhutang kepada teman-teman sambil saya mencari pekerjaan. Sebagai orang yang kepepet saya tidak memiliki kemewahan untuk memilih. Oleh karena itu, perusahaan yang menerima saya pertama, perusahaan itulah yang pertama akan saya layani. Dan perusahaan itu adalah perwakilan Haksan Ltd. Sebuah trading company dari Korea Selatan. Saya menjadi Quality Controller untuk sepatu Lacoste yang dipesan dari pabrik-pabrik sepatu di Indonesia.</p>
<p>Saya tidak bisa lulus 8 semester walaupun IPK rata-rata saya nyaris cum laude karena ada satu mata ujian negara yang gagal lulus dengan nilai E; mata kuliah Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. Sudah tidak lihat final Piala Dunia 1998 antara Prancis dan Brasil untuk baca buku, eh, paginya ketika membaca soal ujian saya benar-benar tertegun. Seluruh isi buku yang saya baca tidak nyambung dengan soal ujian. Celakalah maju ujian kalau salah baca buku. Akibatnya, saya harus mengulang ujian dan kesempatan itu saya gunakan untuk memperbaiki beberapa nilai ujian negara yang masih belum memuaskan. Selalu ada hikmah di balik musibah!</p>
<p>Kalau Ibu saya tidak meminta saya berhenti sekolah dan menyuruh saya bekerja sudah pasti saya akan mencari beasiswa untuk melanjutkan S2. Namun, demi Ibu yang telah mengandung dan melahirkan saya, keinginan untuk berburu beasiswa saya masukkan kotak dan saya memilih bekerja. Apalagi situasi memaksa saya untuk segera mencari nafkah supaya saya bisa menanggung biaya hidup di Tangerang. Klop sudah keinginan Ibu dan keadaan saya.</p>
<p>Saat ini saya memang tidak tertarik untuk melanjutkan S2 tetapi saya memiliki mimpi-mimpi lain yang tak kalah besarnya di banding mereka yang mimpi untuk bersekolah setinggi mungkin. Perlu saya sampaikan bahwa kebetulan saja mimpi yang dikejar oleh Arai dan Ikal adalah untuk belajar di Universitas Sorbone. Akan tetapi, pesan yang ingin disampaikan melalui Sang Pemimpi adalah &#8220;bermimpilah dan perjuangkan mimpi-mimpi itu sekuat-kuatnya, jangan pernah menyerah!&#8221;</p>
<p>Bermimpilah. Apabila Sampeyan tidak berani bermimpi, bacalah Sang Pemimpi. Insya&#8217; Allah novel itu akan merangsang mimpi-mimpi Sampeyan untuk berani keluar.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/moharifwidarto.wordpress.com/401/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/moharifwidarto.wordpress.com/401/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/moharifwidarto.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/moharifwidarto.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/moharifwidarto.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/moharifwidarto.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/moharifwidarto.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/moharifwidarto.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/moharifwidarto.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/moharifwidarto.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/moharifwidarto.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/moharifwidarto.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/moharifwidarto.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/moharifwidarto.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/moharifwidarto.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/moharifwidarto.wordpress.com/401/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=moharifwidarto.wordpress.com&amp;blog=2879158&amp;post=401&amp;subd=moharifwidarto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://moharifwidarto.wordpress.com/2008/05/17/sang-pemimpi-membuat-saya-kembali-bermimpi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/61055a2c3f447fd8296958e21de6c0ca?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arifwidarto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://moharifwidarto.com/wp-content/uploads/2008/05/image11.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Membaca Laskar Pelangi Serasa Bodoh</title>
		<link>http://moharifwidarto.wordpress.com/2008/05/09/membaca-laskar-pelangi-serasa-bodoh/</link>
		<comments>http://moharifwidarto.wordpress.com/2008/05/09/membaca-laskar-pelangi-serasa-bodoh/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 May 2008 08:34:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MAW</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[sastra]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://moharifwidarto.com/2008/05/membaca-laskar-pelangi-serasa-bodoh/</guid>
		<description><![CDATA[Kalau tidak salah ingat saya pernah menyampaikan bahwa saya sudah mengakuisisi Laskar Pelangi, Sang Pemimpi dan edensor dari Gramedia Karawaci. Laskar Pelangi belum selesai saya baca. Pembatas masih saya selipkan di antara halaman 384 dan 385. Saya baru akan membaca Bab 28 yang berjudul Societeit de Limpai. Minggu lalu saya sama sekali libur membaca. Tentu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=moharifwidarto.wordpress.com&amp;blog=2879158&amp;post=394&amp;subd=moharifwidarto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau tidak salah ingat saya pernah menyampaikan bahwa saya sudah mengakuisisi Laskar Pelangi, Sang Pemimpi dan edensor dari Gramedia Karawaci. Laskar Pelangi belum selesai saya baca. Pembatas masih saya selipkan di antara halaman 384 dan 385. Saya baru akan membaca Bab 28 yang berjudul Societeit de Limpai. Minggu lalu saya sama sekali libur membaca. Tentu Sampeyan semua tahu mengapa saya bisa libur membaca. Yang belum tahu bisa membaca-baca postingan minggu lalu (maaf, bukan promosi).</p>
<p>Saya belum selesai membaca Laskar Pelangi. Novel yang sangat terlambat saya baca. Terus-terang saya memang agak kurang suka segala sesuatu yang pop. Apa pun yang pop dan jadi tren sesaat hampir pasti tidak akan saya ikuti. Sebagai bukti sampai saat ini saya belum pernah membaca Saman yang konon spektakuler. Saya belum pernah membaca Ayat-ayat Cinta. Filmnya pun saya tidak nonton. Apa yang pop, kecuali post office protocol tidak mampu membuat saya ikut-ikutan.</p>
<p>Lalu, mengapa saya mengakuisisi tiga dari tetralogi Laskar Pelangi?<span id="more-394"></span></p>
<p>Jujur saya katakan bahwa saat ini saya ingin mencari keseimbangan jiwa. Sejak mulai bekerja rasanya jiwa ini kering. Saya tidak lagi menulis sajak-sajak cinta kacangan. Saya tidak membaca cerpen Kompas Minggu dan sajak-sajak yang dimuat di sana. Bahkan saya jarang membaca Al-Quran lagi. Saya merasa hidup ini begitu kering. Saya kelelahan mengejar gaji dan melupakan bahwa saya punya hidup yang harus saya jalani dengan hidup sehidup hidup.</p>
<p>Tinggal di Tangerang dan bekerja di Jakarta walaupun remunerasinya jauh lebih tinggi daripada hidup seadanya yang saya jalani di Sleman selama satu setengah tahun pada pertengahan 2002 sampai akhir 2003 tetapi rasanya kurang bermakna. Saya merasa lebih menjadi manusia seutuhnya di Sleman dengan segala keterbatasan yang ada. Yang pasti, saya bisa bermasyarakat karena saya tidak menghabiskan sebagian besar hari di tempat kerja. Saya masih bisa bersosialisasi dengan masyarakat. Bekerja bakti atau saling membantu dengan tetangga. Di sini, hari terasa sangat pendek sehingga sosialisasi dengan tetangga serasa kurang. Untung ada KBBC sehingga saya bisa bersosialisasi kembali.</p>
<p>Nah, saya ingin menyeimbangkan jiwa. Saya percaya bahwa sastra mampu memberikan keseimbangan pada jiwa kita. Sastra akan membantu kita mengolah rasa dan memberi jiwa kita isi untuk mengimbangi olah pikir yang selalu kita lakukan.</p>
<p>Karya adik kelas saya, ES Ito, yaitu Negara Kelima dan Rahasia Meede sudah tamat saya baca. Begitu pula lima seri Gajah Mada karya Langit Kresna Hariadi. Saya butuh basuhan baru dan saya putuskan untuk mengakuisisi tetralogi Laskar Pelangi supaya istri saya juga bisa ikutan baca.</p>
<p>Namun, berbeda dengan Negara Kelima, Rahasia Meede dan lima seri Gajah Mada yang terasa ringan saya baca, Laskar Pelangi karya Andrea Hirata membuat saya seperti orang bodoh. Benar Andrea Hirata menyukai biologi dan sains. Namun, justru karena itu saya menjadi seperti orang bodoh. Saya banyak tidak tahu nama-nama latin species yang disebutkan dalam Laskar. Pelangi sehingga saya tidak bisa membayangkan binatang atau tumbuhan apa yang sedang disebutkan. Saya benar-benar seperti si buta yang mendeskripsikan gajah. Membaca tetapi tidak mengerti yang saya baca. Memang ada glosarium di akhir buku tetapi cukup mengganggu kenikmatan membaca apabila sedikit-sedikit saya harus membuka glosarium.</p>
<p>Selain itu, saya tidak bisa membayangkan anak-anak SD Muhammadiyah yang diceritakan di sana bisa memiliki pengetahuan memadai tentang sebuah suku di Afrika. Padahal, mereka berlatar belakang orang marginal. Koran saja terlambat satu bulan. Apakah SD Muhammadiyah itu punya perpustakaan berkoleksi lengkap?</p>
<p>Adik ipar saya yang masih duduk di bangku SMP ingin membaca Laskar Pelangi juga. Entahlah anak yang masih gemar membaca tinlit dan ciklit itu apa akan mampu mencerna Laskar Pelangi dengan baik. Saya sendiri kalau harus mengeluarkan apa yang saya cerna melalui saluran sekresi saya pasti akan merasakan sembeli yang luar biasa sakit karena banyak yang saya harus telan mentah-mentah tanpa bisa saya kunyah dengan penuh penghayatan untuk mengurai rasanya satu per satu.</p>
<p>Saya ingin tahu, apakah hanya saya yang menjadi orang bodoh ketika membaca Laskar Pelangi. Sudahkan Sampeyan membaca novel itu?</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/moharifwidarto.wordpress.com/394/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/moharifwidarto.wordpress.com/394/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/moharifwidarto.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/moharifwidarto.wordpress.com/394/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/moharifwidarto.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/moharifwidarto.wordpress.com/394/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/moharifwidarto.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/moharifwidarto.wordpress.com/394/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/moharifwidarto.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/moharifwidarto.wordpress.com/394/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/moharifwidarto.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/moharifwidarto.wordpress.com/394/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/moharifwidarto.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/moharifwidarto.wordpress.com/394/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/moharifwidarto.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/moharifwidarto.wordpress.com/394/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=moharifwidarto.wordpress.com&amp;blog=2879158&amp;post=394&amp;subd=moharifwidarto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://moharifwidarto.wordpress.com/2008/05/09/membaca-laskar-pelangi-serasa-bodoh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/61055a2c3f447fd8296958e21de6c0ca?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arifwidarto</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Koplo</title>
		<link>http://moharifwidarto.wordpress.com/2008/05/08/koplo/</link>
		<comments>http://moharifwidarto.wordpress.com/2008/05/08/koplo/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 May 2008 13:14:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MAW</dc:creator>
				<category><![CDATA[sastra]]></category>
		<category><![CDATA[cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[proyek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://moharifwidarto.com/2008/05/koplo/</guid>
		<description><![CDATA[Akman tergopoh-gopoh menemui Wikundro, ada panggilan dari Kejaksaan Negeri Jankarto Pusat untuk Direktur Utama PT Lindudata Maju Pertiwi. &#8220;Pak, ada surat cinta dari kejaksaan.&#8221; Akman dengan lugas memberi tahu Wikundro yang merupakan atasan langsungnya di PT Ikompi Moalhang Jayamantap. &#8220;Untuk siapa?&#8221; Wikundro segera ingin tahu. &#8220;Untuk dirut LMP, Pak. Yang mengantarkan Pak Andropol dari Tharqe [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=moharifwidarto.wordpress.com&amp;blog=2879158&amp;post=393&amp;subd=moharifwidarto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akman tergopoh-gopoh menemui Wikundro, ada panggilan dari Kejaksaan Negeri Jankarto Pusat untuk Direktur Utama PT Lindudata Maju Pertiwi.</p>
<p>&#8220;Pak, ada surat cinta dari kejaksaan.&#8221; Akman dengan lugas memberi tahu Wikundro yang merupakan atasan langsungnya di PT Ikompi Moalhang Jayamantap. &#8220;Untuk siapa?&#8221; Wikundro segera ingin tahu. &#8220;Untuk dirut LMP, Pak. Yang mengantarkan Pak Andropol dari Tharqe Hubb Chawechawe.&#8221;</p>
<p>Wikundro menghela nafas lebih dalam. &#8220;Hhh&#8230; Kejadian juga. Dasar orang-orang amatiran.&#8221; Gumamnya.</p>
<p>Delapan bulan sebelumnya Wikundro, Arbinto, Andropol dan Yulkimar bersama-sama pergi ke Departemen Kosakata menemui Direktur Penyeragaman. Andropol mengaku kenal dengan Direktur Penyeragaman itu dan mengajak Wikundro dan Arbinto untuk mengajukan proposal proyek. Yulkimar adalah anak buah Andropol. Dari tampangnya, Andropol seperti orang pintar. Wajahnya bersih dan jidatnya sudah bertambah luas membentuk botak di ubun-ubun. Kesannya rambut di sana meranggas karena kepala sering dipakai berpikir keras. Sedangkan Yulkimar berperawakan tegap, tingginya sekitar 175 cm, berkulit sawo matang dan suka membawa minimal tiga buah telepon genggam.<span id="more-393"></span></p>
<p>Andropol memberitahu Wikundro bahwa Direktur Penyeragaman butuh proposal untuk penyeragaman bahasa. &#8220;Ada dana sebesar dua milyar yang siap dipergunakan,&#8221; Andropol meyakinkan Wikundro di ruang rapat PT Ikompi Moalhang Jayamantap. Setelah bertanya seputar orang-orang yang dikenal Andropol di Departemen Kosakata, Wikundro meminta Arbinto menyiapkan proposal yang diminta. Arbinto membuat proposal penyeragaman bahasa sebanyak tiga buah masing-masing bernilai dua milyaran. Menurut pengalaman, nilai anggaran yang turun biasanya hanya sepertiga dari nilai proposal. PT Ikompi Moalhang Jayamantap tahu persis hal itu.</p>
<p>Ketika menghadap Direktur Penyeragaman, Pak Direktur menguji kemampuan Wikundro dalam soal-soal kosakata. Wikundro yang memang pintar bisa melayani dengan baik penjajagan pengetahuan yang diberikan oleh Pak Direktur. Akhirnya kimia mereka bersambung dan Pak Direktur berjanji akan membawa proposal itu kepada Pak Dirjen Pemberdayaan Kosakata.</p>
<p>Tidak ada lagi pertemuan dengan Direktur Penyeragaman maupun Andropol dan Yulkimar. Semua seperti abab yang hilang tanpa bekas diterbangkan angin di sekitar kepala. Ikompi Moalhang Jayamantap tidak pernah menyinggung soal proposal ke Departemen Kosakata. Banyak pekerjaan lain yang disusun dan sedang dilakukan.</p>
<p>Tiba-tiba, tiga bulan setelah pertemuan dengan Direktur Penyeragaman, Andropol dan Yulkimar datang ke Ikompi Moalhang Jayamantap membawa pengumuman lelang pekerjaan pembuatan seragamisasi perangkat lunak kosakata. Nilai pagunya empatratus juta.</p>
<p>&#8220;Bagaimana ini. Bin?&#8221; Wikundro bertanya pada Arbinto. &#8220;Wah, nggak usah ikut, Bos. Bikin capek saja. Nilai proyek segitu mah tidak ada nilainya. Nggak cucuk dengan sumberdaya yang nanti akan dikeluarkan.&#8221; Arbinto menjawab pertanyaan koleganya.</p>
<p>&#8220;Oh, bukan kita yang akan mengerjakan tapi tim Pak Direktur. Mereka hanya butuh bendera saja.&#8221; Andropol menjelaskan bahwa pekerjaan itu sebenarnya skenario Pak Direktur Penyeragaman. Tim Pak Direktur yang akan menyelesaikan pekerjaannya, bukan Ikompi Moalhang Jayamantap.</p>
<p>&#8220;Tetap saja, Bos. Rugi PT kita kalau hanya dipakai untuk itu.&#8221; Arbinto mempengaruhi Wikundro. Memang Ikompi Moalhang Jayamantap saat itu sedang mengerjakan proyek senilai tujuh milyar sehingga pekerjaan senilai empatratusjuta tidak menarik lagi untuk dikerjakan.</p>
<p>Akhirnya, setelah berunding dengan a lot Andropol dan Wikundro sepakat untuk maju lelang dengan tiga bendera, yaitu Tharqe Hubb Chawechawe, Ikompi Moalhang Jayamantap dan Lindudata Maju Pertiwi. Yang disetel untuk menang adalah Lindudata Maju Pertiwi. Andropol dan tim Pak Direktur yang akan mengatur lelang.</p>
<p>Wikundro dan Arbinto percaya saja pada kemampuan Andropol dan tim Pak Direktur untuk mengatur lelang. Gaya Andropol memang meyakinkan sebagai pemain proyek. Ditambah dengan tim Pak Direktur tentu akan menjadi lebih aman segala sesuatunya.</p>
<p>Sungguh kepercayaan yang pada akhirnya berbuah surat panggilan dari Kejaksaan Negeri Jankarto Pusat. Setelah diselidiki ternyata Direktur Utama Lindudata Maju Pertiwi dipanggil oleh kejaklsaan karen ada salah seorang direktur Lindudata Maju Pertiwi yang menjadi tenaga ahli untuk Ikompi Moalhang Jayamantap. Terbongkarlah rekayasa lelang itu. Bagaimana mungkin seorang direktur dari Lindudata Maju Pertiwi menjadi tenaga ahli untuk Ikompi Moalhang Jayamantap untuk lelang pekerjaan yang sama?</p>
<p>Dasar koplo! Merekayasa proyek kok sembrono. Dasar Direkur talkeh alias nguntal okeh. Duit haram saja dimakan. Apa nggak buncit nanti perutnya?</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/moharifwidarto.wordpress.com/393/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/moharifwidarto.wordpress.com/393/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/moharifwidarto.wordpress.com/393/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/moharifwidarto.wordpress.com/393/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/moharifwidarto.wordpress.com/393/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/moharifwidarto.wordpress.com/393/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/moharifwidarto.wordpress.com/393/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/moharifwidarto.wordpress.com/393/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/moharifwidarto.wordpress.com/393/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/moharifwidarto.wordpress.com/393/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/moharifwidarto.wordpress.com/393/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/moharifwidarto.wordpress.com/393/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/moharifwidarto.wordpress.com/393/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/moharifwidarto.wordpress.com/393/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/moharifwidarto.wordpress.com/393/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/moharifwidarto.wordpress.com/393/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=moharifwidarto.wordpress.com&amp;blog=2879158&amp;post=393&amp;subd=moharifwidarto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://moharifwidarto.wordpress.com/2008/05/08/koplo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/61055a2c3f447fd8296958e21de6c0ca?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arifwidarto</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Peluncuran Kumpulan Cerpen Pak Sawali</title>
		<link>http://moharifwidarto.wordpress.com/2008/05/07/peluncuran-kumpulan-cerpen-pak-sawali/</link>
		<comments>http://moharifwidarto.wordpress.com/2008/05/07/peluncuran-kumpulan-cerpen-pak-sawali/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 May 2008 10:06:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MAW</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Sajak]]></category>
		<category><![CDATA[sastra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://moharifwidarto.com/2008/05/peluncuran-kumpulan-cerpen-pak-sawali/</guid>
		<description><![CDATA[Ada email dari Ci Aha ke milis KBBC. Isinya seperti di bawah ini: &#8211;isi-email&#8211; Teman-teman semua dengan kerendahan hati mohon sudi kiranya hadir dalam acara louncing buku kumpulan cerpennya pak Sawali. Mohon dukungannya, ya. Susunan Acara PENTAS SASTRA DAN DISKUSI BUKU Kumpulan Puisi Kembali dari Dalam Diri Ibrahim Ghaffar Dan Kumpulan Cerpen Perempuan Bergaun Putih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=moharifwidarto.wordpress.com&amp;blog=2879158&amp;post=392&amp;subd=moharifwidarto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada email dari <a href="http://atapsenja.wordpress.com">Ci Aha</a> ke <a href="http://groups.yahoo.com/groups/bloger-tangerang">milis</a> <a href="http://blogerbenteng.com">KBBC</a>. Isinya seperti di bawah ini:</p>
<p>&#8211;isi-email&#8211;<br />
Teman-teman semua dengan kerendahan hati mohon sudi kiranya hadir dalam acara louncing buku kumpulan cerpennya <a href="http://sawali.info">pak Sawali</a>. Mohon dukungannya, ya.</p>
<p>Susunan Acara<br />
PENTAS SASTRA DAN DISKUSI BUKU <span id="more-392"></span><br />
Kumpulan Puisi Kembali dari Dalam Diri Ibrahim Ghaffar<br />
Dan Kumpulan Cerpen Perempuan Bergaun Putih Sawali Tuhusetya<br />
PDS HB Jassin, TIM, Jumat, 16 Mei 2008, Pukul 13.30-18-00 WIB</p>
<p>SESI I: PELUNCURAN DAN DISKUSI BUKU PUISI IBRAHIM GHAFFAR</p>
<p>Pukul 13.00-13.30: Regristrasi peserta dan Kudapan Pembuka</p>
<p>Pukul 13.30-14.00: Pembukaan: Basmallah (MC, Rukmi Wisnu Wardani)<br />
- Sambutan KSI (Fatin Hamama)<br />
- Sambutan PENA (Dr. Ibrahim Ghaffar)</p>
<p>Pukul 14.00-14.30: Pentas sastra<br />
- Baca puisi penyair Malaysia (Dr. Ibrahim Ghaffar).<br />
- Baca puisi penyair Indonesia (Wilson Tjandinegara dan Jeanne Yap)</p>
<p>Pukul 14.30-16.00: Diskusi Membahas Buku Kumpulan Puisi Ibrahim Ghaffar.</p>
<p>Pembicara: Dr. Chew Fong Peng, Dr. Ibrahim Ghaffar, S.M Zakir (Setia Usaha Pena) dan Ahmadun Yosi Herfanda.<br />
Moderator: Diah Hadaning.</p>
<p>Pukul 16.00-16.15: Rehat.</p>
<p>SESI II: DISKUSI BUKU CERPEN SAWALI TUHUSETYA<br />
Pukul 16.15-17.30: Diskusi Membahas Buku Kumpulan Cerpen Sawali Tuhusetya.<br />
Pembicara: Maman S. Mahayana, Kurnia Effendi, dan Sawali Tuhusetya.</p>
<p>Moderator: Medy Loekito</p>
<p>Pukul 17.30-18.00: Pentas sastra<br />
- Baca Fragmen Cerpen oleh Miranda Putri<br />
- Musikalisasi puisi oleh Shobir Poerwanto dkk.</p>
<p>Pukul18.00:Penutupan.<br />
- Doa sastra oleh Humam S. Chudori.<br />
- Kata Penutup: Hamdalah (MC).</p>
<p>Jakarta, 10 April 2008<br />
PANITIA PELAKSANA</p>
<p>PENA MALAYSIA<br />
KSI-KCI INDONESIA</p>
<p>Susunan Panitia<br />
I. Panitia Pengarah:<br />
1. Ketua Umum PENA Malaysia.<br />
2. Ketua Umum Komunitas Sastra Indonesia.<br />
3. Ketua Umum Komunitas Cerpen Indonesia.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/moharifwidarto.wordpress.com/392/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/moharifwidarto.wordpress.com/392/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/moharifwidarto.wordpress.com/392/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/moharifwidarto.wordpress.com/392/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/moharifwidarto.wordpress.com/392/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/moharifwidarto.wordpress.com/392/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/moharifwidarto.wordpress.com/392/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/moharifwidarto.wordpress.com/392/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/moharifwidarto.wordpress.com/392/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/moharifwidarto.wordpress.com/392/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/moharifwidarto.wordpress.com/392/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/moharifwidarto.wordpress.com/392/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/moharifwidarto.wordpress.com/392/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/moharifwidarto.wordpress.com/392/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/moharifwidarto.wordpress.com/392/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/moharifwidarto.wordpress.com/392/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=moharifwidarto.wordpress.com&amp;blog=2879158&amp;post=392&amp;subd=moharifwidarto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://moharifwidarto.wordpress.com/2008/05/07/peluncuran-kumpulan-cerpen-pak-sawali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/61055a2c3f447fd8296958e21de6c0ca?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arifwidarto</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
