Memalukan, Sarjana Kok Tidak Mampu Menulis Surat Resmi

Posted on Mei 28, 2008 oleh

18


Umur saya masih muda, baru mau 34 tahun. Akan tetapi, saya pernah melayani lima buah perusahaan. Tentu bukan sebagai eksekutif namun sebagai karyawan. Nah, yang sangat saya sayangkan, banyak sekali penyandang gelar Sarjana Strata 1 yang tidak mampu menulis surat resmi. Sungguh sangat disayangkan, lulus S1 tetapi tidak memiliki keterampilan berbahasa yang namanya menulis surat resmi. Padahal, di dunia kerja, perusahaan seringkali harus berkomunikasi melalui surat dengan rekanan atau pelanggan.

Sudah sangat lama saya prihatin terhadap masalah itu. Ya, sudah sangat lama. Sejak saya masih jadi anak buah saya sudah prihatin. Saat ini, ketika di kantor sudah dibantu oleh Staf Administrasi, saya masih prihatin. Makin banyak saja Sarjana tidak mampu menulis surat resmi yang saya temui.

Memang tidak semua Sarjana harus berkutat dengan pembuatan surat resmi. Akan tetapi, sepertinya kok nggak ada gunanya sekolah tinggi-tinggi sampai lulus sarjana kalau menulis surat resmi saja tidak bisa.

Entah apa yang diajarkan di sekolah sejak SD, SMP sampai SMA pada pelajaran Bahasa Indonesia kok bisa-bisanya ada anak lulus SMA lalu lulus sarjana tetapi tidak bisa membuat surat resmi. Apakah hakekat pengajaran Bahasa Indonesia? Apakah murid harus mengerti Tata Bahasa saja? Atau, hakekatnya, setelah belajar Bahasa Indonesia, murid akan memiliki keterampilan berbahasa yang meliputi: membaca, menulis, mendengar dan berbicara?

Saya yakin semua orang yang lulus sarjana dan memutuskan untuk bekerja sebagai profesional ingin untuk memiliki karir hingga ke tingkat manajerial atau eksekutif. Percayalah, kemampuan menulis surat resmi sangat Sampeyan perlukan.

Ah, saya kan orang engineering, saya tidak harus bisa bikin surat resmi

Ya. Kalau Sampeyan puas jadi tukang yang kerjanya disuruh-suruh memang Sampeyan tidak harus bisa bikin surat resmi. Akan tetapi, kalau Sampeyan mengincar posisi manajerial di perusahaan di mana Sampeyan bekerja, keterampilan itu akan sangat Sampeyan perlukan. Contoh yang mudah, Sampeyan Insiyur Sipil yang berniat untuk menjadi Manajer Proyek. Saat jadi Manajer Proyek nanti Sampeyan pasti akan banyak berhubungan dengan pelanggan, pemasok dan pihak-pihak lain yang berhubungan dengan proyek yang Sampeyan kerjakan. Akan banyak tetek-bengek administrasi yang diperlukan yang di dalamnya termasuk urusan surat-suratan.

Lagipula, saat jadi Manajer nanti, Sampeyan pasti akan ketemu urusan bikin surat resmi. Nah, kalau Sampeyan nggak bisa bikin surat resmi, gimana Sampeyan akan mengoreksi draf surat yang dibuat Sekretaris Sampeyan?

Kalau nggak mampu bikin surat resmi, nggak usah jadi sarjana deh, daripada jadi karyawan berpangkat staf seumur hidup.

About these ads
Posted in: Bahasa Indonesia