Moh Arif Widarto

Archive for the ‘Gerindra’ Category

SBY – PRABOWO Kombinasi Capres – Cawapres Terbaik untuk Indonesia Saat Ini

with 17 comments

Pemilu 2009 telah dilaksanakan pada 9 April 2009 yang lalu (di dua kabupaten di NTT hari ini). Walaupun penghitungan hasil pemilu belum selesai dan baru akan diumumkan secara resmi oleh KPU kepada publik pada 9 Mei 2009 yang akan datang, hasil hitung cepat beberapa lembaga survei nampaknya sepakat menunjukkan bahwa Partai Demokrat akan memenangi pemilu 2009 dengan perolehan suara sekitar 20%. Menanggapi hasil hitung cepat tersebut, para elit partai politik mulai kasak-kusuk menjajagi pembentukan koalisi untuk pencalonan presiden dan wakil presiden.

Partai Golkar yang tersinggung oleh pernyataan Ahmad Mubarok bahwa Golkar hanya akan mendapat 2,5% suara pada pemilu 2009 telah menyatakan untuk mengusung calon presiden sendiri. Akan tetapi, hasil hitung cepat pemilu yang menempatkan Partai Golkar di posisi kedua atau ketiga membuat Partai Golkar bingung. Beberapa elit Golkar menyatakan lebih baik Golkar kawin lagi dengan Demokrat sementara banyak DPD Golkar menyatakan agar Golkar tetap mengusung Kalla sebagai calon presiden. Seperti halnya Partai Golkar yang bingung, nampaknya JK juga bingung dan sepertinya akan berlindung di belakang keputusan partai.

Yang lucu dari masalah koalisi dengan Partai Demokrat adalah PKS. Partai yang diperkirakan hanya akan mendapatkan 7% – 8% suara pada pemilu 2009 ini telah bertindak sebagai juru mudi koalisi. PKS sangat ingin Hidayat Nurwahid menjadi mempelai SBY sehingga mencoba mempengaruhi Partai Demokrat untuk tidak lagi menggandeng Golkar. Yang terakhir, bahkan, PKS mengancam akan keluar dari koalisi apabila Golkar diikutkan dalam koalisi Partai Demokrat. Anis Matta menyatakan bahwa PKS tidak akan berkoalisi berdasarkan pragmatisme yang merupakan ajang bagi-bagi kekuasaan. Padahal, apabila kita mau menilai lebih lanjut, siapa yang sebenarnya berpikir pragmatis apabila bukan PKS? PKS adalah partai Islam dan Partai Demokrat sebuah partai nasionalis. Agak lucu apabila partai nasionalis berkoalisi dengan partai Islam karena secara ideologi berbeda. Pada kasus ini justru diperlihatkan perilaku kekuasaan menghalalkan cara sehingga sebuah partai Islam ngotot untuk berkoalisi dengan sebuah partai nasionalis. Karena ngototnya, partai Islam itu sampai mengancam akan keluar dari koalisi apabila ada partai nasionalis lain yang diajak bergabung.

PASANGAN CAPRES – CAWAPRES TERBAIK UNTUK INDONESIA

Banyak yang mengatakan bahwa SBY – JK jilid II adalan pasangan capres – cawapres terbaik untuk Indonesia saat ini. Tidak, pasangan SBY – JK adalah pasangan terbaik untuk PD dan Golkar. Ada pula yang mencoba-coba menunjukkan bahwa SBY – Hidayat sebagai pasangan capres – cawapres terbaik. Mungkin terbaik untuk memenangkan pilres karena faktor SBY tetapi bukan yang terbaik untuk bangsa ini.

Pasangan capres – cawapres terbaik untuk Bangsa Indonesia saat ini adalah SBY – PRABOWO.

KEUNTUNGAN PASANGAN SBY PRABOWO BAGI BANGSA INDONESIA

Pasangan SBY – PRABOWO akan mampu mewujudkan Pemerintahan yang BERSIH dan TEGAS.

Kita semua tahu bahwa SBY merupakan figur yang menunjukkan komitmen yang kuat terhadap pemberantasan korupsi di Indonesia. Selama kepemimpinannya, SBY menunjukkan keseriusannya dalam memberantas korupsi. SBY pernah mengeluarkan pernyataan bahwa pemberantasan korupsi akan dimulai dari rumahnya sendiri. Hal ini dibuktikan ketika SBY tidak menghalangi KPK untuk memeriksan besannya, Aulia Pohan, yang diduga terkait kasus aliran dana BI ke DPR RI. Tanpa perlu banyak promosi, SBY telah menunjukkan bahwa dirinya BERSIH.

Sebaliknya, Prabowo dikenal sebagai sosok yang tegas. Berlawanan dengan SBY yang selama karir militernya didominasi sebagai perwira staf, Prabowo Subianto Djojohadikusumo (PSD) menjadi perwira komando selama karir militernya. PSD besar di Kopasus dan sempat menjadi Pangkostrad selama beberapa bulan. Sejak menjadi perwira PSD telah dikenal sebagai komandan yang tegas dan ahli strategi dan taktik tempur. Komandan pasukan tempur haruslah orang yang cakap dalam menyusun strategi dan taktik serta harus tegas mengambil keputusan karena keragu-raguan dalam mengambil keputusan akan berakibat pada seluruh pasukan. TEGAS merupakan ciri yang menonjol dari sosok Prabowo Subianto Djojohadikusumo.

Selain BERSIH, SBY merupakan administratur yang baik. Oleh karena itu, sinergi SBY – PRABOWO akan menghasilkan pemerintahan terbaik bagi Indonesia.

Pasangan SBY – PRABOWO akan membuat Indonesia semakin kuat di mata dunia

SBY sangat cakap dalam berpikir. PSD sangat cakap dalam bertindak. Keduanya sama-sama cerdas dan merupakan jenderal yang cemerlang pada masanya. Politik jugalah yang membuat kedua jenderal itu akhirnya tidak mampu mendapatkan pangkat jenderal dengan bintang empat. Baik SBY maupun PSD mengakhiri karir militernya dengan pangkat Letnan Jenderal.

Lepas dari krisis ekonomi 1998, di bawah kepemimpinan SBY Indonesia mampu menggerakkan perekonomiannya. Ekonomi Indonesia tumbuh positif 5% – 6% per tahun sehingga perlahan-lahan Indonesia mampu bangkit dari krisis. Sayangnya, keberhasilan dalam bidang ekonomi itu belum berhasil membuat Indonesia disegani oleh kawan maupun lawan. Keberhasilan di bidang ekonomi belum berhasil mengangkat sektor pertahanan RI sehingga Indonesia akhir-akhir ini selalu dilecehkan oleh negara tetangga. Malaysia selalu saja merongrong kedaulatan wilayah RI dan Singapura masih saja bergeming melindungi koruptor BLBI yang bersembunyi di sana tanpa Indonesia dapat berbuat apa-apa. Singapura bahkan menguasai wilayah udara Indonesia di sekitar Riau sampai Kalimantan Barat melalui perjanjian MTA I dan MTA II yang sebenarnya sudah habis masa berlakunya dan tidak diperpanjang. Lagi-lagi, Indonesia tidak dapat berbuat apa-apa.

Pasangan SBY – PRABOWO akan membuat citra RI semakin kuat di dunia. Saat ini, bukan kombinasi militer – sipil atau sipil – militer yang kita perlukan melainkan kombinasi terbaik putra bangsa Indonesia. SBY adalah purnawirawan jenderal yang mampu mendapatkan gelar doktor dari IPB. Di masa kemiliterannya, SBY ahli di bidang sosial politik. Sedangkan, PSD, setelah purna dari tugas kemiliterannya juga terjun ke dunia bisnis. Hal tersebut membuat PSD mampu memahami persoalan-persoalan ekonomi dan bisnis baik secara makro maupun mikro. Selain itu, PSD juga aktif dalam organisasi kemasyarakatan sebagai ketua HKTI dan APPSI sehingga PSD mampu melihat persoalan teknis pertanian dan perdagangan tradisional di Indonesia, selain perdagangan internasional yang didapat dari grup perusahaannya. Pasangan SBY – PSD merupakan kombinasi yang komplit.

SBY akan memastikan perekonomian di Indonesia diselenggarakan secara BERSIH dan PSD akan dengan TEGAS memastikan bahwa hanya produk bernilai tambah yang dapat diekspor keluar dari Indonesia.

Pasangan SBY – PRABOWO merupakan pasangan yang pluralis

Baik SBY maupun PSD merupakan orang yang pluralis. SBY dan PSD bukan sektarian. SBY dan PSD sama-sama antidiskriminasi dan menganggap semua komponen bangsa ini harus bersama-sama bergerak dan bekerja untuk mewujudkan kesejahteraan bersama. SBY dan PSD sama-sama berangkat dari partai nasionalis yang komitmennya pada pluralisme tidak perlu diragukan lagi. Selain itu, komitmen SBY dan PSD pada NKRI juga tidak perlu diragukan lagi.

Pasangan SBY – PRABOWO yang terbaik buat kaum muda

Dibandingkan dengan pasangan lain, kombinasi SBY – Prabowo merupakan pasangan yang terbaik untuk kaum muda. SBY dan PSD masih tergolong muda. Keduanya masih sehat jasmani dan rohani dan masih produktif.

Kaum muda di Indonesia meminta agar kaum muda diberi kepercayaan untuk mengambil alih tampuk pimpinan nasional. Tentu saja, pengambilalihan kepemimpinan itu harus dilakukan melalui jalur konstitusional. Pasangan SBY – Prabowo merupakan representasi kaum muda yang akan mampu mengambilalih kepemimpinan secara konstitusional dari kaum tua. Kita tahu bahwa Golkar merupakan part
ai konservatif yang selalu mempertahankan status quo dan kurang memberikan kesempatan penuh kepada kader-kader mudanya di partai. Kita dapat melihat bagaimana Yudi Krisnandi kurang diberi peluang oleh partai Golkar. Demikian pula Fadel Muhammad. Sementara, PDI-P cenderung hanya memperhatikan Dinasti Soekarno dan hanya memberi peluang terbaik kepada keturunan Soekarno.

Partai Demokrat dan Partai GERINDRA merupakan partai baru yang memberi kesempatan seluas-luasnya kepada kaum muda untuk berkarya. Baik Partai Demokrat maupun Partai GERINDRA memberikan peluang yang sama kepada kaum muda untuk menjadi calegnya. Oleh karena itu, hanya pasangan SBY – Prabowo yang dapat memberikan yang terbaik bagi kepentingan generasi muda.

Pasangan SBY – Prabowo akan mewujudkan sistem presidensiil yang kuat

Baik Partai Demokrat maupun Partai GERINDRA sama-sama memandang bahwa telah terjadi pergeseran paradigma dalam sistem ketatanegaraan kita. Sistem presidensiil yang diamanatkan oleh UUD 1945 telah digerusi selama reformasi. Akibatnya, parlemen cenderung rewel dan menghambat jalannya pemerintahan dan pembangunan. Padahal, apabila kita bercermin pada masa Orde Baru, Presiden yang waktu itu dipilih oleh MPR merupakan Kepala Negara sekaligus Kepala Pemerintahan yang kuat. Setelah Presiden dipilih langsung oleh rakyat, seharusnya Presiden menjadi semakin kuat, bukan malah sebaliknya, menjadi semakin lemah di mata DPR.

SBY – Prabowo akan mengembalikan amanat UUD 1945 bahwa Indonesia menganut Sistem Presidensiil, bukan parlementer. Kesamaan pandangan PD dan GERINDRA akan memperkuat komitmen tersebut.

Pasangan SBY – PSD akan menyederhanakan sistem perpolitikan nasional

Baik PD maupun GERINDRA setuju bahwa sistem perpolitikan nasional saat ini terlalu rumit dan penyelenggaraannya memakan sumberdaya yang sangat besar. Oleh karena itu, sistem perpolitikan nasional harus disederhanakan. SBY – Prabowo akan mewujudkan harapan masyarakat mengenai permasalahan tersebut. Keresahan, kerepotan dan kebingungan memilih dalam pemilu sudah disadari oleh SBY – Prabowo. Oleh karena itu, di bawah kepemimpinan mereka yang BERSIH dan TEGAS, harapan rakyat agar sistem perpolitikan disederhanakan akan dapat diwujudkan.

TAK PERLU DUA PUTARAN

Saya berani berpendapat bahwa pasangan SBY – PSD yang merupakan pasangan terbaik untuk Bangsa Indonesia saat ini tidak perlu bertarung dalam dua putaran menghadapi pasangan capres – cawapres yang lain. Hanya dengan satu putaran saja Indonesia akan mendapatkan pasangan pemimpin terbaik.

Written by Kombor

April 14, 2009 at 10:18 am

Ditulis dalam Gerindra, Nasional, Pemilu 2009, Utama

Pidato Prabowo Subianto pada Kampanye di Gelora Bung Karno

without comments

Pada 31 Maret 2009, Partai GERINDRA mengadakan kampanye nasional di Gelora Bung Karno, Senayan. Diperkirakan lebih dari 150 ribu orang hadir dalam kampanye tersebut tetapi sayang tidak semua peserta duduk di tribun atau masuk ke lapangan sehingga lebih dari separuh peserta kampanye tidak kelihatan oleh media.

Untuk yang tidak dapat hadir, berikut pidato Prabowo Subianto pada kampanye tersebut.

Written by Kombor

April 1, 2009 at 12:04 pm

Ditulis dalam Gerindra, Pemilu 2009

Refleksi Setahun Partai GERINDRA: Saatnya Mengembalikan Kejayaan Indonesia Raya Bersama GERINDRA

with 5 comments

Pada 6 Februari 2009 Partai GERINDRA berulang tahun untuk yang pertama kali. Sungguh merupakan umur yang masih sangat muda apabila dibandingkan dengan partai-partai lain yang sudah memiliki wakil di DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten maupun menteri. Namun, dalam waktu yang masih sangat belia, Partai GERINDRA sudah menunjukkan keberadaannya secara fenomenal.

Fenomena pertama, hanya dalam waktu dua minggu, Partai GERINDRA sudah berdiri di 32 provinsi dan sebagian besar Kabupaten/Kota sehingga Partai GERINDRA dapat lolos verifikasi administrasi.

Fenomena kedua, hanya dalam waktu lima bulan sejak pendiriannya, Partai GERINDRA mampu lolos verifikasi faktual oleh KPU. Padahal, banyak partai lain yang berumur lebih tua dari Partai GERINDRA tidak lolos verifikasi faktual.

Fenomena ketiga, Partai GERINDRA muncul sebagai salah satu partai baru yang paling dikenal oleh masyarakat.

Fenomena keempat, Partai GERINDRA merupakan partai baru yang diperhitungkan oleh partai-partai lama.

Fenomena kelima, Partai GERINDRA mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat sehingga pada ulang tahunnya yang pertama Partai GERINDRA telah mampu memberikan Kartu Tanda Anggota yang kesepuluh juta.

Partai GERINDRA didirikan bukan untuk memenuhi nafsu pendek untuk berkuasa melainkan untuk tujuan yang lebih mulia dari itu, yaitu mengembalikan kejayaan Indonesia Raya. Merebut kekuasaan secara sah melalui pemilu hanyalah merupakan salah satu langkah untuk mewujudkan visi dan misi Partai GERINDRA, bukan satu-satunya tujan yang hendak dicapai.

Kita tentu tidak akan mengelak bahwa kita pernah menjadi sebuah bangsa yang disegani dan dihormati oleh bangsa-bangsa lain di kancah pergaulan internasional. Di masa yang masih muda, pemimpin kita sudah mampu terjun ke panggung politik dunia. Menjadi pemimpin yang disegani oleh negara-negara yang baru merdeka maupun negara-negara yang telah maju. Di masa selanjutnya, negara kita masih disegani dan dihormati. Tidak ada negara yang berani melecehkan negara kita. Bahkan, kita pernah disebut sebagai salah satu macan Asia.

Namun, sepuluh tahun terakhir kita rasakan sebagai dekade yang buram dalam sejarah bangsa kita. Tidak hanya negara besar yang kehilangan keseganan dan kehormatannya kepada kita. Bahkan dua negara tetangga kita berkali-kali melecehkan kita tanpa kita berani dengan tegas menyatakan kehormatan kita. Apakah seperti itu sikap sebuah negara besar?

Partai GERINDRA didirikan untuk memberikan solusi bagi permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh bangsa ini. Tujuan negara yang dituangkan dalam Pembukaan UUD 1945 akan dijalankan sepenuhnya. Partai GERINDRA akan mengembalikan kejayaan INDONESIA RAYA.

Kejayaan Indonesia Raya tidak dapat kita tunggu melainkan harus kita perjuangkan bersama. Apabila Anda merindukan Indonesia Raya yang jaya, yang mampu menghidupi rakyatnya, yang mampu menegakkan diri di hadapan bangsa-bangsa lain di dunia, Anda tidak perlu lagi menunggu. Bergabunglah bersama GERAKAN INDONESIA RAYA karena GERINDRA memang didirikan untuk itu.

Kini bukan saatnya menunggu. Fenomena kebangkitan Indonesia Raya telah ditunjukkan oleh GERINDRA. Kita tentu tidak ingin berpangku tangan menunggu bantuan asing untuk maju karena kini telah tiba saatnya bagi kita untuk mengembalikan kejayaan Indonesia Raya. Tentu saja, bersama GERINDRA.

Written by Kombor

Februari 7, 2009 at 2:18 pm

Ditulis dalam Gerindra, Utama

Ditandai dengan

Ibunda Prabowo Subianto Tutup Usia di Singapura

without comments

Ibunda Prabowo Subianto Tutup Usia di Singapura

Senin, 22 Desember 2008

Ibunda Prabowo Subianto, Ny Dora Sigar Sumitro meninggal dunia. Perempuan 87 tahun itu menghembuskan nafas terakhirnya di RS Mount Elizabeth, Singapura, Senin (22/12/2008) pukul 17.00 WIB atau 18.00 waktu Singapura.

"Di samping sakit tua, kalau nggak salah sakit kanker getah bening. Sudah lama dirawat di sana. Sekitar 1 tahun," kata Sekjen Partai Gerindra Ahmad Mujani kepada detikcom.

Mujani mengatakan, saat ini jenazah Ibunda Prabowo masih berada di Singapura. Rencananya, jenazah akan diterbangkan ke Jakarta Selasa 23 Desember.

"Besok baru dibawa ke sini. Nanti akan disemayamkan dulu di Pondok Indah sebelum dimakamkan," ujarnya.
Mujani mengatakan, dirinya belum berkomunikasi dengan Prabowo mengenai ini. "Pak Prabowo kan lagi di Kendari," ujarnya.

Pasangan Sumitro Djojohadikusumo – Dora Sigar memiliki empat anak. Yaitu, Biantiningsih Djiwandono (istri bekas Gubernur BI Sudradjat Djiwandono), Maryani Le Maistre, Prabowo Subianto, dan Hashim Suyono Djojohadikusumo.

Sumber: Partai GERINDRA

Saya pribadi dan keluarga mengucapkan turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Ibunda Pak Prabowo Subianto. Semoga almarhumah mendapatkan tempat yang mulia di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

Written by Kombor

Desember 22, 2008 at 12:58 pm

Ditulis dalam Gerindra

Manifesto Perjuangan Partai Gerakan Indonesia Raya

with 3 comments

image

Mukadimah

Bahwa cita-cita luhur untuk membangun dan mewujudkan tatanan masyarakat Indonesia yang merdeka, berdaulat, bersatu, demokratis, adil dan makmur serta beradab dan berketuhanan yang berlandaskan Pancasila, sebagaimana termaktub di dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, merupakan tujuan bersama dari seluruh rakyat Indonesia.

Cita-cita kemerdekaan tersebut hanya dapat dicapai dengan mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa, serta membangun segala kehidupan secara seimbang lahir dan batin dengan landasan Pancasila.

Selanjutnya kehidupan bangsa yang lebih maju, modern, dan mandiri menuntut pembaruan terus-menerus melalui usaha-usaha yang disesuaikan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta tuntutan zaman dengan tetap memelihara nilai-nilai luhur dan kepribadian bangsa Indonesia.

Dalam menghadapi perkembangan zaman dan globalisasi, identitas dan jatidiri bangsa tetap menjadi fondasi utama untuk memperjuangkan kepentingan nasional dan tatanan baru. Terjadinya penyelewengan terhadap cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945 dan UUD 1945 di berbagai bidang perlu dikoreksi. Haluan baru dan tatanan baru bagi kehidupan bangsa dan Negara Republik Indonesia harus dilandaskan pada kemurnian pelaksanaan Pancasila dan UUD 1945. Hakikat tatanan baru adalah sikap mental yang menuntut pembaharuan dan pembangunan yang terus-menerus dalam rangka melaksanakan Pancasila dan UUD 1945.

Sejak Proklamasi kemerdekaan, bangsa Indonesia masih bergulat memerangi kemiskinan dan kemelaratan serta berjuang untuk tegaknya keadilan. Sistem politik dan ekonomi tidak mampu menutup kesenjangan antara kaum miskin dan kaum kaya, yang akhirnya menciptakan jurang ketidakadilan. Ketika kondisi mayoritas rakyat berkubang dalam penderitaan, sistem politik kita tak kunjung mampu merumuskan dan melaksanakan kebijakan politik, sosial, dan ekonomi untuk mengangkat harkat dan martabat rakyat Indonesia. Sistem politik kita tidak mampu membangun kepemimpinan nasional yang kuat, yang dapat mengantarkan rakyat Indonesia ke gerbang kemakmuran yang berkeadilan.

Pada sisi lain, sejak era reformasi, sistem perekonomian kita semakin liberal dan kapitalistik. Sistem ekonomi kerakyatan yang diletakkan dasarnya oleh para pendiri bangsa melalui Pasal 33 UUD 1945 semakin ditinggalkan. Kondisi ini telah menyebabkan kehidupan rakyat pada umumnyajauh dari kesejahteraan. Kekayaan alam menjadi lahan pertarungan perebutan pengaruh diantara kekuatan-kekuatan politik dan kekuatan asing, tidak untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Jumlah kemiskinan dan pengangguran tetap menjadi masalah utama. Karena itu, tidak ada pilihan lain, kita harus mewujudkan kemandirian bangsa dengan membangun sistem ekonomi kerakyatan.

Budaya bangsa harus menjadi jati diri dan kekuatan bersama. Wawasan kebangsaan mempererat persatuan dan kesatuan manusia Indonesia. Perbedaan di antara kita tidaklah menjadi sebab untuk terpecah belah, tetapi hendaknya menjadi rahmat dan kekuatan bangsa Indonesia.

Partai Gerakan Indonesia Raya (GERINDRA) hadir di tengah masyarakat karena terpanggil untuk memberikan amal baktinya kepada Negara dan rakyat Indonesia. Partai GERINDRA adalah partai rakyat yang berjuang untuk tegaknya Pancasila, UUD 1945 sebagaimana ditetapkan pada 18 Agustus 1945, dan utuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Partai GERINDRA adalah partai rakyat yang mendambakan Indonesia yang bangun jiwanya, dan bangun badannya. Partai GERINDRA adalah partai rakyat yang bertekad memperjuangkan kemakmuran dan keadilan disegala bidang.

Partai GERINDRA menyatakan diri tampil di pentas demokrasi untuk perubahan kepemimpinan nasional, dan perubahan tata laksana penyelenggaraan Negara. Partai GERINDRA mendukung segala upaya untuk pembangunan bangsa (nation building) dan karakter manusia Indonesia. Partai GERINDRA bertekad memerdekakan rakyat Indonesia dari penjajahan ekonomi dan politik yang membelenggu dan merampas kehormatan manusia Indonesia. Partai GERINDRA menjunjung tinggi kebebasan intelektual sebagai amanah Pancasila dan UUD 1945. Partai GERINDRA memposisikan diri sebagai partai gerakan yang mandiri, produktif, dan berpijak pada kearifan lokal, dalam upaya menciptakan masyarakat adil, makmur, dan sejahtera. Sebagai gerakan, Partai GERINDRA senantiasa berjuang bersama rakyat serta menjadikan kekuatan rakyat sebagai kekuatan utama dalam membangun bangsa dan masyarakat Indonesia.

Silakan download Manifesto Perjuangan Partai Gerakan Indonesia Raya (format PDF, 513KB)

Written by Kombor

Desember 10, 2008 at 8:37 am

Ditulis dalam Gerindra

KTAnisasi GERINDRA Bukan Proyek

with 9 comments

Partai GERINDRA telah menargetkan untuk memperoleh 20% kursi DPR untuk dapat mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden tanpa harus berkoalisi dengan partai lain. Untuk mewujudkan hal tersebut, mesin politik dan caleg Partai GERINDRA harus merekrut anggota sesuai dengan target yang telah ditetapkan untuk masing-masing daerah pemilihan. Anggota partai ini akan menjadi basis bagi perolehan suara Partai GERINDRA pada saat pemilu legislatif 9 April 2009 nanti.

Sebagai kader dan calon legislatif Partai GERINDRA, saya mengingatkan kepada para kader can caleg yang lain bahwa KTAnisasi GERINDRA bukan merupakan proyek. Partai GERINDRA harus mendapatkan basis anggota sehingga setiap KTA yang dicetak adalah KTA riil, bukan KTA fiktif hasil proyek. Peringatan ini perlu saya sampaikan karena terdapat ndikasi bahwa ada caleg DPRD Kabupaten yang menganggap bahwa rakyat hanya dapat direkrut menjadi anggota Partai GERINDRA apabila diberi uang. “Kalikan saja, angka target dengan Rp10000,-!” demikian suara yang pernah terdengar.

Partai GERINDRA adalah sebuah partai baru yang mengusung pemimpin baru dan bergerak dengan haluan baru. Oleh karena itu, setiap kader dan caleg harus menyadari bahwa perekrutan anggota bertujuan untuk mengajak masyarakat menjadi anggota Partai GERINDRA dan pada pemilu nanti memilih partai/caleg GERINDRA. Artinya, jumlah KTA yang diproduksi oleh Partai GERINDRA konversinya terhadap perolehan suara partai haruslah 1 banding 1. Perekrutan anggota berbasis proyek di mana kader/caleg hanya mengejar jumlah KTA yang ditargetkan di dapilnya merupakan tindakan yang menyimpang dari tujuan KTAnisasi. KTA berbasis proyek ini apabila dilaksanakan akan berbahaya bagi partai karena tidak akan mampu memberikan kontribusi suara pada saat pemilu nanti.

Kader/caleg yang masih berpikir bahwa KTA hanya dapat dibuat apabila diberi angka rupiah tertentu merupakan kader/caleg yang tidak mampu berpikir positif. Saya sendiri sepanjang keanggotaan saya di Partai GERINDRA ini sudah menyaksikan sendiri ratusan orang yang secara sukarela ingin membuat KTA GERINDRA karena simpati mereka kepada figur yang diusung Partai GERINDRA. Bendera GERINDRA mampu mendatangkan orang untuk membuat KTA GERINDRA. Bahkan, kalender pencalegan saya pun mampu menarik minat orang untuk membuat KTA GERINDRA.

Walaupun bukan pengurus partai, saya tidak akan mentolerir kader/caleg yang selalu mengeluh bahwa mereka tidak mampu merekrut anggota apabila KTA tidak dihargai dengan rupiah. Kader yang seperti itu apabila menjadi caleg akan saya usulkan agar ditinjau pencalegannya. Saya sendiri berprinsip bahwa pemegang KTA GERINDRA haruslah orang yang memahami bahwa dengan memegang KTA GERINDRA, dia sudah menjadi anggota GERINDRA dan pada saat pemilu nanti harus memilih partai/caleg GERINDRA. Dengan demikian, orang harus di-KTA-kan dalam keadaan sadar, bukan dipinjam KTP-nya untuk difotokopi lalu dibuat KTAnya.

Written by Kombor

Desember 3, 2008 at 11:25 am

Ditulis dalam Gerindra, Utama

Selamat Atas Deklarasi Gardu Prabowo

with one comment

Pada tanggal 30 November 2008 kemarin, di Padepokan Pencak Silat TMII telah dideklarasikan Gerakan Rakyat Dukung Prabowo atau Gardu Prabowo. Gardu Prabowo merupakan organisasi berbasis komunitas yang berfungsi sebagai gerakan moral yang bertujuan mendukung, memberikan pencitraan positif, serta simpati masyarakat kepada Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto. Ketua Umum Gardu adalah Widjono Hardjanto.

Pada deklarasi tersebut hadir Pak Prabowo Subianto yang kembali mengingatkan pentingnya mengembalikan kejayaan rakyat dan kemandirian bangsa.

Saya mengucapkan selamat atas deklarasi Gardu Prabowo. Semoga relawan-relawan Gardu Prabowo mampu menjadi kekuatan pendukung untuk menyukseskan Pak Prabowo Subianto menjadi Presiden RI 2009 – 2014.

Berita seputar deklarasi Gardu Prabowo:

Written by Kombor

Desember 1, 2008 at 11:07 am

Ditulis dalam Gerindra

Ditandai dengan , ,

Gerindra DKI Jakarta Buka Program Pendidikan Gratis

with 3 comments

Senin, 24 November 2008

Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Provinsi DKI Jakarta membuka program pendidikan gratis, mulai dari sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) hingga kursus komputer dan bahasa Inggris.

“Langkah ini merupakan bentuk komitmen Gerindra dalam memberikan pendidikan gratis bagi masyarakat. Jadi kami tidak sekadar mengobral janji, tapi bukti,” kata Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi DKI Jakarta, Muhammad Taufik di Jakarta.

Namun, program pendidikan gratis itu untuk sementara baru dibuka di kawasan Sungai Bambu dan Kampung Pesing, Jakarta Utara. M Taufik yang juga mantan Ketua KPU Provinsi DKI Jakarta itu mengatakan, program pendidikan gratis yang dibuka oleh partainya itu sudah berjalan sejak tiga bulan yang lalu, dan mendapat sambutan yang cukup positif dari masyarakat.

“Ke depan, kami memiliki rencana untuk membuka program pendidikan gratis ini di beberapa wilayah lain di Jakarta. Minimal di setiap wilayah Kotamadya ada sekolah TK gartis,” katanya.

Dengan pendidikan gratis ini, kesempatan bagi orang tua yang tidak memiliki kemampuan memasukkan anaknya di sekolah tingkat TK, dapat terbuka.  Begitu juga kepada para pemuda yang ingin mendapat pendidikan komputer dan bahasa Inggris gratis. “Pada intinya kami ingin masyarakat memperoleh pendidikan yang layak, agar memiliki bidang keahlian,” katanya.

Target Pemilu

Sementara itu, menyangkut target yang akan dicapai oleh Gerindra  DKI Jakarta pada Pemilu 2009 mendatang, Taufik mengatakan, partainya akan berusaha meraih 20 dari 100 kursi di DPRD DKI Jakarta.

Untuk itu, katanya, Gerindra telah melakukan beberapa langkah, di antaranya pembuatan Kartu Tanda Anggota (KTA) yang pada November 2008 ditargetkan mencapai 650.000 KTA.  “Ini hanya target sementara. Sedang pada hari puncaknya, kami menargetkan 10 persen dari total pemilih di DKI Jakarta,” ujarnya.
Jumlah pemilih di DKI Jakarta sendiri, kata Taufik, mencapai sekitar 6,8 juta pemilih. Dengan demikian, target KTA yang akan dibuat sebanyak 680.000.  “Jumlah ini tentu akan bertambah sejalan dengan peran aktif para pemegang KTA,” kata Taufik.

Sumber: Gerindra Buka Program Pendidikan Gratis

Written by Kombor

November 24, 2008 at 8:26 am

Ditulis dalam Gerindra

Orang Cipondoh dan Balaraja Buat KTA GERINDRA di Panongan

with 3 comments

PAC Panongan memang belum di-SK-kan oleh DPD GERINDRA Banten tetapi geliatnya tidak pernah kendur. Panongan saat ini menjadi sentral dari wilayah Dapil 4 Kabupaten Tangerang yang meliputi wilayah Kecamatan Cikupa, Panongan, Curug, Legok, dan Kelapa Dua. Kader dari Curug dan Legok sering merapat ke Panongan. Bahkan, orang dari luar Dapil 4 pun ada yang membuat KTA dari Panongan.

H. Rayat Bin Djafar, seorang Ketua RW di Cukanggalih, Desa Ciakar, Kecamatan Panongan dan Kamaroni merupakan tokoh dari PAC Panongan. Apabila ditanya siapa yang membawa GERINDRA di Panongan maka orang-orang akan menyebut nama Roni atau H Rayat.

Saya bangga dengan kader-kader GERINDRA seperti mereka. H. Rayat contohnya. Beliau bukan pengurus PAC Panongan, bukan pula caleg dari Panongan. Akan tetapi, kiprahnya bagi GERINDRA saya nilai luar biasa. H Rayat mengusahakan sendiri atribut partai mulai dari bendera hingga kaos dan jas. Di sekeliling tempat tinggalnya berkibar bendera GERINDRA berukuran 1,25m x 2m sehingga membuat bendera GERINDRA lebih gagah daripada bebdera partai lain. Tidak cukup sampai di sana, H Rayat juga mengadakan fogging DBD dengan biaya sendiri. Operator fogging memakai kaos dan topi GERINDRA. H Rayat pun menggunakan kaos dan topi GERINDRA. Warga Cukanggalih tahunya yang melakukan fogging adalah Partai GERINDRA. Luar biasa.

Berkebalikan dengan itu, saya masih melihat pengurus PAC yang tampak enggan untuk berkorban demi GERINDRA. Mereka selalu menunggu dropping dari DPP. Oleh karena itu, saya sangat salut dengan H Rayat, seorang kader GERINDRA yang bukan caleg dan bukan pengurus tetapi ikhlas bergerak untuk GERINDRA. Saya yakin apabila sudah di-SK-kan, PAC Panongan akan berlari, bukan berjalan seperti saat ini.

Written by Kombor

November 8, 2008 at 2:10 pm

Ditulis dalam Gerindra

Caleg DPR RI Membuat Desain Kalender Sendiri

with 18 comments

Apabila ada caleg DPR RI yang membuat desain kalender sendiri untuk sosialisasi di daerah pemilihan, salah satunya adalah Moh Arif Widarto — caleg DPR RI Partai GERINDRA No. 2 dapil Banten 2 — alias saya sendiri. Saya membuat desain kalender sendiri bukan karena pandai menggunakan perangkat lunak grafis melainkan karena tidak mampu membayar desainer. Maklum, saya bukan caleg yang mampu menyediakan modal Rp5M – Rp8M untuk keperluan kampanye. Hehehe, bagi saya kursi DPR RI bukan barang dagangan makanya saya tidak akan menyebut semua pengeluaran kampanye sebagai modal. Bahkan menyebut biaya saja tidak, karena biaya pun harus kembali. Pengeluaran. Ya, saya menyebutnya pengeluaran.

Jangankan membuat desain kalender, memotong bambu untuk pasang bendera dan memasang bendera saja dilakukan sendiri dengan bantuan teman-teman. Saya selalu tampil apa adanya, tidak suka memaksakan diri.

Baiklah, daripada ngalor-ngidul, di bawah ini adalah hasil olah grafis saya yang saya sebut sebagai desain kalender itu. Hanya gambarnya saja, belum ada format kalendernya.

Moh Arif Widarto untuk DPR RI 2009-2014

Ada yang tertarik untuk menyewa saya sebagai desainer grafis? Hahaha, saya bercanda. Saya bukanlah seorang desainer grafis.

Written by Kombor

November 4, 2008 at 1:43 pm

Ditulis dalam Gerindra