Moh Arif Widarto

Kantor Pajak Yang Lambat Dalam Melayani Perlu Diganti Orangnya

with 21 comments

Tulisan ini terinspirasi oleh posting Pak Edi PSW yang menceritakan payahnya mengurus NPWP pribadi.. Dari cerita Pak Edi PSW itu kita dapat menghitung bahwa NPWP pribadi yang diurus Pak Edi baru selesai hampir sebulan kemudian.

Kantor Pelayanan Pajak yang demikian Kepala KPP dan semua pegawainya harus diganti dengan pegawai lain yang memiliki komitmen untuk bisa melayani masyarakat dengan cepat, efektif dan efisien. Buat apa pegawai Departemen Keuangan diberi insentif tinggi kalau dalam melayani masyarakat kinerjanya masih seperti itu.

Berbeda dengan Pak Edi, saya tidak mengalami kesulitan seperti itu saat mengisi formulir. Di KPP Serpong, kantor pelayanan pajak untuk Kabupaten Tangerang, saya hanya membutuhkan waktu dua hari dalam mengurus NPWP Pribadi. Sebenarnya, di KPP Serpong ini pembuatan NPWP pribadi bisa sehari jadi. Akan tetapi, pada saat saya mengurus NPWP, Kepala KPP sedang akan pergi. Kalau tidak salah ingat, beliau akan pergi ke rumah sakit untuk kontrol. Ya sudah, sebagai sesama manusia saya tidak memaksa petugas di KPP untuk mencegat Ibu Kepala KPP yang saat itu masih berada di kantor dan baru bersiap-siap untuk pergi.

Standard pelayanannya, NPWP pribadi jadi dalam satu hari. Oleh karena itu, KPP di tempat Pak Edi PSW mengurus NPWP pribadi sangat tidak dapat ditolerir karena NPWP pribadi baru selesai setelah tiga minggu. Pegawai yang digaji dan diberi insentif tinggi untuk melayani masyarakat tetapi tidak memiliki jiwa melayani (service mindset) seperti itu tidak pantas dijadikan pelayan masyarakat. Mereka digaji dengan uang rakyat sehingga kalau ada rakyat yang datang minta dilayani, mereka harus memberikan pelayanan yang terbaik karena rakyat adalah tuan mereka.

Direktorat Jenderal Pajak sebaiknya melakukan pemeriksaan atas KPP yang diceritakan oleh Pak Edi PSW tersebut. Alasan bahwa pegawai yang memegang password komputer sedang cuti dan tidak ada pegawai yang lain yang mengetahui passwordnya adalah alasan yang tidak bisa diterima. Kepala KPP seharusnya memegang password itu dan menugaskan pegawai lain untuk sementara selama petugas yang bersangkutan pergi untuk merangkap tugasnya. Kalau tidak ada yang bisa ditugaskan, sudah selayaknya Kepala KPP melakukannya sendiri. Tentu yang terakhir ini skalanya sangat ekstrim dan semestinya tidak akan pernah terjadi.

Sebagai warga negara yang setiap bulan gaji saya dipotong untuk pajak penghasilan, saya tidak ikhlas mengetahui ada KPP yang membutuhkan waktu tiga minggu lebih untuk menerbitkan sebuah kartu NPWP pribadi.

Sebagai informasi, tidak semua KPR disyaratkan memiliki NPWP pribadi. Yang diminta untuk melampirkan fotokopi NPWP pribadi adalah KPR mulai Rp50.000.000,- ke atas. Saya pun mengurus NPWP sebagai persyaratan KPR untuk rumah kami yang nilai KPR-nya Rp60.030.000,-. Eh, bukan berarti saya sebelum punya NPWP pribadi tidak bayar pajak ya! Setiap bulan gaji sudah otomatis dipotong PPH pasal 23 (pasalnya betul atau tidak? Tolong dikoreksi).

Written by Kombor

Juli 30, 2008 pada 12:39 am

Ditulis dalam Umum Bebas

Ditandai dengan ,

21 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Setuju sekali, Pak Arif. Sebenarnya mengurus NPWP Pribadi itu bisa selesai dalam waktu 1 hari. Tapi karena jiwa melayaninya kurang, akhirnya molor sampai berhari-hari.

    Saya sangat setuju kalau pegawai-pegawai yang kinerjanya rendah seperti itu diganti.

    Edi Psw

    Juli 30, 2008 at 1:36 am

  2. KPP mana ya pak ?
    harusnya sih sehari jadi.. malah ada yang bikin “sejam jadi” .. asal datanya lengkap.

    nindityo

    Juli 30, 2008 at 10:33 am

  3. @Pak Edi:
    Betul, Pak. Buat apa mereka diberi insentif tinggi-tinggi kalau kinerjanya seperti itu.

    @didit:
    KPP Jl. Indrapura – Surabaya, yang sebelumnya KPP Jl. Rajawali – Surabaya.

    Jl. Rajawali itu yang ada JMP dan Hotel Ibis ya?

    Arif

    Juli 30, 2008 at 3:02 pm

  4. gua numpang baca aja ya gak paham gua masalah kaya gini

    Ronggo

    Juli 31, 2008 at 1:36 am

  5. Betul pak kalau pelayanan ingin lebih baik, ganti saja dengan pegawai yang punya semangat kerja tinggi, kebanyakan pns kita kerja asal2lan yang penting terima gaji bulanan kalau masih seperti itu….apa kata dunia salam kenal

    Achmad Sholeh

    Juli 31, 2008 at 1:57 am

  6. gaji kita dipotong PPh pasal 21 Mas, Bukan PPh 23 :)

    Memang aneh dan sangat menyebalkan kalo saat ini masih ada petugas KPP yang lambat dalam melayani pemberian NPWP. Bagaimana mungkin mereka tidak mendukung program yang dengan gencar di dengung2kan oleh Dirjen-nya? sesuai kampanye di web DJP dan beberapa kali disampaikan Dirjen Pajak
    “PENYELESAIAN PEMBERIAN NPWP PALING LAMA 1 JAM
    Sejak Permohonan Diterima “

    Triyani

    Juli 31, 2008 at 2:10 am

  7. wah saya belum pernah ngurusyang begituan…bisa dijadikan pelajaran nie…

    dhany

    Juli 31, 2008 at 3:15 am

  8. mas nindityo tuh yang tahu banget soal perpajakan, mas arif. ada baiknya mas nindityo dijadikan narasumber ttg masalah perpajakan di kompleks blogosphere ini, hehehe :lol:

    sawali tuhusetya

    Agustus 1, 2008 at 6:40 am

  9. bo karyawan yang penghasilan dah di atas PTKP tapi gak mau daftar NPWP, bakal dikenain tarif 20% lebih tinggi diatas tarif normal lho.
    so………
    burun minta NPWP ya (pa lagi yang dah merasa tiap bulan gajinya dipotong pajak)
    n’ bener mas nindityo bilang, kalo lengkap persyaratanny, NPWP musti kelar 1 jam.

    momidisay

    Agustus 1, 2008 at 7:17 am

  10. jadi inget iklan tv NPWP tempo hari… norak tapi nohok…

    wku

    Agustus 1, 2008 at 10:58 am

  11. hee..hee..he..sudah menjadi rahasia umum kok pak! Suami sayah aja waktu ngurus NPWP CVnya terus dilanjutkan dengan NPWP pribadi biar cepet ya ada uang lelahnya. Menurut beliau-beliau, yang butuh kan anda, jadi ini bukan pungli, yang namanya pungli, kalo kita tidak butuh tapi dipaksa bayar..!! Hallah, iso-iso ae…

    iis sugianti

    Agustus 2, 2008 at 1:55 am

  12. salam kenal dari bandung

    saya suka membaca artikel anda cukup inspiratif
    http://esaifoto.wordpress.com

    hendra07

    Agustus 2, 2008 at 9:53 am

  13. jadi caleg endi kang? :-D

    Epat

    Agustus 5, 2008 at 5:35 pm

  14. ya maklumlah endonesia, kalo gak gitu namanya bukan endonesia kang.. kapan ya bangsa ini bisa jadi Indonesia yang se-indonesia-nya

    Fachia

    Agustus 5, 2008 at 6:10 pm

  15. Setuju dengan usulan Pak Sawali. Hehehe…

    Edi Psw

    Agustus 7, 2008 at 4:36 am

  16. saya belum punya npwp nih… tapi rajin bayar pajak.

    sluman slumun slamet

    Agustus 10, 2008 at 9:00 am

  17. Salam kenal,
    Saya turut sedih mendengarnya, karna KPP tersebut sudah dimodernisasi dengan insentif yang tinggi.
    Kalo ada keluhan tentang perilaku pegawai pajak, bisa dilaporkan ke Direktorat Kepatuhan Internal di 021-79181256, banyak pegawai yg diberi sanksi bahkan dipecat.

    poer

    Oktober 9, 2008 at 9:24 am

  18. Salam kenal,
    Saya turut sedih mendengarnya, karna KPP tersebut sudah dimodernisasi dengan insentif yang tinggi.
    Kalo ada keluhan tentang perilaku pegawai pajak, bisa dilaporkan ke Direktorat Kepatuhan Internal di 021-79181256, banyak pegawai yg diberi sanksi bahkan dipecat.

    poer

    Oktober 9, 2008 at 9:24 am

  19. saya salah satu pegawai kpp pratama serpong. makasih pak arif tanggapannnya perlu koreksi pak, yang berhalangan waktu itu adalah kepala seksi saya, seksi pelayanan,namanya ibu diana, betul npwp selesai 1 hari malahan cukup memakan waktu 2 menit satu npwp jika sistem nya cepat. tetapi kendalanya ini sistemnya online pajak terpusat dan bikin lemot. makanya kami beri solusi bagi yang tidak sabar menunggu dipersilahkan untuk ditinggal dan bisa diambil dua hari kemudian. dan yang mau menunggu kami persilahkan. kenapa kasih dua hari sebab kami kerjakan lembur takutnya npwp tsb ada yang belum selesai (karena capek dan kalo sakitkan yang ngerjakan tambah sedikit). hheheheh salam sukses dari saya

    suhaidi

    Desember 2, 2008 at 8:33 pm

  20. Saya juga setuju dengan usulan ttg kinerja orang2 pemerintahan bukan saja orang pajak. pokoknya yang berhubungan dengan pelayanan masyarakat.
    Saya juga sudah Reg NPWP online, semuanya sudah di kirim ke KPP Pratama Soreang. Informasi yang bisa saya cek dari situs pajak kalau status Registrasi NPWP sudah terdaftar.Tapi sampai sekarang belum menerima kartu NPWP tuh…. Ada apa ya dengan NPWP Registrasi Online ? kartu yang di dapat memang selalu lambat ???

    Erni

    Januari 21, 2009 at 10:38 am

  21. SAYA SANGAT SETUJU SEKALI,

    Kalau Perlu diganti saja,, Di Batam banyak Oknumnya, Cuma saja Kepala Kantornya gak mau menanggapi. Contoh saja
    Nama Oknum Panggilannya Pak Jos.. Jelas didepan Mata saya Sungguh sangat keterlaluan, NPWP saya Sudah Regristrasi lebih dari 40 hari tapi Tidak selesai juga Kartunya, ketika saya tanyakan bahwa belum ada data yang masuk, saya membawa bukti Copy SKT nya, Alasannya belum tervalidasi, TAPIIIII
    pada saat yang Bersamaan ada orang yang minta bantu yang mana pada saat itu E-reg dia baru beberapa hari saja, dan lansung dikerjakan lalu di Cetaklah kartu tersebut.. Sungguh Sangat Keterlaluan.
    Jelas saja hal ini menumbuhkan Calo Pembuatan NPWP pribadi..
    dari Pagi Harus Ngantri, saat di tiba waktu gilaran di tanyakan belum selesai.
    Kita bekerja bukan hanya menunggu saja, Banyak hal yang harus di Kerjakan, Seminggu setelah dikirim saya tanyakan, bagaimana Kartu NPWPnya kok belum dikirim juga, Jawabnya Bukan punya bapak saja yang di Urus, Setiap harinya ada 16 Ribu Pemohon, Minggu Dua saya tanya lagi Jawabnya pun bgt juga, Minggu Ke empat pun Jawabnya bgt.
    Sungguh keterlaluan.

    Kepala Kantor KP2 Batam. Sebaiknya disurvey dululah, Warga Kepulauan Riau yang ingin menikmati Fasilatas Bebas Fiskal yang ingin bepergianke Seberang seperti Singapore maupun Malaysia, Tidaklah semua orang Kaya, Mereka ada Nelayan, ada yang Bekerja sebagai Pembantu harian di Singapore atau Malaysia, Mendatangkan Devisa buat Indonesia, tapi perlakuan seakan seperti Orang kaya, Jika Saja Bapak Tau banyak keberangkatan yang tertunda karena Kartu NPWP tidak juga dikirim ke Alamat masing-masing.
    Memang ada kesibukan melayani para Wajib Pajak, Namun Celah untuk KKN terbuka lebar.
    Pertanyaannya :
    Benarkan Pengurusan NPWP Pribadi Melalui Internet setelah di kirim Via Pos dapat memakan Waktu lebih dari Satu bulan?
    Bukankah dengan melalui Online justru Pihak KP2 terbantu karena telah langsung terdaftar sementara,? dan hanya tinggal Cetak Kartu dengan lampiran data lengkap.

    Atauu…. di buat lama agar Wajib Pajak Datang ke kantor untuk menanyakan bagaimana Kartu NPWN… omong punya omong kalau mau cepat yaaa.. kasihlah Uang Kopi… dari pada kena satu juta kalau mau nyebarang ke singapore…?? begitu bukan tuan – tuan yang terhormat..

    ingatlah Pak.. Wajib Pajak di Kepulauan Riau belum tentu dapat datang langsung kekantor Pajak, Mereka ada di Pulau-pulau.. Sangat riskan jika bapak-bapak tidak dapat melihat kenyataan ini.

    seandainya ada tim Penyelidik yang mau turun ke lokasi, pasti akan dapat banyak bukti, tapi jangan di tangkap dulu pak maksudnya ya di beri peringatan, atau Mutasi..jika bandel ya tangkap.. Penjara.. biar kapok bagi Pegawai yang lainnya.

    Tipikor Turun dong.. KPK Turun Dong.. BPK Turun Dong.. Intel Turun dong.. jangan menunggu Laporan Masyarakat, tetapi ini merupakan indikasi yang dari sekian banyak nya keluhan, Cari tau Kenapa Mengeluh??

    Terimakasih
    Mohon di tanggapi.

    Sentosa

    Maret 24, 2009 at 7:25 am


Tinggalkan Balasan