Archive for the ‘Nasional’ Category
Tabulasi Nasional Pemilu 2009 Yang Aneh
Kali ini saya akur dengan KRMT Roy Suryo yang merasa janggal mengenai tabulasi nasional pemilu berdasarkan IT yang kalah cepat dengan penghitungan manual. Tidak masuk logika IT manapun bahwa sebelas hari sejak pemilu, atau sampai dengan waktu penutupannya hari ini, data yang masuk ke sistem IT KPU baru mencapai sekitar 6,7%.
Selain kisruh DPT yang tidak diselesaikan sebelum pileg dilangsungkan dan terkesan dibiarkan, kini KPU 2009 mempertontonkan ketidakprofesionalannya kembali. Tabulasi Nasional Pemilu 2009 tidak mampu memberikan gambaran kepada masyarakat mengenai hasil pemilu.
Kita semua tahu masyarakat hanya dapat mengakses data melalui Tabulasi Nasional Pemilu. Sayangnya, data di TNP itu sangat jauh dari memadai. Bagaimana masyarakat dapat membuat simpulan apabila data yang masuk hanya mencapai 6,7% dari total DPT?
Pemilu 2009 semakin hitam saja. Masih ada 96,3% celah untuk mempermainkan hasil pemilu karena KPU 2009 hanya mampu menampilkan 6,7% data saja. Sinyalemen bahwa pemilu 2009 didesain secara sistematis untuk kepentingan tertentu semakin sulit untuk dibantah walaupun pembuktian ke arah tersebut cukup sulit untuk dimungkinkan. Bukti tidak ada tetapi gejala-gejala yang menunjukkan kecurangan sistematis tersebut dapat dirasakan. Apabila tidak ada kecurangan tentunya Depdagri akan dengan ringan membuka DP4 yang menjadi acuan penyusunan DPT. Silakan Anda saksikan sendiri bahwa Depdagri tidak berani membuka DP4 karena kunci dari kekisruhan DPT terdapat pada DP4. Apabila DP4 sejak awal kisruh maka lembaga yang perlu bertanggung jawab atas carut-marut DPT adalah Depdagri. Apabila DP4 benar, maka KPU-lah yang perlu dituntut untuk bertanggung jawab.
SBY – PRABOWO Kombinasi Capres – Cawapres Terbaik untuk Indonesia Saat Ini
Pemilu 2009 telah dilaksanakan pada 9 April 2009 yang lalu (di dua kabupaten di NTT hari ini). Walaupun penghitungan hasil pemilu belum selesai dan baru akan diumumkan secara resmi oleh KPU kepada publik pada 9 Mei 2009 yang akan datang, hasil hitung cepat beberapa lembaga survei nampaknya sepakat menunjukkan bahwa Partai Demokrat akan memenangi pemilu 2009 dengan perolehan suara sekitar 20%. Menanggapi hasil hitung cepat tersebut, para elit partai politik mulai kasak-kusuk menjajagi pembentukan koalisi untuk pencalonan presiden dan wakil presiden.
Partai Golkar yang tersinggung oleh pernyataan Ahmad Mubarok bahwa Golkar hanya akan mendapat 2,5% suara pada pemilu 2009 telah menyatakan untuk mengusung calon presiden sendiri. Akan tetapi, hasil hitung cepat pemilu yang menempatkan Partai Golkar di posisi kedua atau ketiga membuat Partai Golkar bingung. Beberapa elit Golkar menyatakan lebih baik Golkar kawin lagi dengan Demokrat sementara banyak DPD Golkar menyatakan agar Golkar tetap mengusung Kalla sebagai calon presiden. Seperti halnya Partai Golkar yang bingung, nampaknya JK juga bingung dan sepertinya akan berlindung di belakang keputusan partai.
Yang lucu dari masalah koalisi dengan Partai Demokrat adalah PKS. Partai yang diperkirakan hanya akan mendapatkan 7% – 8% suara pada pemilu 2009 ini telah bertindak sebagai juru mudi koalisi. PKS sangat ingin Hidayat Nurwahid menjadi mempelai SBY sehingga mencoba mempengaruhi Partai Demokrat untuk tidak lagi menggandeng Golkar. Yang terakhir, bahkan, PKS mengancam akan keluar dari koalisi apabila Golkar diikutkan dalam koalisi Partai Demokrat. Anis Matta menyatakan bahwa PKS tidak akan berkoalisi berdasarkan pragmatisme yang merupakan ajang bagi-bagi kekuasaan. Padahal, apabila kita mau menilai lebih lanjut, siapa yang sebenarnya berpikir pragmatis apabila bukan PKS? PKS adalah partai Islam dan Partai Demokrat sebuah partai nasionalis. Agak lucu apabila partai nasionalis berkoalisi dengan partai Islam karena secara ideologi berbeda. Pada kasus ini justru diperlihatkan perilaku kekuasaan menghalalkan cara sehingga sebuah partai Islam ngotot untuk berkoalisi dengan sebuah partai nasionalis. Karena ngototnya, partai Islam itu sampai mengancam akan keluar dari koalisi apabila ada partai nasionalis lain yang diajak bergabung.
PASANGAN CAPRES – CAWAPRES TERBAIK UNTUK INDONESIA
Banyak yang mengatakan bahwa SBY – JK jilid II adalan pasangan capres – cawapres terbaik untuk Indonesia saat ini. Tidak, pasangan SBY – JK adalah pasangan terbaik untuk PD dan Golkar. Ada pula yang mencoba-coba menunjukkan bahwa SBY – Hidayat sebagai pasangan capres – cawapres terbaik. Mungkin terbaik untuk memenangkan pilres karena faktor SBY tetapi bukan yang terbaik untuk bangsa ini.
Pasangan capres – cawapres terbaik untuk Bangsa Indonesia saat ini adalah SBY – PRABOWO.
KEUNTUNGAN PASANGAN SBY PRABOWO BAGI BANGSA INDONESIA
Pasangan SBY – PRABOWO akan mampu mewujudkan Pemerintahan yang BERSIH dan TEGAS.
Kita semua tahu bahwa SBY merupakan figur yang menunjukkan komitmen yang kuat terhadap pemberantasan korupsi di Indonesia. Selama kepemimpinannya, SBY menunjukkan keseriusannya dalam memberantas korupsi. SBY pernah mengeluarkan pernyataan bahwa pemberantasan korupsi akan dimulai dari rumahnya sendiri. Hal ini dibuktikan ketika SBY tidak menghalangi KPK untuk memeriksan besannya, Aulia Pohan, yang diduga terkait kasus aliran dana BI ke DPR RI. Tanpa perlu banyak promosi, SBY telah menunjukkan bahwa dirinya BERSIH.
Sebaliknya, Prabowo dikenal sebagai sosok yang tegas. Berlawanan dengan SBY yang selama karir militernya didominasi sebagai perwira staf, Prabowo Subianto Djojohadikusumo (PSD) menjadi perwira komando selama karir militernya. PSD besar di Kopasus dan sempat menjadi Pangkostrad selama beberapa bulan. Sejak menjadi perwira PSD telah dikenal sebagai komandan yang tegas dan ahli strategi dan taktik tempur. Komandan pasukan tempur haruslah orang yang cakap dalam menyusun strategi dan taktik serta harus tegas mengambil keputusan karena keragu-raguan dalam mengambil keputusan akan berakibat pada seluruh pasukan. TEGAS merupakan ciri yang menonjol dari sosok Prabowo Subianto Djojohadikusumo.
Selain BERSIH, SBY merupakan administratur yang baik. Oleh karena itu, sinergi SBY – PRABOWO akan menghasilkan pemerintahan terbaik bagi Indonesia.
Pasangan SBY – PRABOWO akan membuat Indonesia semakin kuat di mata dunia
SBY sangat cakap dalam berpikir. PSD sangat cakap dalam bertindak. Keduanya sama-sama cerdas dan merupakan jenderal yang cemerlang pada masanya. Politik jugalah yang membuat kedua jenderal itu akhirnya tidak mampu mendapatkan pangkat jenderal dengan bintang empat. Baik SBY maupun PSD mengakhiri karir militernya dengan pangkat Letnan Jenderal.
Lepas dari krisis ekonomi 1998, di bawah kepemimpinan SBY Indonesia mampu menggerakkan perekonomiannya. Ekonomi Indonesia tumbuh positif 5% – 6% per tahun sehingga perlahan-lahan Indonesia mampu bangkit dari krisis. Sayangnya, keberhasilan dalam bidang ekonomi itu belum berhasil membuat Indonesia disegani oleh kawan maupun lawan. Keberhasilan di bidang ekonomi belum berhasil mengangkat sektor pertahanan RI sehingga Indonesia akhir-akhir ini selalu dilecehkan oleh negara tetangga. Malaysia selalu saja merongrong kedaulatan wilayah RI dan Singapura masih saja bergeming melindungi koruptor BLBI yang bersembunyi di sana tanpa Indonesia dapat berbuat apa-apa. Singapura bahkan menguasai wilayah udara Indonesia di sekitar Riau sampai Kalimantan Barat melalui perjanjian MTA I dan MTA II yang sebenarnya sudah habis masa berlakunya dan tidak diperpanjang. Lagi-lagi, Indonesia tidak dapat berbuat apa-apa.
Pasangan SBY – PRABOWO akan membuat citra RI semakin kuat di dunia. Saat ini, bukan kombinasi militer – sipil atau sipil – militer yang kita perlukan melainkan kombinasi terbaik putra bangsa Indonesia. SBY adalah purnawirawan jenderal yang mampu mendapatkan gelar doktor dari IPB. Di masa kemiliterannya, SBY ahli di bidang sosial politik. Sedangkan, PSD, setelah purna dari tugas kemiliterannya juga terjun ke dunia bisnis. Hal tersebut membuat PSD mampu memahami persoalan-persoalan ekonomi dan bisnis baik secara makro maupun mikro. Selain itu, PSD juga aktif dalam organisasi kemasyarakatan sebagai ketua HKTI dan APPSI sehingga PSD mampu melihat persoalan teknis pertanian dan perdagangan tradisional di Indonesia, selain perdagangan internasional yang didapat dari grup perusahaannya. Pasangan SBY – PSD merupakan kombinasi yang komplit.
SBY akan memastikan perekonomian di Indonesia diselenggarakan secara BERSIH dan PSD akan dengan TEGAS memastikan bahwa hanya produk bernilai tambah yang dapat diekspor keluar dari Indonesia.
Pasangan SBY – PRABOWO merupakan pasangan yang pluralis
Baik SBY maupun PSD merupakan orang yang pluralis. SBY dan PSD bukan sektarian. SBY dan PSD sama-sama antidiskriminasi dan menganggap semua komponen bangsa ini harus bersama-sama bergerak dan bekerja untuk mewujudkan kesejahteraan bersama. SBY dan PSD sama-sama berangkat dari partai nasionalis yang komitmennya pada pluralisme tidak perlu diragukan lagi. Selain itu, komitmen SBY dan PSD pada NKRI juga tidak perlu diragukan lagi.
Pasangan SBY – PRABOWO yang terbaik buat kaum muda
Dibandingkan dengan pasangan lain, kombinasi SBY – Prabowo merupakan pasangan yang terbaik untuk kaum muda. SBY dan PSD masih tergolong muda. Keduanya masih sehat jasmani dan rohani dan masih produktif.
Kaum muda di Indonesia meminta agar kaum muda diberi kepercayaan untuk mengambil alih tampuk pimpinan nasional. Tentu saja, pengambilalihan kepemimpinan itu harus dilakukan melalui jalur konstitusional. Pasangan SBY – Prabowo merupakan representasi kaum muda yang akan mampu mengambilalih kepemimpinan secara konstitusional dari kaum tua. Kita tahu bahwa Golkar merupakan part
ai konservatif yang selalu mempertahankan status quo dan kurang memberikan kesempatan penuh kepada kader-kader mudanya di partai. Kita dapat melihat bagaimana Yudi Krisnandi kurang diberi peluang oleh partai Golkar. Demikian pula Fadel Muhammad. Sementara, PDI-P cenderung hanya memperhatikan Dinasti Soekarno dan hanya memberi peluang terbaik kepada keturunan Soekarno.
Partai Demokrat dan Partai GERINDRA merupakan partai baru yang memberi kesempatan seluas-luasnya kepada kaum muda untuk berkarya. Baik Partai Demokrat maupun Partai GERINDRA memberikan peluang yang sama kepada kaum muda untuk menjadi calegnya. Oleh karena itu, hanya pasangan SBY – Prabowo yang dapat memberikan yang terbaik bagi kepentingan generasi muda.
Pasangan SBY – Prabowo akan mewujudkan sistem presidensiil yang kuat
Baik Partai Demokrat maupun Partai GERINDRA sama-sama memandang bahwa telah terjadi pergeseran paradigma dalam sistem ketatanegaraan kita. Sistem presidensiil yang diamanatkan oleh UUD 1945 telah digerusi selama reformasi. Akibatnya, parlemen cenderung rewel dan menghambat jalannya pemerintahan dan pembangunan. Padahal, apabila kita bercermin pada masa Orde Baru, Presiden yang waktu itu dipilih oleh MPR merupakan Kepala Negara sekaligus Kepala Pemerintahan yang kuat. Setelah Presiden dipilih langsung oleh rakyat, seharusnya Presiden menjadi semakin kuat, bukan malah sebaliknya, menjadi semakin lemah di mata DPR.
SBY – Prabowo akan mengembalikan amanat UUD 1945 bahwa Indonesia menganut Sistem Presidensiil, bukan parlementer. Kesamaan pandangan PD dan GERINDRA akan memperkuat komitmen tersebut.
Pasangan SBY – PSD akan menyederhanakan sistem perpolitikan nasional
Baik PD maupun GERINDRA setuju bahwa sistem perpolitikan nasional saat ini terlalu rumit dan penyelenggaraannya memakan sumberdaya yang sangat besar. Oleh karena itu, sistem perpolitikan nasional harus disederhanakan. SBY – Prabowo akan mewujudkan harapan masyarakat mengenai permasalahan tersebut. Keresahan, kerepotan dan kebingungan memilih dalam pemilu sudah disadari oleh SBY – Prabowo. Oleh karena itu, di bawah kepemimpinan mereka yang BERSIH dan TEGAS, harapan rakyat agar sistem perpolitikan disederhanakan akan dapat diwujudkan.
TAK PERLU DUA PUTARAN
Saya berani berpendapat bahwa pasangan SBY – PSD yang merupakan pasangan terbaik untuk Bangsa Indonesia saat ini tidak perlu bertarung dalam dua putaran menghadapi pasangan capres – cawapres yang lain. Hanya dengan satu putaran saja Indonesia akan mendapatkan pasangan pemimpin terbaik.
Calegku.Info Blog Para Calon Anggota Legislatif
Pada 5 Maret 2009 yang lalu ternyata KPU meluncurkan perangko pemilu 2009 dan blog caleg. Di bawah ini saya cuplikkan paragraf pertama dan dua paragraf terakhir dari berita tersebut.
Jakarta, kpu.go.id–Dalam rangka sosialisasi Pemilu 2009, Komisi Pemilihan Umum (KPU) meluncurkan perangko Pemilu 2009 dan Blog Calon Legislatif (Caleg). Peluncuran ini berlangsung di Kantor KPU (05/03) di depan wakil dari parpol peserta Pemilu 2009 dan peserta Rapat Kerja (Raker) dengan Ketua KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota seluruh Indonesia.
…
Sebagai sarana kegiatan sosialisasi Pemilu 2009, KPU meluncurkan layanan blog bagi para calon legislatif (caleg) Indonesia. Blog yang akan diisi oleh para caleg ini diharapkan bisa memberikan pendidikan politik yang baik. Di sisi lain, para caleg akan mendapatkan timbal balik positif dan lebih dikenal masyarakat. ”Publikasi parpol mempunyai tujuan untuk menarik perhatian masyarakat terhadap pesan-pesan yang ingin disampaikan oleh masing-masing parpol,” kata Aziz.
Pada dasarnya blog para caleg Indonesia merupakan catatan singkat para calon legislatif yang telah ditetapkan oleh KPU dapat untuk memaparkan visi dan misinya. Blog ini dapat dilihat di situs calegku.info.
Ketika saya kunjungi calegku.info pagi ini, baru ada satu blog caleg atas nama Cheppy Harun tetapi belum ada isinya. Saya heran dengan KPU kita ini, ia membuat sebuah fasilitas blog untuk caleg tetapi tidak menyosialisasikan fasilitas tersebut kepada para caleg. Lalu, untuk apa blog caleg itu dibuat? Apakah hanya untuk keren-kerenan saja?
Mohon maaf, menurut saya kok sebaiknya KPU dan IFES Indonesia membuat sebuah agregator blog caleg Indonesia daripada menyediakan blog engine untuk caleg. Sudah banyak kok website atau blog caleg yang beredar di internet. Lagipula, waktu peluncuran blog para caleg Indonesia itu juga sangat terlambat. Sekitar sebulan sebelum pemilu legislatif dilaksanakan, blog para caleg Indonesia baru diluncurkan. Sebuah jangka waktu sosialisasi yang sangat pendek apabila dibandingkan dengan jangka waktu sosialisasi yang telah disediakan untuk caleg sejak pengumuman DCT.
Saya sendiri tidak tertarik untuk membuat blog di calegku.info karena saya sudah memiliki blog yang sudah saya bina bertahun-tahun sejak sebelum saya jadi caleg. Pada era saat ini, sosialisasi melalui blog belum merupakan sarana yang efektif menjaring pemilih karena pada umumnya para pemilih Indonesia berada di wilayah-wilayah yang penetrasi internetnya masih sangat rendah. Internet masih menjadi barang mahal buat sebagian besar rakyat Indonesia. Pertama, karena harga bandwidth di Indonesia masih sangat mahal. Kedua, karena kepemilikan komputer di masyarakat Indonesia pun masih sangat rendah.
Akhirnya Media Indonesia Mengganti Iklan Visit Indonesia 2008 dengan Visit Indonesia 2009
Hari ini saya merasa gembira karena Media Indonesia telah mengubah iklan Visit Indonesia 2008 dengan iklan Visit Indonesia 2009. Terlepas dari apakah pengubahan iklan itu karena dua tulisan saya di blog ini sebelumnya, yaitu Banner Visit Indonesia 2008 Masih Dipasang Di Media Indonesia dan Antara dan Iklan Visit Indonesia 2008 di Media Indonesia Malah Tampil di Homepage Hari Ini, saya merasa bahwa Media Indonesia dan juga BUDPAR telah menyadari kekeliruannya memasang iklan Visit Indonesia 2008 sampai tanggal 26 Februari 2009.
Selain iklan Visit Indonesia yang sudah diubah, Media Indonesia juga mengubah tampilan homepage-nya. Kali ini Media Indonesia tampil dengan format tiga kolom. Editorial yang tadinya berada di samping kanan atas kali ini berada di tengah atas. Posisi kanan atas dipergunakan untuk menayangkan gambar kecil (thumbnail) video.
Gambar kepala komodo pada tangkapan layar Media Indonesia di atas adalah bagian dari iklan Visit Indonesia 2009 yang filenya bernama budpar_new_micom2009_300×250.swf. Tampilan utuh flash banner tersebut seperti di bawah ini:
Apabila iklan VI 2008 mengarah ke website my-indonesia.info maka iklan VI 2009 mengarah ke www.indonesia.travel.
Sayangnya, iklan Visit Indonesia 2008 di website Kantor Berita Antara sampai hari ini masih terpampang, dengan taut ke my-indonesia.info. Sengaja tangkapan layar di bawah saya ambil dengan menunjukkan tanggal berita yang ada di website Kantor Berita Antara tersebut.
Jadi, apakah Media Indonesia yang sadar atau BUDPAR yang sadar? Apabila BUDPAR yang sadar, kok iklan di Kantor Berita Antara masih iklan tahun lalu? Atau benar Kantor Berita Antara memajang iklan itu dengan percuma? Maksudnya, iklan itu dipajang secara gratis di website KBA alias tidak membayar.
Saya berharap KBA dan BUDPAR segera sadar bahwa masih ada iklan VI 2008 yang tertinggal.
Pengeluaran Kampanye Caleg Di atas Rp2M Sangat Tidak Masuk Akal
Mari kita sekadar berdiskusi ringan mengenai dana kampanye yang dikeluarkan caleg. Konon ada caleg DPR RI yang menyiapkan dana siaga Rp5M dan bahkan ada yang sampai Rp8M. Masuk akalkah dana kampanye sebanyak itu apabila dibandingkan dengan gaji anggota DPR RI yang akan diterima nanti?
Rekan saya Agung Gumilar Saputra pernah menulis di blognya mengenai Daftar Gaji Pejabat RI 2004 – 2009, termasuk di dalamnya gaji anggota DPR. Dari daftar itu, kita dapat melihat bahwa gaji angota DPR RI tidak besar-besar amat. Untuk gaji pokok + tunjangan + uang lain-lain, dengan anak 4 orang misalnya, dapat kita hitung take home pay yang akan diterima seorang anggota DPR RI sekitar Rp33juta. Silakan hitung sendiri di sumber itu, siapa tahu hitungan saya salah. Akan tetapi, marilah kita sedikit bermain dengan angka take home pay itu.
Uang yang bisa dibawa ke rumah Rp33juta per bulan. Jadi anggota DPR RI selama 5 tahun alias 60 bulan. Jumlah penerimaan anggota DPR RI selama lima tahun Rp1,995 Milyar.
Nah, apabila ada caleg yang mengeluarkan biaya kampanye di atas Rp1,995 Milyar itu, bagaimana logikanya? Apa yang akan dikerjakan oleh caleg tersebut apabila nanti menjadi anggota DPR? Kita tentu saja tidak dapat menolak begitu saja apabila ada selentingan di luar sana yang mengatakan bahwa selama jadi anggotaDPR, orang itu pasti akan mencari pengembalian modal. Iya apabila hanya mencari pengembalian modal, apabila cari untung juga? Wah, repotlah negara kita ini.
Tentu saja hitung-hitungan di atas tidak bisa dilakukan langsung begitu saja karena setiap anggota DPR besar kemungkinannya gajinya akan dipotong oleh partai. Besarnya bisa mencapai 25% dari gaji pokoknya. Apabila sudah begitu, tambah runyamlah urusannya…
Saya sendiri menolak anggapan umum bahwa orang menjadi anggota DPR hanya untuk mencari kekayaan. Kalaupun ada caleg yang bercita-cita seperti itu, saya yakin jumlahnya tidak banyak. Ke depan, caleg seperti itu tentu akan kesandung masalah seperti beberapa anggota dewan yang sudah terjerumus ke dalam lubang masalah yang tidak saja mengotori nama baiknya sendiri tetapi juga nama baik partainya.
Nah, kembali lagi kepada para pemilih, apakah akan menjerumuskan anggota DPR ke dalam perbuatan kotor korupsi dengan minta imbalan untuk memberi suara pada si caleg, atau tidak meminta apa pun kepada si caleg kecuali komitmen untuk membawakan aspirasi mereka sesuai dengan tugas, tanggung jawab dan wewenang sebagai anggota DPR. Pemilih bahkan pengamat seringkali menyamakan anggota DPR dengan calon Kepala Daerah atau Presiden yang berlaku sebagai eksekutif. Padalah, tugas, tanggung jawab dan wewenang DPR sudah jelas. DPR tidak mungkin menjanjikan akan membangun jalan. Apabila tidak pernah ada pengajuan program dan anggaran untuk membangun jalan, bagaimana DPR bisa menolak/menyetujui mata anggaran tersebut? Itu hanya satu contoh saja untuk memberi gambaran betapa kadang-kadang pemilih maupun pengamat melakukan hantam kromo menyamakan legislatif dengan eksekutif.
Baiklah, saya kembalikan kepada para pemilih sekalian apakah akan memilih caleg baligo dan caleg yang mampu bagi-bagi uang/sembako atau caleg yang tidak mampu melakukan itu semua tetapi memiliki niat tulus bekerja dengan baik sesuai tugas, tanggung jawab dan wewenang yang akan diemban nanti di lembaga perwakilan.
Waspadalah! Pabrik Narkoba Ada di Lingkungan Kita
Digrebeknya pabrik sabu-sabu di Perumahan Citra Raya, tepatnya di Blok C10 No. 12 di Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, dengan gudang penyimpanan di Desa Ciakar, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, kembali mengejutkan kita sekaligus makin membuka mata kita bahwa pabrik narkoba saat ini sudah berada di lingkungan kita. Sinyalemen bahwa Indonesia saat ini bukan saja merupakan wilayah transit narkoba melainkan sudah menjadi wilayah produksi narkoba nampaknya telah terbukti. Hari demi hari semakin banyak saja pabrik narkoba mulai pabrik ecstasy sampai pabrik sabu-sabu ditemukan di sekitar kita.
Penemuan pabrik narkoba berupa ecstasy dan shabu-sabu akhir-akhir ini dapat diringkaskan sebagai berikut:
- 2002. Kita telah digegerkan dengan penemuan pabrik ecstasy terbesar di Asia Tenggara yang berlokasi di Jalan Hasyim Azhari No 26 Cipondoh, dan Jalan Imam Bonjol No 79 A Karawaci, Kota Tangerang.
- 2003. Ditemukan dua pabrik ecstasy di Jalan Listrik V Dalam, Kwitang, Jakarta Pusat, dan Kompleks Angkasa Pura Jalan Tebing RT 004 RW 07, Kemayoran, Jakarta Pusat.
- 2004. Digrebek pabrik ecstasy di Ruko Palem Lestari Blok B-16, Cengkareng, Tangerang.
- 2004 (November). Aparat Direktorat Narkoba Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya bekerja sama dengan Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia berhasil mengungkap tempat pembuatan pil ekstasi dan sabu di Jalan Bedugul, Ruko Daan Mogot Blok I A, Cengkareng, Jakarta Barat.
- 2005 (April). BNN dan polisi berhasil menggrebeg pabrik ecstasy di Cileungsi dengan menangkap lima tersangka ; Hans Filip,Bertje,Bangkit,Sutaman dan Harwanto
- 2005 (November). Ditemukan pabrik ecstasy terbsar ketiga di Asia di Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang
- 2005 (November). Ditemukan rumah sarang walet yang diduga digunakan sebagai pabrik ecstasy di Jalan Metro, RT I RW 12, kelurahan Sisir, Kota Batu, Malang, yang merupakan cabang dari pabrik ecstasy di Jawilan, Serang.
- 2005 (November). Polri menggrebeg pabrik ecstasy di Banyuwangi, Malang, Surabaya berhasil menangkap 5 orang tersangka 4 warga negara Indonesia, seorang lagi warga negara Belanda bernama Richard yang sekarang masih buron. Jaringan perdagangannya meliputi Hongkong, Singapura, Malaysia.
- 2005 (Desember). Polisi menggrebek sebuah ruko di Kawasan Pinangsia, Cibodas, Tangerang yang digunakan sebagai tempat penyulingan sabu-sabu cair yang disamarkan seolah-olah tempat pembuatan parfum..
- 2006 (Januari). Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Polda Banten menemukan satu set mesin pencetak ecstasy dan bahan pembuat pil ecstasy di sebuah gudang di Kibin, Serang, Banten. Pabrik ini mampu memproduksi dua juta butir pil ecstasy per jam.
- 2007 (September). Kepolisian Wilayah Kota Besar Surabaya dan Kepolisian Resor Banyuwangi, Jawa Timur, menggerebek sebuah rumah mewah milik Siswo Prawiro, 48 tahun, di Perumahan Pesona Mendut Regency Blok A 3-4,Kecamatan Banyuwangi, yang diduga sebagai pabrik pembuat narkoba jenis sabu-sabu. Dari hasil penggerebekan, ditemukan shabu-shabu siap edar sebanyak 5 kilogram beserta alat-alat produksi.
- 2007 (Oktober). Tim gabungan Bareskrim Mabes Polri serta Badan Narkotika Nasional menggerebek tiga lokasi yang digunakan sebagai tempat pembuatan shabu di Batam, Kepulauan Riau, Senin (22/10). Diduga lokasi ini merupakan pabrik shabu terbesar yang ditemukan di Indonesia. Lokasi yang digerebek adalah rumah toko (Ruko) Hopseng, Taman Niaga, dan Hijrah Karya Mandiri yang semuanya ada di kawasan Batam Center.
- 2008 (Desember). Polisi menggrebek Komplek Taman Palem Lestari Blok A 10 No 2 RT 06/16, Cengkareng, Jakarta Barat yang digerebek oleh Direktorat Narkoba Badan Reserse Kriminal Polri pada Kamis (18/12).
- 2008 (Desember). Sebuah kamar di apartemen Mediterania, Gajah Mada, Jakarta Pusat digerebek aparat Polri. Hasilnya ditemukan bahan baku pembuat sabu-sabu seberat 4 kilogram.
- 2009 (Februari). Penggrebekan pabrik sabu di Perumahan Citra Raya, Blok C10 No. 12, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang dan gudangnya di Desa Ciakar, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang
Data di atas hanya sebagian saja dari penemuan dan penggrebekan pabrik ecstasy dan sabu oleh BNN dan Polri yang saya sajikan. Tujuan dari penyajian data di atas adalah untuk memberikan pemahaman kepada kita semua bahwa pabrik narkoba benar-benar telah berada di lingkungan kita. Hal tersebut memberikan ancaman yang sangat menakutkan bagi kita dan anak-anak kita. Saya tidak dapat membayangkan, apabila pabrik narkobanya saja sudah berada di sekitar kita, tentu perdaran narkoba itu tanpa kita sadari (bisa jadi) sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di lingkungan kita.
Saya sangat mendukung pemberlakuan hukuman mati bagi para pengedar narkoba, apalagi pemilik pabriknya. Bahaya yang mereka berikan berupa kerusakan generasi penerus bangsa sangat membahayakan kelangsungan hidup bangsa dan negara kita. Hukuman mati bagi mereka saya rasa merupakan hukuman yang setimpal dengan perbuatan yang mereka lakukan.
Partisipasi Aktif Masyarakat Dalam Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba dan Pengungkapan Kasuh Narkoba
Mengingat betapa pabrik narkoba telah berada di sekitar kita maka sudah saatnya kita sebagai masyarakat harus berpartisipasi aktif dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba dan pengungkapan kasus narkoba. Untuk mencegah penyalahgunaan narkoba, kita dapat melakukannya melalui pemberian perhatian kepada anggota keluarga kita dan diperluas sampai ke lingkungan sekitar rumah kita. Apabila kita menemukan anggota keluarga atau warga di sekitar lingkungan kita yang mengkonsumsi narkoba, kita harus berani memberikan teguran dan mengingatkan bahwa hal tersebut tidak baik untuk dilakukan. Apabila kita menemukan anggota keluarga kita atau orang di sekitar kita yang menjadi pengedar narkoba (walupun kelas teri) tidak ada salahnya kita melaporkan kepada kepolisian atau memberi informasi kepada BNN.
Narkoba memang tidak memberikan kerusakan seperti pemboman. Akan tetapi, dampak kerusakan yang ditimbulkan narkoba berupa kerusakan jangka panjang dengan skala kerusakan yang jauh lebih luas. Oleh karenanya, marilah kita berpartisipasi aktif dalam mencegah penyalahgunaan narkoba dan membantu BNN mengungkap kasus narkoba dengan melaporkan kepada kepolisian apabila ada kegiatan yang mencurigakan di sekitar kita. Siapa tahu, apa yang kita curigai itu ternyata adalah pabrik narkoba.
Banner Visit Indonesia 2008 Masih Dipasang Di Media Indonesia dan Antara
Rasa-rasanya saat ini kita sudah berada di tahun 2009. Sudah lewat pertengaham bulan Februari. Akan tetapi, percayakah Anda apabila kita masih bisa menemui banner Visit Indonesia 2008 pada hari ini 18 Februari 2009?
Saya menemukan banner itu sejak kemarin, di Media Indonesia. Banner tersebut terdapat pada halaman utama, di sebelah banner Yayasan Cinta Anak Bangsa.
Satu lagi pada halaman Editorial Media Indonesia, berupa flash banner di atas banner YCAB dan Visit Indonesia 2008 yang saya sebut di atas.
Silakan klik untuk memperbesar gambar.
Selain di Media Indonesia, saya juga menemukan banner yang sama di website Kantor Berita Antara.
Saya tidak ingin mengomentari apakah pemasangan banner tersebut gratis atau membayar. Akan tetapi kok ya sudah sepantasnya apabila banner tersebut diturunkan saja. Toh 2008 sudah lewat sejak satu setengah bulan yang lalu.
Di website Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata justru banner-nya sudah berganti menjadi Visit Indonesia 2009 yang menaut ke halaman My-Indonesia.info.
Banner di My-Indonesia.info seperti di bawah, menaut ke halaman yang menyediakan logo-logo Visit Indonesia 2009 yang dapat diunduh (download).
Ternyata pihak pemerintah lebih teliti daripada swasta. Kita patut mengacungkan jempol kita kepada Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI serta pengelola My-Indonesia.info untuk hal ini.
Kembalikan Kedaulatan Udara RI di Sekitar Singapura
Sudah lama saya ingin menulis mengenai hal ini. Akan tetapi, karena kesibukan, saya belum sempat mengumpulkan referensi. Alhamdulillah, melalui situs TANDEF, kolega saya telah menuliskan hal ini pada artikel berjudul Menggugat Penguasaan Eksklusif Wilayah Udara Indonesia oleh Singapura di MTA1 dan MTA2.
MTA kependekan dari Military Training Area. MTA ini digunakan oleh Singapura untuk mengadakan latihan tempur angkatan udaranya di atas wilayah udara Indonesiai. MTA-1 dipatok dari sebelah barat daya Singapura hingga wilayah Tanjung Pinang, Riau. Di sebelah timur, MTA-2 membentang dari sisi timur Singapura hingga Kepulauan Natuna. MTA1 dan MTA2 merupakan hasil perjanjian pertahanan antara RI dan Singapura berupa Agreement between the Government of the Republic of Indonesia and the Government of the Republic of Singapore on Military Training in Areas 1 and 2 yang ditandatangani pada tanggal 21 September 1995 oleh Jenderal TNI (Purn) Edi Sudradjat (Menhankam RI pada waktu itu) dan Dr.Tony Tan (Menhan Singapura pada waktu itu). Agreement ini disahkan pula oleh Kepres No 8/1996.
Pasal 5 perjanjian tersebut menyebutkan bahwa masa berlaku perjanjian habis pada 2001 apabila tidak dilakukan perpanjangan atau pembaruan perjanjian. Sayangnya, sepertinya Pemerintah RI melalui Menteri Pertahanan tidak melakukan kontrol atas perjanjian tersebut sehingga sampai saat ini Singapura masih menggunakan MTA1 dan MTA2. Singapura tidak segan-segan mengusir dan menghalau pesawat udara kita yang melintas di atas wilatah tersebut.
Sebagai warga negara, saya meminta kepada Menteri Pertahanan RI untuk segera mengirimkan pemberitahuan kepada Singapura bahwa perjanjian MTA1 dan MTA2 telah berakhir pada tahun 2001 dan meminta Singapura tidak lagi menggunakan wilayah udara tersebut untuk menerbangkan pesawat-pesawat tempurnya. Saya juga meminta kepada Komisi I DPR RI untuk mengingatkan Menteri Pertahanan agar segera mengambil tindakan terhadap masalah ini. Kedaulatan bangsa tidak dapat ditawar-tawar lagi. Karena masa berlaku perjanjian sudah selesai, sudah seharusnya Singapura secara otomatis menghentikan penggunaan wilayah udara di MTA1 dan MTA2. Nyatanya, mereka masih menggunakan wilayah udara tersebut seakan-akan wilayah udaranya sendiri.
Untuk Atasi Kelangkaan Pupuk Produksi dan Distribusi Pupuk Harus Dikuasai Negara
Apa yang tidak langka di Indonesia? Saya mengamati selama ini bahwa kelangkaan suatu komoditas di Indonesia ini pasti ada gilirannya. Daerah pernah mengalami kelangkaan semen sehingga harga semen melambung tinggi. Bensin premium sering langka. Minyak goreng pernah langka. Minyak tanah langganannya langka. Kali ini, di negara yang mayoritas penduduknya masih bertani, pupuk pun langka. Negara ini macam tidak mengerti manajemen saja. Semuanya hanya bisa memberikan reaksi ketika segala kelangkaan sudah terjadi.
Mengingat pentingnya pupuk dalam usaha menjaga ketahanan pangan, saya hanya ingin mengingatkan amanat konstitusi kita bahwa cabang-cabang produksi yang penting dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. Saya hanya akan mengingatkan kita semua mengenai hal tersebut. Kaitannya dengan pupuk, saya menyatakan agar produksi dan distribusi pupuk dikuasai oleh negara.
Mengapa negara?
Produksi pupuk selama ini memang dikuasai oleh negara melalui BUMN seperti Pupuk Sriwijaya. Akan tetapi, distribusinya dilakukan oleh swasta. Saya kira, pangkal kelangkaan komoditas terjadi dalam dua fase yaitu produksi dan distribusi. Kelangkaan minyak goreng pertengahan tahun lalu terjadi karena minyak sawit dilempar semua ke pasar internasional. Fase produksi yang membuat minyak goreng langka. Begitu pun dengan BBM, hampir semua penyebab kelangkaannya terjadi di sisi produsen (Pertamina) dengan segala permasalahannya. Sedangkan, pada saat kelangkaan pupuk terjadi, kesalahan langsung ditimpakan kepada distributor dan pengecer. Namun, ternyata dari surat kabar kita juga membaca bahwa pupuk masih menumpuk di gudang Pusri. Permainan apa ini yang sedang dimainkan?
Sejak Oktober lalu kita sudah masuk musim tanam padi. Pada masa awal, pupuk urea benar-benar sangat dibutuhkan oleh petani agar tanaman padi yang ditanam dapat tumbuh subur dan diharapkan dapat memberi panen yang baik. Terlambat memberi pupuk pada saat awal akan mengakibatkan tanaman padi terganggu pertumbuhannya dan dapat mengurangi potensi hasil panen. Apapun permainan yang sedang dimainkan, kita harus waspada. Bisa saja ini merupakan sabotase untuk memperburuk citra pemerintah yang sedang berkuasa karena sebentar lagi kita akan pemilu. Tentu saja, tidak seorang pun boleh membiarkan usaha-usaha yang dapat mengganggu ketahanan pangan demi kepentingan politik sesaat.
Rekomendasi
Sekali lagi saya ingin mengingatkan bahwa cabang-cabang produksi yang penting dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. Dikuasai itu bukan berarti negara cukup menguasai mayoritas saham seperti kata para pengobral BUMN. Menguasai ya menguasai, memiliki 100 prosen saham, menguasai bahan mentahnya apabila tersedia di dalam negeri, dan menguasai distribusinya. Mungkin saja ada yang mengatakan bahwa hal itu menunjukkan bahwa kita ini fasis. Fasis tidak apa-apa yang penting semuanya teratur, pupuk selalu tersedia pada saat dibutuhkan. Tidak seperti saat ini, ketika negara tidak menguasai, semua hal hanya menunggu giliran untuk jadi langka.
80 Tahun Sumpah Pemuda: Jangan Hanya Sebatas Diperingati
Hari ini, 28 Oktober 2008 adalah ulang tahun Sumpah Pemuda yang ke-80. Di seantero Nusantara Hari Sumpah Pemuda ramai diperingati. Bahkan, partai politik nomor 28 menggunakan momen Sumpah Pemuda ini untuk menyosialisasikan nomornya.
Pada tahun 1928 para pemuda dari berbagai wilayah Indonesia sangat menyadari arti penting persatuan dan kesatuan untuk memperkuat daya dobrak perjuangan. Oleh karena itu, mereka bersumpah untuk bertanah air satu, tanah air Indonesia; berbangsa satu, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia. Para pemuda masa itu benar-benar menepati sumpahnya. Mereka berjuang bersama-sama untuk mencapai kemerdekaan sehingga akhirnya kemerdekaan pun tercapai.
Kini, di zaman kemerdekaan, setiap tahun Sumpah Pemuda diperingati. Akan tetapi, saya takut bahwa Sumpah Pemuda hanya diperingati secara seremonial tanpa diresapi dan dilaksanakan sumpahnya. Padahal, sumpah yang diucapkan oleh para pemuda Indonesia 80 tahun lalu itu masih relevan hingga kini. Persatuan dan kesatuan masih sangat kita perlukan dan harus kita tegakkan.
Marilah kita tegakkan dan kita laksanakan sumpah pemuda dalam kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini. Di era modern ini, kita jangan kalah oleh para pemuda dari zaman pergerakan dulu. Saat itu mereka menyatakan bertanah air dan berbangsa satu. Sayangnya, kini semangat seperti itu mulai pudar. Di era pilkada secara langsung ini, tanah air dikotak-kotakkan antara putra daerah dan bukan putra daerah. Padahal, dengan semangat bertanah air satu maka sebenarnya kita semua ini adalah putra tanah air. Marilah kita berkaca kepada Amerika Serikat. Di negara itu, Arnold Schwarzeneger yang merupakan imigran bisa menjadi gubernur. Saat ini, Barack Obama yang ayahnya berasal dari Kenya dan pernah memiliki ayah tiri dari Indonesia, bisa menjadi calon presiden Amerika Serikat. Sementara, dalam setiap pilkada kita akan selalu mempermasalahkan putra daerah atau bukan putra daerah.
Pada kesempatan peringatan 80 tahun Sumpah Pemuda ini saya mengajak kita semua segenap tumpah darah Indonesia untuk jangan hanya memperingati Sumpah Pemuda secara seremonial. Mari kita ikut bersumpah, menegakkan dan melaksanakan sumpah itu demi kejayaan Indonesia Raya.


