Partai GERINDRA telah menargetkan untuk memperoleh 20% kursi DPR untuk dapat mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden tanpa harus berkoalisi dengan partai lain. Untuk mewujudkan hal tersebut, mesin politik dan caleg Partai GERINDRA harus merekrut anggota sesuai dengan target yang telah ditetapkan untuk masing-masing daerah pemilihan. Anggota partai ini akan menjadi basis bagi perolehan suara Partai GERINDRA pada saat pemilu legislatif 9 April 2009 nanti.
Sebagai kader dan calon legislatif Partai GERINDRA, saya mengingatkan kepada para kader can caleg yang lain bahwa KTAnisasi GERINDRA bukan merupakan proyek. Partai GERINDRA harus mendapatkan basis anggota sehingga setiap KTA yang dicetak adalah KTA riil, bukan KTA fiktif hasil proyek. Peringatan ini perlu saya sampaikan karena terdapat ndikasi bahwa ada caleg DPRD Kabupaten yang menganggap bahwa rakyat hanya dapat direkrut menjadi anggota Partai GERINDRA apabila diberi uang. “Kalikan saja, angka target dengan Rp10000,-!” demikian suara yang pernah terdengar.
Partai GERINDRA adalah sebuah partai baru yang mengusung pemimpin baru dan bergerak dengan haluan baru. Oleh karena itu, setiap kader dan caleg harus menyadari bahwa perekrutan anggota bertujuan untuk mengajak masyarakat menjadi anggota Partai GERINDRA dan pada pemilu nanti memilih partai/caleg GERINDRA. Artinya, jumlah KTA yang diproduksi oleh Partai GERINDRA konversinya terhadap perolehan suara partai haruslah 1 banding 1. Perekrutan anggota berbasis proyek di mana kader/caleg hanya mengejar jumlah KTA yang ditargetkan di dapilnya merupakan tindakan yang menyimpang dari tujuan KTAnisasi. KTA berbasis proyek ini apabila dilaksanakan akan berbahaya bagi partai karena tidak akan mampu memberikan kontribusi suara pada saat pemilu nanti.
Kader/caleg yang masih berpikir bahwa KTA hanya dapat dibuat apabila diberi angka rupiah tertentu merupakan kader/caleg yang tidak mampu berpikir positif. Saya sendiri sepanjang keanggotaan saya di Partai GERINDRA ini sudah menyaksikan sendiri ratusan orang yang secara sukarela ingin membuat KTA GERINDRA karena simpati mereka kepada figur yang diusung Partai GERINDRA. Bendera GERINDRA mampu mendatangkan orang untuk membuat KTA GERINDRA. Bahkan, kalender pencalegan saya pun mampu menarik minat orang untuk membuat KTA GERINDRA.
Walaupun bukan pengurus partai, saya tidak akan mentolerir kader/caleg yang selalu mengeluh bahwa mereka tidak mampu merekrut anggota apabila KTA tidak dihargai dengan rupiah. Kader yang seperti itu apabila menjadi caleg akan saya usulkan agar ditinjau pencalegannya. Saya sendiri berprinsip bahwa pemegang KTA GERINDRA haruslah orang yang memahami bahwa dengan memegang KTA GERINDRA, dia sudah menjadi anggota GERINDRA dan pada saat pemilu nanti harus memilih partai/caleg GERINDRA. Dengan demikian, orang harus di-KTA-kan dalam keadaan sadar, bukan dipinjam KTP-nya untuk difotokopi lalu dibuat KTAnya.
H Rayat B Djafar
Desember 4, 2008
Saya setuju dengan Kang Arif, saya ingin menambahkan juga tentang keprihatinan saya bahwa masih ada kader partai bahkan salah seorang yang mengaku Korwil salah satu Dapil di Kabupaten Tangerang (tidak perlu saya sebutkan dapilnya) yang mengeluhkan sulitnya merekrut anggota karena masyarakat selalu meminta imbalan berupa sejumlah uang.
Mindset yang seperti ini perlu kita rubah. Kader partai maupun para caleg jangan sekali kali mengKTAnisasikan orang orang atau masyarakat yang tidak dengan kesadaran sendiri masuk menjadi anggota partai Gerindra, bukan dengan dipaksa atau di iming imingi sejumlah uang. Tapi murni dan betul betul riil bahwa anggota yang memiliki KTA betul betul anggota murni dengan kesadarannya sendiri menyalurkan aspirasi politiknya melalui partai Gerindra.
H Rayat B Djafar’s last blog post..BIODATA
Nanda Gerindra
Desember 9, 2008
Salut bung Arif, tapi ada yang lebih memprihatinkan fasilitas yang seharusnya netral untuk kepentingan partai ada yang sekarang menjadi fasilitas pribadi, contohnya mobil triton yang katanya untuk DPD sekarang beralih fungsi sebagai mobil yang hanya mengkampanyekan salah satu Caleg DPR-RI dan kroninya. Termasuk fungsi kantor DPD juga demikian hanya sebagai tempat berkumpulnya Caleg tersebut dengan kroninya. Sehingga kantor tersebut tidak nyaman untuk bekerja membesarkan partai. Yang ada hanya intimidasi dan suasana yang tidak kondosif, malah menimbulkan perpecahan diantara pengurus. Walaupun emang sih kantor itu merupakan kebaikan hati seseorang yang hanya tinggal menempati tanpa membayar sewa tapi kalau suasana spt ini yang ada lebih baik nyewa tapi suana enak tanpa ada tekanan dari pihak manapun juga sehingga dalam bekerja dapat leluasa dan 20 % harapan dari ketua Bapilu Pusat tercapai. Saya g sempat menyertakan foto-foto mobil (salah satu bentuk penyalahgunaan) tar aku kirim dan dipostingkan aja ya disini. Saya sudah tidak bisa bertahan lagi ingin segera meledakan suara hati karena sudah keterlaluan suasana seperti ini. Kepada siapa ya saya mengadu ????? Apakah harus ke Pak Prabowo atau ke siapa ????
Kasihan pak Prabowo yang selalu dimanfaatkan oleh orang-orang seperti itu, fasilitas yang beliau berikan untuk partai ternyata hanya untuk segelintir Caleg DPR-RI no 2 dan kroni-kroninya.
Catatan : mengapa pola pikir dia seperti anak kecil, membuat perpecahan semua kader GERINDRA, tidak merasakan pahitnya berjuang mendirikan karena dia hadir setelah partai ini jadi dan besar dan hanya mewakili dari salah seorang Wakil Ketua Umum partai kita yang sedang berhalangan. Mengapa bukan sebaliknya membuat program untuk penguatan partai yang kondosif dan menyatukan visi misi dan langkah untuk membesarkan partai.
Dia seorang Ir tapi dilapangan bisanya hanya mengklaim dan pola partai keluarga, bisnis, tidak berjiwa politikus yang tulus handarbeni dan loyal serta untuk kepentingan rakyat tapi hanya untuk kepentingan keluarga dan kroninya.
apakah dia tdak bisa memahami dari AD ART dan manifesto partai Gerindra.
mohon bantuan bagaimana solusinya, karena buah simalakama yang ada.
Ini BARU SEBAGIAN JERITAN SAYA yang lain masih banyak. Apa yang saya usahakan untuk membesarkan partai dianggap menjadi batu yang yang mengganjal dia dalam mencapai kursi DPR-RI HANYA KARENA saya tidak mau koalisi dengan DIA. Saya bersikap NETRAL seperti ini karena saya tidak ingin ada di kepengurusan terjadi BLOG-BLOGan yang sangat menrugikan partai. Saya hanya ingin ada persaingan memmperoleh suara dengan sehat.
HANCURLAH PARTAI GERINDRA BILA CARA-CARA SEPERTI INI MASIH DILAKUKAN OLEH KADER TEMPELAN yang tidak tahu berpolitik.
terima kasih
heri somantri
Desember 12, 2008
Salut tuk pak arif yang memaksimalkan media internet sebagai sarana mengkampanyekan GERINDRA,…
Saya sedikit menjelaskan terkait keluh kesah NANDA GERINDRA..mobilnya bukan triton tapi strada dan mobil tersebut tidak pernah digunakan untuk kepentingan pribadi atau kroni ataupun caleg NO. 2 DPR RI..mobil tersebut kami (DPC&Caleg) pinjam dari DPD, untuk kepentingan sosialisasi2 masuk kampung…harus diakui dan jelas dapat dibuktikan bahwa mobil tersebut sangat efektif sebagai sarana kampanye masuk kampung dan sebagai sarana yg sangat efektif ketika mengangkut bantuan untuk masyarakat (mungkin NANDA hanya melihat dari luarnya saja tanpa coba mengklarifikasikan kepada yang menggunakan)..jadi menurut saya siapapun yang menggunakan mobil tersebut berarti orang tersebut adalah orang yang aktif mengkampanyekan GERINDRA (bhkan mungkin NANDA GERINDRA sendiri) hanya saja mungkin NANDA GERINDRA belum mempunyai kesempatan itu..karena sepengetahuan saya mobil tersebut aktif muter2 di gunakan untuk kepentingan SOSIALISASI PARTAI GERINDRA dibanten (banten 1,banten 2, banten 3,)
Sekedar saran bagi para anggota partai GERINDRA…yang aktif menggunakan media internet..agaknya media ini akan lbh efektif sebagai sarana SOSIALISASI dan bukan sebagai sarana saling menjatuhkan…SAYA YAKIN DAN PERCAYA KITA SEMUA PUNYA VISI DAN KEYAKINAN (PRABOWO PRESIDEN KITA)YANG SAMA UNTUK MEMBESARKAN PARTAI INI..STOP MENGELUH/MENGADU MULAI LAKUKAN YANG TERBAIK UNTUK GERINDRAmu..GERINDRA kita!!!!
“Communication it’s always be the best way to find solution, stop complaining start communication and DO THE BEST for your PARTY& your COUNTRY”"
Wa2n
Desember 24, 2008
Saya sedang berfikir ntuk daftar di partai gerindra neh
, ada ngak pendaftaran online nya hehehe …
SYAHRIN MASRI
Desember 29, 2008
Salam buat Bung Arif
Saya sangat setuju dengan imbauan anda, KTA bukan proyek, namun hendaknya merupakan data rill, yang benar-benar dapat menjadi barometer mengenai jumlah anggota kita.
Karena saya juga menemui di lapangan, ada teman-teman yang belum apa-apa telah mengaku punya 3000 KTA, ada yang 9000. Padahal pada prakteknya yang bersangkutan hanya menitipkan sejumlah uang kepada timses masing-masing kemudian duduk santai menunggu hasilnya.
Saya sendiri salah satu Caleg Gerindra di Kabupaten Kutai Kartanegara untuk Daerah Pemilihan IV (Kec. Anggana, Marangkayu, dan Muara Badak) dengan nomor urut 4. Sering menjumpai ada kawan yag berbuat demikian, namun itu juga mungkin strategi dan hak mereka sendiri.
Sedangkan saya sebagai Caleg yang tidak memiliki finansial cukup, yang memang harus pontang-panting di lapangan, bergerak dari rumah ke rumah, RT ke RT dan Desa ke Desa, bila tidak begitu tentu saya tidak akan dikenal masyarakat.
Dengan demikian saya juga mengimbau kepada rekan-rekan, jangan mudah percaya pada timses anda yang menyampaikan angka fantastis, karena belum tentu mereka berkata yang sebenarnya.
Sekian
Salam Gerindra
Syahrin Masri
Ketua PAC Gerindra Kec. Anggana Kab. Kutai Kartanegara- Kaltim
Kunjungi kami di :
http://gerindra-anggana.blogspot.com
SYAHRIN MASRI’s last blog post..Inilah Hasilnya
Rifa
Januari 19, 2009
yah? ada caleg yang memproyekin KTA?
duh duh duh. .
ini nih yang saya takutin + khawatirkan. .
saya mendukung Gerindra. .
Platformnya bagus.
tapi…
yang saya takutin yah ini? apakah semua calegnya mengerti ttg platform nya itu?
Lebih tepatnya, apakah semua Caleg Gerindra berkualitas…
soalnya, takutnya percuma aja kalo program partainya bagus tapi calegnya ndableg…
Rifa’s last blog post..A1GP di Tangerang Batal Digelar Februari Ini
doening
Januari 22, 2009
Kami Daya Kreasi, mengundang bapak/ibu, dalam seminar sehari ” Peluang menggaet Pemilih Pemula dan wanita dalam pemilu 2009 ” , pada hari kamis 29 Jan, jam 10-selesai bertempat di Univ. paramadina Sebelah gd PMI Gatsu Jakarta Selatan. Dengan pembicara Anies Baswedan Ph.d, Ichsan Loelembah dan Dr. Valina Singka. Daftar lebih cepat, mendapat diskon.
Hub : Novi 021-3148675 SMS : 081218885988
doening’s last blog post..logo2.png
Moh Arif Widarto
Desember 4, 2008
Kalau ada korwil seperti itu, sebaiknya DPC yang menaungi sebaiknya segera mengganti. Seorang korwil mestinya adalah seseorang yang memiliki keterampilan melakukan perekrutan, penggalangan dan manajerial di atas yang lain serta memiliki semangat juang pantang menyerah.
Garuda Emas
Januari 27, 2009
Salam Indonesia Raya pak Wawan,
Untuk mendaftar KTA Partai Gerindra secara online, kunjungi halaman Facebook Page Prabowo Subianto di http://tinyurl.com/prabowo.
Salam Indonesia Raya!