Seleksi Calon Siswa Taruna Nusantara: Tes Kesehatan, Casis Laki-laki Diperiksa Petugas Perempuan dan Sebaliknya?

Posted on Februari 20, 2007 oleh

33


Komentar Zaki di sini cukup menggelitik Kang Kombor. Kutipannya di bawah ini:

Wah, rame nian ya bahasan SMA TN ni.

Eniwei, bener gak sih, denger-denger, dalam salah satu tahapan seleksi, semua calon siswa (L) diwajibkan ikut tes kesehatan di mana petugas pemeriksanya adalah P. Secara berkelompok calon siswa (L) dipanggil ke dalam ruangan dan diminta utk menanggalkan pakaiannya tanpa kecuali, untuk kemudian dilakukan pemeriksaan oleh petugas (P).Apakah itu juga berlaku sebaliknya…?

Tp mungkin, klo benul, itu sdh jd SOP-nya ya?

Apakah benar begitu?

Secara Kang Kombor dulu ikut tes seleksi SMATN, Kang Kombor berani mengatakan desas-desus itu tidak benar. Tapi wallahu alam apabila angin berubah ya.

Kang Kombor dulu melakukan seleksi di Panda XI Yogyakarta pada tahun 1990. Waktu itu Panda XI dipegang oleh Pangkalan Udara Adisutjipto tetapi saat ini pindah ke Korem Jogja. Seleksi di Lanud Adisutjipto meliputi:

  1. Tes Samapta
  2. Tes Akademik
  3. Tes Kesehatan
  4. Tes Psikologi

Di dalam tes-tes itu ada sub tes postur tubuh. Tidak tahu ikut ke Tes Samapta atau Tes Kesehatan. Inti dari tes postur tubuh adalah melihat bentuk tubuh calon siswa bagus atau tidak. Bahu miring atau tidak. Kaki “O” atau “X” masih masuk toleransi atau tidak. Ada wasir/ambeien atau tidak. Ada perikokel (nggak tahu nulisnya gimana), seperti varises tapi tempatnya di testis (entah benar begitu atau tidak). Ada varises atau tidak. Dan lain-lain. Ingat ya, SMA TN Angkatan I isinya siswa semua, tidak ada siswi.

Apakah pada tes itu telanjang bulat?

Seingat Kang Kombor, perintah pertama dibuka semua kecuali celana dalam. Selanjutnya untuk tes yang prikokel dan wasir itu kami semua diminta menanggalkan celana dalam dan antri satu-satu untuk dipenyeti testisnya dan diminta nungging untuk diintip ada wasirnya atau tidak. Maaf ya, ditulis apa adanya secara gamblang.

Apakah yang memeriksa perempuan?

Terus terang Kang Kombor mengharapkan begitu. Eh, tidak tahunya dulu yang memeriksa laki-laki. Tapi ada kecelakaan dikit, hehehe… Waktu masih pakai celana dalam ada WARA yang lewat. Namanya juga tes di Lanud, tentu banyak WARA di sana. WARA ya, bukan WARIA! Nanti pada salah persepsi.

Simpulannya apa?

Nggak bener kalau pada tes kesehatan calon siswa diminta menanggalkan pakaian sampai telanjang bulat lalu calon siswa laki-laki diperiksa petugas perempuan dan sebaliknya. Saya nyatakan isu itu sebagai isapan jempol tidak benar sampai ada yang menyatakannya benar.

About these ads
Posted in: SMA TN