Pada 14 Juli 1990 yang lalu, 281 lulusan SMP dari seluruh nusantara dilantik menjadi siswa sebuah sekolah menengah berasrama yang dipersembahkan untuk bangsa dan negara. Sekolah itu bertempat di Desa Pirikan, di tepi Jalan Raya Magelang – Purworejo. Tidak tanggung-tanggung, pada upacara yang disebut Prasetya Siswa tersebut, Panglima ABRI saat itu Jenderal TNI Try Sutrisno yang bertindak selaku Inspektur Upacara.
Tidak terasa, sudah 18 tahun usia SMA Taruna Nusantara Magelang. Sampai saat ini, SMA Taruna Nusantara Magelang sudah meluluskan alumninya sebanyak 16 Angkatan dengan jumlah alumni sekitar 4000 orang. Alumni pertama yang lulus melalui Upacara Prasetya Alumni sebanyak 275 orang dari input sebanyak 281 orang. Alumni SMA Taruna Nusantara tersebar di seluruh bidang. Ada yang menjadi prajurit TNI, anggota kepolisian, PNS di berbagai departemen, karyawan swasta, wirausaha, peneliti, penulis buku, dll.
Di kancah nasional, alumni SMA Taruna Nusantara belum terdengar kiprahnya. Akan tetapi, sebenarnya mereka telah berkiprah di bidang masing-masing. Tengok saja Romi Satriawahono yang menjadi gerbong IlmuKomputer.Com sebagai contoh. Romi tidak pernah menonjol-nonjolkan dirinya sebagai alumnus SMA Taruna Nusantara sehingga dia tidak dikenal sebagai alumnus SMA Taruna Nusantara Magelang oleh khalayak. Saya sendiri mengenal pribadi Romi yang memang selalu rendah hati dengan tingkat kepakaran yang dimilikinya.
Contoh kedua adalah Dr. T. Faisal Fathani, ahli Teknik Sipil dari Universitas Gadjah Mada yang bersama rekan-rekannya telah membuat alat deteksi tanah longsor yang kemudian dijiplak idenya, dibuat alat deteksi versi digital dan dipatenkan oleh ilmuwan Jepang. Dr. T. Faisal Fathani adalah juga alumnus SMA Taruna Nusantara Magelang. Tentu saat ini Dr. T. Faisal Fathani lebih dikenal sebagai orang UGM daripada alumni SMA Taruna Nusantara Magelang.
Saya sendiri berpendapat bahwa alumni SMA Taruna Nusantara Magelang harus mulai menunjukkan eksistensinya di percaturan kehidupan berbangsa dan bernegara. Pendapat tersebut saya dasarkan pada pemikiran bahwa masyarakat harus diberi informasi mengenai kiprah alumni SMA Taruna Nusantara yang oleh pendirinya, almarhum Bapak LB Moerdani pada prasastinya dituliskan ” Dipersembahkan Bagi Bangsa dan Negara”. Dua contoh di atas hanya merupakan bagian kecil dari kiprah alumni SMA Taruna Nusantara Magelang. Masih banyak prestasi lain yang dipersembahkan oleh alumni SMA Taruna Nusantara baik yang berada di dalam lingkaran kepegawaian negara maupun bukan. Misalnya, di KPK, terdapat beberapa alumni SMA Taruna Nusantara baik yang berprofesi sebagai penyidik maupun bukan. Di Departemen Keuangan, alumni SMA Taruna Nusantara tersebar baik di Bea Cukai, Pajak, maupun Perbendaharaan Negara. Di Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia, ada alumni yang menjadi pegawai Imigrasi. Di Departemen Luar Negeri, ada alumni SMA Taruna Nusantara Magelang yang menjadi Diplomat di San Fransisco, Amerika Serikat. Diplomat muda tersebut bernaka Khasan Ashari.
Guna mewujudkan janji untuk memberikan karya terbaik bagi masyarakat, bangsa, negara dan dunia, alumni SMA Taruna Nusantara Magelang mempersembahkan dua lembaga kajian bagi bangsa Indonesia. Lembaga pertama bergerak dalam pemantauan pemilu. Lembaga ini diberi nama ISCEL, kependekan dari Indonesian Society for Civilized Election, dimotori oleh Ari Juliano Gema, seorang pengacara muda alumni SMA Taruna Nusantara. Lembaga kedua bergerak dalam kajian pertahanan nasional. Lembaga ini diberi nama TANDEF, kependekan dari Think & Act for National Defense. TANDEF dimotori oleh Khairil Azmi, alumnus angkatan ke-4 SMA Taruna Nusantara Magelang. Sebagai lulusan angkatan pertama, saya diminta oleh Direktur Eksekutif TANDEF — Khairil Azmi — untuk menjadi anggota Dewan Penasehat Reguler.
Saya memimpikan bahwa sebentar lagi akan keluar sebuah lembaga kajian ekonomi, lembaga kajian pertanian, lembaga kajian maritim, lembaga kajian pemerintahan daerah, dan lain-lain yang diprakarsai oleh alumni SMA Taruna Nusantara Magelang.
Semoga.
Jauhari
Agustus 20, 2008
Berikan yang terbaik untuk negeri
Ari Juliano Gema
Agustus 20, 2008
Mohon do’a-nya, Bang. Semoga ISCEL dapat memberi manfaat bagi bangsa dan negara
Didik
Agustus 21, 2008
Wah, saya taunya cuma TANDEF
yang ISCEL ini baru, yah. Belum ada gembar-gembornya di forum.
Diah
Agustus 21, 2008
Kalo’ saya udah tahu bahwa “Alumnus SMA Taruna Nusantara Magelang” memang bagus dan sangat di handalkan .:D
K Ashari
Agustus 21, 2008
Ralat, Mas. Saya di San Francisco, bukan di Chicago. Meski satu negara, jaraknya jauh juga, hehehe… Semoga TANDEF dan ISCEL dapat memberikan yang terbaik. Selamat!
—
Maaf, segera diganti, Mas. Sukses ya!
Wahyu Reza Prahara
Agustus 22, 2008
ghmmm
ISCEL baru dengar di blognya mas ini…
kalo TANDEF saya baca di blognya mas anjar..masalah pembuatan bom dsb..
eh…baru tau kalo itu juga diinisiasi alumnus SMA Taruna Nusantara….
semoga tepat guna dan segera menunjukkan taringnya
sawali tuhusetya
Agustus 25, 2008
semoga SMA Taruna Nusantara masih tetep eksis dalam berkiprah di dunia pendidikan, melahirkan keluaran yang cerdas, baik intelektual, emosional, sosial, maupun spiritua.
indah purwanti
Maret 24, 2009
kak tolong krmkan soal tes akademik sma tanus yg thn lalu please! soalnya sebentar lagi udh tes ,krm se cepatnya ke indahpurwanti10@yahoo.co.id
‘ KU TUNGGU YA KAK’
Binfred Napit
Oktober 16, 2009
Kalau sya boleh saran., Tandef boleh saja diprakarsai oleh alumnus tarnus, namun sebaiknya juga tidak menutup terhadap alumnus smu yang lain..,karena hal tersebut penting untuk memperkuat tandef.., tidak menutup kemungkinan alumnus yang lain juga mampu memberi sumbangan pikiran yang tidak terfikirkan oleh alumnus Tarnus ya kan..?
Faisal Fathani
Juli 21, 2010
Trims Kang MAW atas tulisannya. Walau sudah 2 tahun lalu.
Saya baru baca setelah dapat info dari seorang teman, krn ada kesalahan info di sana.
Ralat: alat deteksi dini longsor yang saya buat, tidak pernah dipatenkan oleh ilmuan Jepang. Berita ini pernah dimuat Kompas, tanpa menyebut negara yg dimaksud.
Mhn dikoreksi yaa Kang, kami punya kerjasama riset jangka panjang dengan Jepang, jadi harus saling menghormati antar sesama ilmuan.
Makasih dan semoga sukses!
moharifwidarto
Juli 23, 2010
Pak Dosen, artikel sudah dikoreksi. Apa redaksi yang sekarang lebih pas? Tolong dilihat.
Faisal Fathani
Agustus 23, 2010
Okey siip. Maju terus Kang. Ditunggu karya2-nya