Archive for the ‘Internasional’ Category
Singapura Yang Bebal, Indonesia Yang Lemah
Australia, negara tetangga kita di tenggara yang merupakan sekutu Barat, ternyata memiliki komitmen persahabatan yang tinggi. Negara kanguru itu memiliki goodwill dalam hal ekstradiksi. Kabar teranyar yang kita peroleh adalah tertangkapnya Adrian Kiki, tepidana kasus korupsi BLBI, di Australia. Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda mengatakan bahwa pemerintah Australia memberikan jaminan untuk mengekstradiksi terpidana kasus pengemplangan dana bantuan likuiditas Bank Indonesia (BLBI) tersebut. (Media Indonesia).
Australia yang merupakan negara Barat walaupun berada di Selatan, memberikan sikap yang berkebalikan daripada Singapura, tetangga kita sesama anggota ASEAN. Singapura, negara pulau yang tidak demokratis, sangat tidak memiliki kemauan baik untuk melakukan perjanjian ekstradiksi dengan Indonesia. Negara itu, yang konon negara bersih, merupakan tempat bercokol paling aman buat para kriminal pengkorupsi uang rakyat Indonesia. Siapa pun yang korupsi kemudian membawa uangnya masuk Singapura pasti akan aman berada di sana karena Singapura menutup mata terhadap asal muasal uang yang dimiliki seseorang. Asalkan itu uang, darimana pun asalnya, akan diterima oleh Singapura dengan sangat gembira. Uang hasil korupsi yang merugikan negara dan rakyat sekali pun, asal bukan negara dan rakyat Singapura, akan diterima dengan bahagia.
Kali terakhir, Singapura mau melakukan perjanjian ekstradiksi dengan syarat perjanjian pertahanan yang sangat merugikan Indonesia. Syukurlah berbagai kalangan termasuk DPR menolak rancangan perjanjian pertahanan tersebut. Kita ini negara besar, tidak sepantasnya disetir oleh the red dot on the map itu.
Singapura bebal. Saya yakin pemerintah negara kecil itu tahu bahwa banyak koruptor bercokol di wilayahnya. Akan tetapi, sekali lagi, karena koruptor itu bersembunyi sambil membawa uangnya, Singapura melindungi mereka. Sungguh bebal. Kita sudah berusaha sejak dulu untuk mengajak Singapura membuat perjanjian ekstradiksi tetapi negara itu tidak mau. Ekstradiksi dikompensasi dengan ekstradiksi, itu yang betul. Ekstradiksi dikompensasi dengan pertahanan, itu namanya ngawur.
Apabila Singapura bebal, maka Indonesia lemah. Menghadapi negara kecil itu saja tidak berkutik. Padahal, negara kecil itu banyak mengambil keuntungan dari kita. Pertama, warga kita banyak yang berkunjung ke sana. Warga Jakarta yang pergi ke Singapura menurut saya lebih banyak daripada warga Jakarta yang pergi ke Bali. Mengapa kita tidak berani mengumandangkan larangan berkunjung ke Singapura? Kedua, banyak impor kita yang harus melewati Singapura. Hal itu membuat Singapura mendapat uang jasa dari mampirnya segala macam barang. Mengapa kita tinggal diam melihat hal seperti itu? Saya sangat kesal betapa (dalam skala yang saya ketahui) banyak impor yang harus lewat Singapura. Contoh nyata adalah barang-barang teknologi informasi dan perangkat telekomunikasi. Perangkat komputer dan peripheral bermerek seperti HP, Lenovo, Dell, dll impornya pasti melalui Singapura. Perangkat server seperti IBM, HP, Dell, dll pasti lewat Singapura dulu. Perangkat jaringan seperti Cisco, 3Com, HP, Siemens, Motorolla, Nokia, dll masuknya harus lewat Singapura. Sungguh sangat disayangkan, gara-gara barang harus lewat Singapura dulu, harga akhir dari barang-barang tersebut menjadi lebih mahal.
Indonesia besar tetapi lemah. Menghadapi Singapura saja tidak mampu. Marilah kita bangkit dan sadar akan kebesaran kita. Apa susahnya membuat peraturan yang mewajibkan semua principal produk IT untuk membuat kantor perwakilan di Indonesia dan membuat jaringan distribusi tersendiri di Indonesia, bukan subdistributor yang harus selalu melewati Singapura. Saya yakin apabila dituangkan dalam peraturan hukum, para principal produk IT itu akan mematuhi. Mereka tentu tidak mau kehilangan bisnis di Indonesia.
Dengan melarang warga Indonesia pergi ke Singapura dan selanjutnya melarang berdagang dengan Singapura, saya yakin negara kecil itu akan mendapat ganjaran yang setimpal atas kelakuannya yang congkak tidak mau mengekstradiksi koruptor yang bersembunyi di wilayahnya. Negara kita tidak akan rugi tidak berdagang dengan Singapura. Kita negara yang sangat luas dan memiliki komoditas apa pun. Mengapa harus takut melarang berdagang negara kecil itu? Toh, persahabatan yang ditunjukkan Singapura terhadap kita tidak sungguh-sungguh. Australia yang sering bersikap pedas kepada kita ternyata lebih bersahabat daripada Singapura. Lalu, apa kita akan tetap lemah terhadapnya?
Mendukung Keputusan KPPU terhadap TEMASEK
Saya sudah menduga bahwa KPPU akan memvonis Temasek melanggar UU No.5 Tahun 1999. Pada diskusi-diskusi di Radio Elshinta, KPPU telah memberikan informasi mengenai temuan-temuan yang dapat mengarah kepada pemberian vonis bersalah kepada Temasek. Sebagai warga negara Indonesia saya sangat berharap bahwa KPPU akan memvonis Temasek bersalah. Saya sangat geram atas divestasi Indosat yang dilakukan oleh Laksamana Sukardi ketika menjabat Menteri BUMN. Perusahaan sesehat Indosat dijual macam perusahaan sekarat akibat perjanjian setan dengan IMF yang secara terselubung memaksa pemerintah Indonesia mendivestasi seluruh BUMN yang sehat. Dan akhirnya, KPPU memutuskan Temasek telah melanggar UU No. 5 Tahun 1999 berkaitan dengan kepemilikan silang yang dilakukan oleh Kelompok Usaha Temasek dan praktek monopoli Telkomsel. Secara penuh, silakan baca siaran pers KPPU di taut ini.
Pada akhir tahun 2002 divestasi Indosat yang dimenangkan oleh STT, anak perusahaan yang sahamnya 100% dikuasai oleh Temasek, menyebabkan industri telekomunikasi seluler di Indonesia mengalami struktur kepemilikan silang. Hal ini disebabkan karena sebelum divestasi tersebut, saham Telkomsel yang merupakan operator seluler terbesar di Indonesia telah dimiliki oleh Temasek melalui anak perusahaannya yaitu Singtel dan SingTel Mobile, sehingga secara tidak langsung Kelompok Usaha Temasek telah menguasai pasar seluler Indonesia dengan menguasai Telkomsel dan Indosat secara tidak langsung.
(Klik gambar untuk melihat skema kepemilikan silang Temasek atas Indosat dan Telkomsel)
Terlepas dari kontroversi yang ada dan permintaan untuk dilakukannya eksaminasi terhadap keputusan KPPU, saya sangat setuju dan mendukung keputusan KPPU. Saya juga setuju dengan Wapres Jusuf Kalla yang mengatakan Temasek Holdings harus mentaati hukum Indonesia, termasuk dalam bisnis telekomunikasi. Telkomsel atau Temasek boleh saja melakukan banding karena jalur tersebut diatur oleh hukum. Akan tetapi, apabila Singapura (Temasek) berkoar-koar di dunia internasional dengan mengatakan iklim investasi di Indonesia tidak baik, tentu kita boleh menganggap Singapura mengada-ada. Mereka selalu memaksa kita menghormati hukum negara kecil itu tetapi ketika berperkara hukum di Indonesia, mereka menggunakan jalur di luar hukum untuk menjelek-jelekkan Indonesia.
Saya berharap di tingkat banding atau tingkat yang lebih tinggi lagi kalau ada, keputusan ini tidak berubah. Kepemilikan Temasek di Telkomsel dan Indosat terbukti tidak memberikan iklim persaingan yang dapat menjadikan pelanggan seluler di Indonesia semakin beruntung. Temasek yang memiliki Telkomsel dan Indosat membuat kedua operatir seluler penguasa pasar di Indonesia itu tidak saling bersaing secara sehat untuk memberikan tarif yang menarik. Hal tersebut tentu diikuti oleh pengikut-pengikutnya di pasar seperti XL dan 3.
Putuskan Hubungan Diplomatik RI – Malaysia
Tak putus-putusnya Malaysia menghina Indonesia. Sudah banyaklah kerugian yang dialami oleh Indonesia. Di banding manfaatnya, hubungan dengan Malaysia lebih banyak mudharatnya. Apalah manfaat yang diberikan Malaysia? Lapangan kerja? Mereka hanya menyediakan lapangan kerja sebagai babu dan buruh kasar (buruh kebun, buruh bangunan). Untuk pekerjaan yang membutuhkan keterampilan tinggi, orang kita yang di sana disebut Indon digaji kurang dari separuh gaji orang Malaysia berketerampilan sama. Lapangan kerja yang sedikit itu selalu saja kita bayar dengan disiksanya perempuan-perempuan kita yang jadi babu. Yang bukan babu juga disemena-menakan oleh Polisi Diraja mereka. Tidak cukup sampai di sana, wilayah kita pun selalu digerogoti oleh Malaysia.
F-PAN dan F-PKS mendesakkan pemutusan hubungan diplomatik dengan Malaysia. Mana itu fraksi-fraksi dari Partai Nasionalis, kok pada memble? Tunggu apa lagi? Republik Indonesia tidak akan hancur hanya karena tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Malaysia. Kita semua toh masih ingat bahwa tahun 60-an dulu kita hampir mengganyang Malaysia. Mereka waktu itu masih menyusu sama Inggris. Kita nggak takut sama pasukan Common Wealth maupun Gurkha yang disiapkan oleh Inggris. Lah… sekarang kok kebalik, kita diinjak-injak, dihina, dilecehkan oleh Malaysia. Celakanya lagi, semua presiden kita mulai dari Soeharto, Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono macam gembus alias ampas tahu, tidak berani megambil tindakan tegas kepada Malaysia.
Bangga Sebagai Orang Indonesia, Saya Ingin Make domain .ID (Kominfo, Jual Dong!)
Memakai domain tingkat kedua (second level domain) Indonesia macam web.id, or.id nggak cocok buat saya. Saya pingin ccTLD Indonesia, yaitu ID bisa dijual seperti .tv, .us, .tk, dll. Merupakan suatu kebanggaan tersendiri bisa memakai top level domain Indonesia (.id) karena saya asosiasikan ID = identity = identitas.
Entah kapan Depkominfo melalui web ini akan mengijinkan kita memakai domain .id buat kita. Kalau second level domain nyapek-nyapekin ngetik di address bar perambah kita. Coba kombor.id atau moharifwidarto.id. Enak kan, ngetiknya! Kalau kombor.web.id mah males, mending make kombor.com, kombor.net atau kombor.info. BTW, domain .blog belum ada juga yah?
Rekan-rekan blogger yang lain, mau nggak make domain .ID? Gimana kalau sama-sama minta agar domain .id bisa dijual kepada WNI seperti second level domain yang sudah bisa dipakai itu?
Mau tahu apa itu ccTLD atau daftar ccTLD yang sudah ada? Klik aja sendiri yah.
Pemerintah telah melanggar UUD 1945
Sudah banyak yang menyesalkan keputusan yang diambil oleh pemerintah dalam memberikan suara setuju pada Resolusi Dewan Keamanan PBB No. 1747 yang berisi penambahan sanksi bagi Iran. Semua sudah bicara tetapi belum sampai pada inti pokoknya, yaitu pemerintah telah melanggar UUD 1945.
Tentu kita semua ingin tahu bagian mana dari UUD 1945 yang telah dilanggar oleh pemerintah. Okelah, mari kita jlentrehkan dengan gamblang.
“I love the United States, with all its faults. I consider it my second country.”
Kalimat di atas adalah ucapan Susilo Bambang Yudhoyono. Kalimat itu pernah dilansir oleh Aljazeera. Saat ini pun masih dapat dibaca pada taut ini. Pantas saja sambutan yang diberikan kepada Tuan Semak-Semak begitu membahana dan berlebih sampai-sampai rakyat Bogor dikorbankan. Sambutan itu tak beda dengan seorang bawahan menyambut atasannya yang sangat berkuasa. Asal Bapak Senang. Budaya itu kembali lagi masih sangat terasa. Asal Bapak Senang, rakyat sengsara tidak mengapa.
Kemarin rekan kerja saya yang rumahnya di Bogor tidak masuk kerja. Tidak ada angkutan, katanya. Dengar dari radio, sejak hari Minggu jalur angkot sudah diblokir. Aktivitas harian rakyat menjadi terhenti. Kunjungan yang selama 5 – 6 jam kok rasa-rasanya tidak patut diperbandingkan dengan kerugian yang diderita rakyat.
Aku teringat, pada saat nostalgia Konferensi Asia Afrika di Bandung di mana banyak pemimpin negara lain datang, penjagaan tidak seperti kemarin. Penjagaan tidak dilakukan seperti bala tentara setan menjaga jangan sampai ada malaikat yang dapat menyentuh Raja Iblis, yaitu Tuan Semak-Semak. Para pemimpin yang datang ke Bandung waktu itu hanya disambut dengan percepatan penyelesaian jalan tol Cipularang. Sungguh ironis, berlipat jumlah nyawa tidak dijaga sebagaimana menjaga seorang Tuan Semak-Semak.
Tuan Semak-Semak memang telah pergi. Akan tetapi, bau mubazir duit 6 milyar rupiah tentu akan selalu tercium bushuk.
“Saya mencintai Amerika Serikat, dengan segala kecacadannya. Saya mempertimbangkannya sebagai negara kedua saya.” Duh Gusti paringono pangapuro…
Tuan Semak-Semak Datang, Rakyat Dikorbankan
Hidup di negeri ABS (Asal Bapak Senang) memang menggelikan. Zaman dinasti penguasa yang lalu, saya masih ingat ketika Pak Dukuh memberikan pengumuman melalui corong masjid agar para warga dukuh melakukan kerja bakti di sekitar jalan desa karena akan dilewati rombongan Bupati yang akan berkunjung ke kelurahan. Masih ingat pula zaman SMA dulu ketika akan ada tamu dari Jakarta atau pejabat, seluruh siswa harus kurvei membersihkan asrama dan lingkungan sekitar asrama. Para pejabat dinas di daerah juga selalu kelabakan kalau akan ada pejabat dari Jakarta datang meninjau. Tamu dari Jakarta itu diperlakukan seperti “pelanggan berduit tak terbatas”, disediakan penginapan VVIP, dijamu di restoran paling mahal, dan lain-lain pelayanan premium yang tidak bakalan didapat pejabat daerah.
Ternyata, tradisi ABS itu masih berlanjut sampai sekarang. Celakanya, ini ada tamu dari luar. Tamunya adalah pembantai rakyat Irak. Dia datang dari negara besar, sangat besar. Yang menjadikanku muak adalah perlakuan terhadap tamu itu yang sangat melebihi batas. Bahkan, rakyat sendiri dikorbankan untuk menerima tamu itu. Kebun Raya Bogor dirusak untuk dibangun landasan helikopter. Pas tamu itu datang, seluruh komunikasi seluler di sekitar tempat tamu itu berkunjung akan diblokir sehingga rakyat tidak dapat berkomunkasi. Ayah tidak dapat menghubungi anak gadisnya yang sedang beli talas. Sahabat tidak bisa saling curhat. Pelaku bisnis tidak bisa menyusun kencan bisnis melalui telpon genggam. Pokoknya, demi menyenangkan tamu penjagal rakyat Irak itu, orang-orang di Bogor perlu dikorbankan oleh pejabat Jakarta.
Ohhh…. wajar saja kalau begitu. Kan orang Jakarta yang punya gawe di Bogor yang mengorbankan warga Bogor!
Baca entri selengkapnya »
Solidaritas Singapura
SOLIDARITAS sesama negara ASEAN kembali dipersoalkan setelah Singapura membawa kasus asap akibat kebakaran hutan di Indonesia ke forum Majelis Umum PBB. Masihkah ada solidaritas itu? Jika toh masih ada, seberapa kuat?Sikap Singapura itu mencerminkan bahwa solidaritas tinggal romantisme. Solidaritas harus dilihat secara kritis, proporsional, tergantung kepentingan negara masing-masing.Solidaritas menyeluruh mungkin masih bisa diharapkan bila menghadapi musuh bersama di tingkat kawasan. Tanpa common enemy, solidaritas hanyalah omong kosong.
Pandangan lain justru melihat ketegaan Singapura membawa masalah asap ke forum PBB adalah karena kegagalan Indonesia di forum bilateral. Indonesia gagal meyakinkan Singapura, bahwa Indonesia mampu menghentikan asap yang memang telah mengganggu Singapura dan Malaysia, bahkan bisa menimbulkan penyakit pernapasan rakyat di kedua negara itu.Adalah sangat pantas bila negara seperti Singapura kehilangan kesabaran. Kebakaran hutan dengan akibat asap yang menyesakkan dada negara tetangga itu terjadi tiap tahun, selama berbulan-bulan. Dan tiap tahun, berbulan-bulan pula, Indonesia memperlihatkan diri kepada seluruh dunia sebagai negara yang terlambat berpikir dan telat bertindak mengatasi asap.
Singapura adalah negara yang lugas dan profit oriented. Membawa masalah asap ke forum PBB hanyalah salah satu contoh bagaimana sikap Singapura terhadap Indonesia. Contoh lain, Singapura dengan senangnya terus menjadi tempat pelarian koruptor Indonesia. Inilah negara tetangga paling dekat dan paling aman pula untuk menyembunyikan buron Kejaksaan Agung. Hingga kini tidak ada tanda-tanda bahwa Singapura mau membuat perjanjian ekstradisi dengan Indonesia.Singapura hanya akan melihat Indonesia dari sudut kepentingannya sendiri. Bahkan Singapura memanfaatkan kelemahan Indonesia dengan menjadikan negeri ini sebagai tempat pembuangan limbah berbahaya dan beracun. Singapura juga menjadi penampung pencurian pasir Indonesia, tanpa Indonesia pernah melaporkannya ke forum dunia bahwa daratan Singapura semakin luas karena pencurian itu. Singapura pun tidak peduli dengan tumpahan minyak dari tanker yang melintas di Selat Malaka dan berlabuh di Singapura.
Indonesia hanya diam saja atas seluruh perlakuan buruk Singapura itu. Sebaliknya, Singapura akan menunjukkan sikap tegas dan penuh perhitungan bila Indonesia merugikannya. Termasuk, membawa perkara asap ke forum PBB.Setelah krisis menimpa Indonesia dan menjadikan Indonesia pasien Dana Moneter Internasional (IMF), wibawa Indonesia di kawasan ini memang merosot jauh. Singapura, misalnya, lebih memperhitungkan Malaysia di bawah kepemimpinan Mahathir Mohamad, dan memandang lebih rendah Indonesia. Lee Kuan Yew dan Mahathir lebih menghormati Pak Harto ketimbang Indonesia sebagai negara.
Memang, tidak patut mengharapkan timbulnya solidaritas terlebih rasa hormat dari negara lain bila bangsa sendiri tidak mampu menyelesaikan masalah di dalam negeri. Asap hanyalah salah satu wujud ketidakmampuan itu. Di belakang asap, bersarang berbagai persoalan, seperti tidak tegaknya hukum, tidak peduli lingkungan, buruknya koordinasi, dan tentu munculnya peluang korupsi bersama dana yang mengalir untuk mengatasi asap dan akibat yang ditimbulkannya.Jika tahun depan asap kembali mengganggu Singapura, bersiaplah menghadapi kenyataan Indonesia dipermalukan di forum PBB.
Editorial Media Indonesia Online
Komentar:
Pantaskah kita mengharapkan solidaritas negara lain, sedangkan kita sendiri terkesan tidak punya niat untuk menghentikan acara tahunan itu? Apakah bangsa kita sudah benar-benar bodoh sehingga pembakaran lahan yang tiap tahun dilakukan tidak bisa dihentikan? Pejabat, aparat maupun rakyat di provinsi pembakar lahan tidak ada yang tergerak untuk dapat menghentikan kebiasaan membakar lahan. Kerugian akibat perilaku itu bukan hanya harus dialami oleh orang Indonesia sendiri melainkan juga harus ditanggung oleh negara tetangga. Seharusnya, Indonesia tidak mengemis solidaritas. Bikin malu saja.
Blogged with Flock
Today’s Dialogue: Meutya Hafid tidak tahu kalau Kadin bukan lembaga pemerintah
Aku pulang dari kantor di bilangan Cipete pada pukul 03:00 dini hari dan sampai di rumah pukul 04:00 pagi. Oleh istriku, televisi tidak dimatikan dan saat itu saluran TV7 yang sedang menyala. Aku lalu pindahkan ke MetroTV, saluran televisi swasta favoritku. Saat itu acara yang sedang ditayangkan adalah Todays Dialogue (ulangan Todays Dialogue 30/08/2006 pukul 23:05 WIB) yang dipandu oleh Meutia Hafid dengan narasumber Ruyandi Hutasoit dari PDS dan (maaf lupa namanya) dari PAN. Pak Ruyandi Hutasoit pro hubungan diplomatik antara Indonesia dengan Israel. Kalau narasumber dari PAN melihat bahwa pada saat ini membuka hubungan diplomatik dengan Israel akan lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya. Hal ini senada dengan narasumber dari Departemen Luar Negeri yang dihubungi per telepon.
Sayangnya, ada satu kekurangan besar yang dimiliki oleh Meutya Hafid. Ketika memaparkan data kontak yang dilakukan people to people maupun hubungan tidak resmi antara Indonesia dan Israel, Meutya ngotot mengenai Kadin yang pernah berkunjung ke Israel. Meutya ngotot dengan kontak-kontak yang dilakukan lembaga pemerintah. Dia memberi contoh adalah kunjungan lembaga bernama Kadin. Meutya menganggap Kadin itu adalah sebuah lembaga pemerintah sehingga dia berkeras menncecar dengan pertanyaan “Walaupun kunjungan itu dilakukan oleh Kadin?”. Nara sumber dari Deplu menjelaskan bahwa Kadin bukan lembaga pemerintah tetapi Meutya tidak menganggap penting hal tersebut dan segera mengakhiri percakapan dengan narasumber Deplu.
Sayang sekali. Ketika menyiapkan data kontak yang terjadi antara Indonesia – Israel itu apa produser Todays Dialog yang mengumpulkan data itu tidak tahu bahwa Kadin itu bukan lembaga pemerintah? Atau itu semata-mata hanya ketidak tahuan dari Meuya saja? Sayang sekali pembicaraan yang seharusnya menarik sering dikotori oleh host Todays Dialogue yang tidak menguasai apa yang dibawakan.
Agresi Israel telah menyulut Perang Cyber
Agresi Israel telah menyulut perang cyber. Website dari Amerika, diantaranya NASA, Berkeley University, Microsoft dan website pemerintah Amerika telah di-deface. Informasi selengkapnya di zone-h. Para penentang agresi Israel mengkampanyekan penolakan mereka atas tindakan Israel yang kita semua tahu, didukung oleh Amerika.
Contoh hasil defacing NASA adalah sebagai berikut:
| Mirror saved on: 2006/07/27 15:27 | ||
| Defacer: byond hackers team | Domain: http://avdc.gsfc.nasa.gov/phpgdv2 | IP address: 128.183.103.227 |
| System: MacOSX | Web server: Apache | Attacker stats |
No war
This is a cyber-protest, we are : Xtech Inc
(Argentina-Mexico-Germany)- eno7 (Turkey)- byond crew (Chile) – hackbsd
crew (Cuba-Dominican Republic)
defaced by byond crew – Chile
byond.team@gmail.com