Tujuan Negara Republik Indonesia Hanyalah Utopi

Posted on Oktober 25, 2007 oleh

18


“Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa …”

Demikianlah sebagian kalimat dari alinea keempat Pembukaan UUD 1945 yang konon katanya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari konstitusi Republik Indonesia. Dalam pelajaran PMP (Pendidikan Moral Pancasila, sekarang mungkin sudah tidak ada) yang Kang Kombor terima sejak SD, SMP sampai SMA, ada pelajaran mengenai tujuan negara Republik Indonesia. Tujuan negara Republik Indonesia ada empat, yaitu seperti yang disebutkan pada alinea keempat Pembukaan UUD 1945. Keempat tujuan negara itu adalah:

 

  1. Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia
  2. Memajukan kesejahteraan umum
  3. Mencerdaskan kehidupan bangsa
  4. Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial

“Mungkinkah para founding fathers kita waktu itu merumuskan utopi? Mungkinkah mereka dulu merumuskan sesuatu yang sejujurnya tidak akan pernah dapat diwujudkan oleh siapa pun anggota bangsa ini?” Pertanyaan-pertanyaan tersebut terkadang melintas di pikiran Kang Kombor. Pertanyaan-pertanyaan yang oleh para penatar dalam Penataran P4 mungkin dianggap sebagai pertanyaan orang-orang yang tidak mengerti P4 dan UUD 1945 dan oleh karenanya manusia-manusia yang benaknya dilintasi pertanyaan tersebut harus diberi cuci otak ala Penataran P4. Berbahagialah anak-anak sekarang yang tidak perlu menghabiskan waktu tiga hari sampai satu minggu untuk ditatar oleh penatar-penatar yang Pancasilais itu.

Apakah itu utopi?

“an imaginary and indefinitely remote place of ideal perfection especially in laws, government, and social conditions; an ideal and perfect place or state, where everyone lives in harmony and everything is for the best; or a description of such a place” http://www.infinitefutures.com/resources/glossary.shtml

Dictionary.com mengartikan utopia dalam tiga hal:

  1. an imaginary island described in Sir Thomas More’s Utopia (1516) as enjoying perfection in law, politics, etc.
  2. (usually lowercase) an ideal place or state.
  3. (usually lowercase) any visionary system of political or social perfection.

Masih banyak lagi pengertian mengenai utopi/utopia yang bisa didapatkan dari internet. Utopia sendiri berasal dari Bahasa Yunani ou dan topos. Ou berarti tidak dan topos berarti tempat. Secara bodoh-bodohan kita bisa mengartikan utopi sebagai tempat yang tidak ada. Dimodifikasi sedikit biar klop dengan judul tulisan ini, utopi bisa kita artikan sesuatu yang tidak ada. Mengapa tidak ada? Karena dia itu merupakan ideal place or state dan selain itu, utopi hanya merupakan any visionary system of political or social perfection.

Jadi, Tujuan Negara RI hanya utopi?

Pinter! Tujuan negara Republik Indonesia hanyalah merupakan suatu cita-cita, atau dengan kata lain, itu hanya merupakan visi mengenai Indonesia yang sempurna dari para pendiri negeri ini. Karena hanya merupakan cita-cita dan sebuah visi mengenai Indonesia yang sempurna maka tujuan negara itu tidak akan pernah dapat diwujudkan oleh bangsa Indonesia. Sampeyan mau bukti? Mari kita babar satu per satu tujuan itu.

Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia

Kita masih ingat betapa Pemerintah Indonesia selalu tidak maksimal dalam melindungi para buruh migran kita. Lihat bagaimana usaha Pemerintah Philipina dulu dalam membela Madame Contemplation. Silakan bandingkan dengan usaha-usaha pemerintah kita dalam memberikan perlindungan terhadap buruh-buruh migran kita yang tersandung perkara di luar negeri. Ibaratnya, kalau di dalam negeri saja dikuyo-kuyo oleh aparat negara, mosok di luar negeri akan dilindungi. Lihat saja rakyat kecil yang selalu dikuyo-kuyo Polisi Pamong Praja. Di dalam negeri saja mereka dibegitukan. Pantas saja kalau di Malaysia dan Arab, babu-babu kita pada disiksa. Mungkin orang-orang Arab dan Malaysia pada suka nonton berita dari televisi kita di mana orang yang mencari makan selalu saja disemena-menakan oleh Polisi Pamong Praja.

Memajukan Kesejahteraan Umum

Gombal. Demi kesejahteraan Lapindo, seluruh desa Porong ditenggelamkan.

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

Halah… Gimana bangsa mau cerdas kalau gedung sekolah pada rubuh? Anggaran pendidikan yang diamanatkan konstitusi sebesar 20% selalu ditawar dan saat ini mau dimanipulasi dengan memasukkan gaji guru ke dalam anggaran pendidikan. Suatu hal yang harus ditolak. Biaya rutin pegawai pengajar akan dimasukkan dalam anggaran pendidikan. Sampai saat ini pun bangsa masih belum cerdas. Pemerintahnya pun belum cerdas karena masih mengijinkan ekspor babu ke luar negeri. Kalau bangsa ini cerdas, yang berangkat ke luar negeri bukan babu. Permintaan tenaga terdidik seperti perawat banyak tetapi kita tidak mampu menciptakan perawat yang bisa dikirim ke luar negeri. Kita hanya mampu ngirim babu. Halah!

Ikut Melaksanakan Perdamaian Abadi yang Berdasarkan bla-bla-bla

Yang terakhir nggak usah dibahas. Saat ini mungkin itu sudah terwujud karena kita sudah tidak menjajah Timor Leste.

Tujuan adalah sesuatu yang dirumuskan untuk dicapai. Tujuan harus masuk akal dan mampu untuk dicapai. Kalau kita menetapkan tujuan yang tidak mungkin dicapai, lebih baik tidak usah memiliki tujuan. Jalani saja sekenanya.

“Apakah tujuan negara itu tidak masuk akal?”

Sebenarnya masuk akal, sih.

“Apakah tujuan negara itu tidak mampu dicapai?”

Sebenarnya mampu untuk dicapai, sih.

“Lalu mengapa kok sepertinya tujuan negara itu sangat sulit untuk dicapai? Sudah 62 tahun kita merdeka kok sepertinya masih jauh sekali untuk bisa mewujudkan tujuan negara itu?”

Nggak tahulah. Mungkin karena tujuan negara itu dulu yang membuat adalah para pendiri negara sedangkan sekarang yang mengusahakan untuk mewujudkan tujuan itu bukan mereka para pendiri negara sehingga para pewujud tujuan negara saat ini tidak bisa bekerja dengan semangat dan jiwa para pendiri negara. Tanpa semangat dan jiwa para pendiri negara, sampai kiamat pun tujuan negara RI ini tidak akan pernah dicapai. Kalau sudah begitu, kita akan sampai pada pertanyaan: Buat apa kita mempertahankan negara? Nah loh…

About these ads
Posted in: Politik