Setelah meneruskan domain suaraku.com ke kombor.com lebih dari sebulan, Kang Kombor akhirnya memutuskan untuk menaikkan lagi blog itu. Kalau boleh jujur, Suaraku.Com dulu memiliki pengunjung lebih banyak dari kombor.com. Bahkan, kombor.com tidak mampu mengejar hit ke suaraku.com.
Yang mengisi suaraku.com dulu Kang Kombor dan Rudjay. Mungkin dikiranya hanya orang tertentu yang bisa menulis di suaraku.com. Padahal, lebih dari tiga bulan penawaran untuk mencari kontributor dipasang tetapi tidak ada yang daftar. Kali ini biarlah yang sempat menulis untuk menulis di sana. Kalau Kang Kombor juga yang nulis, bisa berabe… habis waktu nanti untuk ngritik terus.
Karena lahir kembali dalam keadaan fitri, nama dagang suaraku.com diganti menjadi [suaraku DOT com].
“Bagaimana cara menulis di [suaraku DOT com]?”
Kirim email ke moharifwidarto.suaraku@blogger.com maka tulisan akan langsung dipublikasikan. Moderasi akan dilakukan belakangan.
“Eh, kok sepertinya Blogger?”
Ya memang Blogger karena di Blogger menggunakan custom domain gratis, tidak seperti di wordpress.com. Cukuplah kombor.com yang bayar di WP.com. Hehehe…
Ada yang menarik. Ketika mau membuat blog baru di Blogger untuk [suaraku DOT com] Kang kombor mecoba memakai:
- suara.blogspot.com
- suaraku.blogspot.com
- suararakyat.blogspot.com
- suara-rakyat.blogspot.com
- suarakami.blogspot.com
- rakyatbicara.blogspot.com
Semuanya tidak tersedia alias sudah dipakai. Yang paling menarik adalah suarakami.blogspot.com. Silakan lihat kalau tidak percaya.
OK deh, silakan mulai kirim tulisan ke moharifwidarto.suaraku@blogger.com.
helgeduelbek
Maret 30, 2007
wah mau nulis apa yah… lihat-lihat dulu ah…
Kang Kombor
Maret 30, 2007
@Pak Guru:
Bebas, Pak. Uneg-uneg tentang pendidikan yang sudah ditulis di HelgeDuelbek juga nggak apa-apa.
antobilang
Maret 31, 2007
selamat ya kang. semoga bisa mencerahkan iklim di blogosphere..
Hedi
Maret 31, 2007
Selamat Kang, kadang mati suri sebuah kegiatan itu perlu, ngisi bensin lagi trus ngebut deh
madsyair
Maret 31, 2007
kalo saya masih blajar nulis. tata bahasa masih amburadul.
suara kritis tertampung dalam satu wadah, jadinya lebih menggigit.
Evy
Maret 31, 2007
lhaa suaraku rodo sumbang jee kang piyee?
ROCH AKSIADI
Maret 31, 2007
wah…wah….ternyata susah juga cari nama, tapi akhirnya mas dapat juga kan ? Selamat Sukses Mas!!!!!
Jauhari
Maret 31, 2007
cek ah, suaraku apa suaramu?
Kang Kombor
Maret 31, 2007
@Mas Anto:
Maturnuwun.
@Kang Hedi:
Mudah-mudahan setelah mati suri jadi lebih rajin ibadah ya, Kang.
@Mad Syair:
Lebih banyak sarana publikasi, kemungkinan dibaca lebih banyak, Mad.
@Bu Dokter:
Sebelum dengar sendiri belum percaya, Bu.
@Kang Roch:
Akhirnya pakai suara-akar-rumput.blogspot.com. BTW, linknya belum hidup tuh. Hidupin dong, Kang.
@Kang Udin:
Hayoo… suara siapa?
zaki
April 2, 2007
Mau ngakses, hrs pake
wwwya Kang?Kalau hanya
suaraku.commalah nyasar..Semoga Jurnalisme Orang Biasa makin nyaring bersuara… dan terdengar…