Topi bambu adalah topi yang dibuat dari anyaman bambu. Bentuk topi bambu bermacam-macam. Ada yang dianyam mirip topi koboi. Ada yang dianyam mirip mangkok seperti topi bambu yang dipakai pramuka. Ada pula yang menyerupai tumpeng seperti yang dipergunakan petani atau gerilyawan Vietkong.
Pada era sebelum 1930-an, topi bambu buatan pengrajin dari Tangerang pernah merajai Paris. Topi bambu dari Tangerang waktu itu dikekspor ke Amerika dan Eropa. Mundurnya ekspor topi bambu Tangerang ke Amerika dan Eropa itu efek dari terjadinya Depresi Besar pada tahun 1930. Ekonomi dunia sedang lesu sehingga ekspor topi bambu pun terhenti.
Kabupaten Tangerang mengabadikan topi bambu pada Lambang Kabupaten Tangerang. Gambar topi bambu yang berada di tengah-tengah itu melambangkan hasil kerajinan dan industri Kabupaten Tangerang.
Saat ini ada topi bambu lain yang hadir, yaitu topibambu.com. Topi bambu yang ini adalah sebuah website komunitas warga Kabupaten Tangerang. Sebuah website komunitas yang disediakan untuk ajang silaturahmi dan pemberdayaan masyarakat. Pendirian website topibambu.com dan pemilihan namanya bermula dari saya sendiri. Ide ini kemudian saya gulirkan kepada beberapa kawan yang akhirnya sepakat untuk bersama-sama menjadi pendiri. Mereka adalah Andi Sakab, Agus Hasanudin, Rizki Nugroho Destrian dan Muhammad Ramy Dhia Humam. Keempatnya adalah penduduk asli Kabupaten Tangerang, bukan perantau seperti saya.
Kami berharap website topibambu.com dapat berkembang sesuai dengan yang kami rencanakan, dapat bertahan lama di dunia maya dan dapat memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi warga Kabupaten Tangerang khususnya dan Bangsa Indonesia pada umumnya. Amin.
Andi Sakab
Februari 19, 2011
Itu pengurusnya kok kayaknya saya kenal ya?
Moh Arif Widarto
Februari 20, 2011
Berarti pengurusnya memang terkenal, Om.
agush
Februari 21, 2011
ini bisa membuat sejarah dalam hal kerajinan kota tangerang yang hampir punah ….semoga sukses
sawali tuhusetya
Maret 14, 2011
industri tangerang ternyata makin maju, mas arif. yang menarik, industri yang dikembangkan berbasis produk2 tradisional. saya inget, dulu kakek dan ayah saya tak pernah lupa mengenakan topi bambu, orang kampun saya sering menyebutnya dengan caping, kalau pergi ke sawah atau tegalan. semoga lancar dan sukses usaha kreatif ini.
moharifwidarto
Maret 15, 2011
Terimakasih Pak Sawali. Kami berusaha agar kerajinan unggulan Tangerang bisa tetap lestari dan ekonomis. Pada saat orang Eropa ramai kembali ke alam, mudah-mudahan produk alami bisa mendapat tempat yang baik.
Jaya
September 14, 2011
Di Daerah tangerang kota, dimana bisa mendapatkan topi tersebut pak?
moharifwidarto
September 14, 2011
Bisa hubungi Komunitas TopiBambu di http://www.topibambu.com, Pak.