Mengingat Teman Sekelas di SMP

Posted on Juni 16, 2008 by

11


Saat sekolah dulu saya punya kebiasaan jelek yaitu mencoba menghafal nama lengkap teman-teman sekelas. Kebiasaan itu saya lanjutkan sampai saya kuliah. Ketika banyak teman yang hanya hafal nama panggilan yang kadang sangat berbeda dari nama lengkapnya, saya bisa menyebutkan nama panggilan sekaligus nama lengkapnya.

Saat ini saya sedang mencoba mengingat nama teman-teman SMP saya yang sejak kelas I sampai kelas III selalu satu kelas. Saya selalu ingin memiliki teman baru tetapi tak ingin memiliki teman lama. Semua adalah teman. Kalau jarang bertemu, itu bukan karena mereka sudah menjadi “lama” seperti baju lama yang dikarduskan melainkan karena ada kendala berupa jarak dan waktu.

Karena keterbatasan memori mungkin ada teman yang belum saya sebutkan. Kalau ada teman SMP1 Sleman yang kebetulan membaca posting ini tolong diluruskan pada nomor-nomor kosong. Saya tidak berhasil memanggil berkas memori saya pada nomor-nomor kosong itu. Saya makan bangku SMP pada 1990 – 1993 1987 – 1990. Adalah kerja sangat berat untuk me-recall nama-nama teman sekelas saya di SMP apabila saya tidak suka menghafal nama lengkap teman-teman saya.

1. Ahmad Afendi
2. Anton Wibowo
3. Arifah Aini
4. Arni Kurnindyah
5. Basuki Rustanto
6. Candra Dewi R
7. Dwi Ariestanto
8. Dwi Susilo Astuti
9. Edy Santoso (almarhum)
10. Eri Subono
11. Hidayat
12. Jumilah
13. Kuswanto
14. Marsiyati
15. Moh. Zulaini
16. Saya Sendiri
17. Muhammad Arif Yasfani
18. Nasip Mulyanto (tinggal di Tigaraksa, saya sering ketemu)
19. Nariswati
20. Nurkriswanto (saat ini jadi Kaur Pembangunan di Desa Caturharjo, desa saya)
21. Nur Karomah
22. Nurul Nikmah
23. Rr. Naning Novita R
24. Rr. Sri Handayani
25. Rajiman
26. Ratri Purwaning Warsi
27. Rusmadi
28. Samukiyadi
29. Siti Nur Khasanah
30. Suhartopo
31. Sumarniyati
32. Sunarsih
33. Suprihatin
34. Titik Herawati
35. Totok Handoko
36. Widadi
37. Wijiati Permadi
38.
39. Yetti Ismawantiningsih
40. Yuli Wuryantari
41. Yulianto
42. Yunan Hernanto
43. Yuni Trimantoro

Untuk teman-teman yang berada di nomor kosong, njaluk ngapuro, ternyata aku tak mampu mengingatmu.

Marsiyati. Semoga Kamu bahagia. Aku masih mencintaimu. Aku selalu memaafkanmu untuk semua kebencianmu padaku dari kelas I sampai kelas III. Ketika Kau mengatakan mencintaiku, keyakinanku bahwa mencintai adalah hal memberi dan bukan menerima sudah terbukti. Akhirnya Kau memberiku cinta seperti yang aku berikan padamu sejak kelas I SMP. Cinta yang tak pernah kubunuh sampai kini. Kota Kita adalah Atok Atik, namaku dan namamu. Sayang, ketika kuajak Kau kembali untuk melanjutkan cinta yang tak sambung – tak putus, Kau baru saja menerima lamaran pria lain. Aku tidak menyalahkanmu. Aku tahu Kau selalu ingin menebus semua kebencianmu padaku dengan bakti tetapi Allah punya rencana lain. Aku ingat ketika hujan-hujan Kau timbakan air wudlu untukku. Aku selalu mengingat permintaan maafmu ketika Kau menjawab permintaanku yang terakhir itu. Cinta memang indah, Tik. Seindah kesabaranku dalam menjaga nyala dalam hatiku. Bahagia menyertaimu.

Nariswati. Maafkan aku karena terlalu bodoh sehingga menyakiti hatimu. Padahal, Kau adalah sahabat terbaikku.

Suprihatin. Perasaanku padamu tak pernah berubah.

Untuk teman-teman cewekku yang lain, aku tahu kalian naksir padaku. Sayang sekali sungguh tidak pantas untuk memacari kalian semua. Aku masih ingat rasanya ketika tidak ada satu pun dari kalian yang aku pacari. Kalian semua begitu baik padaku. Begitu ada anak sekelas kupacari, aku merasa kalian semua membenciku karena cemburu. Untung itu terjadi di kelas tiga. Coba kalau sejak kelas satu Atik menerima cintaku. Aku pasti sudah minta pindah kelas karena kalian benci.

Mas Aries, masihkah Kau di sekitar Bekasi? Anton, maaf aku mengecewakanmu soal Tianshi itu. Aku benar-benar sedang bangkrut kawan, buat makan saja susah waktu itu. Totok, mengapa selepas SMP Kau berubah? Nasip, nampaknya kita akan jadi Warga Banten seterusnya. Yulianto Onjel, sejak Kau ke Pontianak, aku tak pernah ketemu denganmu. Hartopo, baik-baiklah Kau tunggui Sleman kita. Basuki, berhasilkah Kau jadi Lurah Triharjo? Nurkriswanto, bangunlah Desa Caturharjo dengan baik. Eri Subono, aku pernah cemburu padamu ketika Kau dekat dengan Atik di kelas dua.

Masa SMP adalah masa yang ingin kuulang apabila diperbolehkan.

Bagaimana dengan Sampeyan? Apakah Sampeyan masih ingat nama-nama teman Sampeyan di SMP?

Ditandai:,
Posted in: Uncategorized