Moh Arif Widarto

Seleksi Calon Siswa Taruna Nusantara: Tes Kesehatan, Casis Laki-laki Diperiksa Petugas Perempuan dan Sebaliknya?

with 30 comments

Komentar Zaki di sini cukup menggelitik Kang Kombor. Kutipannya di bawah ini:

Wah, rame nian ya bahasan SMA TN ni.

Eniwei, bener gak sih, denger-denger, dalam salah satu tahapan seleksi, semua calon siswa (L) diwajibkan ikut tes kesehatan di mana petugas pemeriksanya adalah P. Secara berkelompok calon siswa (L) dipanggil ke dalam ruangan dan diminta utk menanggalkan pakaiannya tanpa kecuali, untuk kemudian dilakukan pemeriksaan oleh petugas (P).Apakah itu juga berlaku sebaliknya…?

Tp mungkin, klo benul, itu sdh jd SOP-nya ya?

Apakah benar begitu?

Secara Kang Kombor dulu ikut tes seleksi SMATN, Kang Kombor berani mengatakan desas-desus itu tidak benar. Tapi wallahu alam apabila angin berubah ya.

Kang Kombor dulu melakukan seleksi di Panda XI Yogyakarta pada tahun 1990. Waktu itu Panda XI dipegang oleh Pangkalan Udara Adisutjipto tetapi saat ini pindah ke Korem Jogja. Seleksi di Lanud Adisutjipto meliputi:

  1. Tes Samapta
  2. Tes Akademik
  3. Tes Kesehatan
  4. Tes Psikologi

Di dalam tes-tes itu ada sub tes postur tubuh. Tidak tahu ikut ke Tes Samapta atau Tes Kesehatan. Inti dari tes postur tubuh adalah melihat bentuk tubuh calon siswa bagus atau tidak. Bahu miring atau tidak. Kaki “O” atau “X” masih masuk toleransi atau tidak. Ada wasir/ambeien atau tidak. Ada perikokel (nggak tahu nulisnya gimana), seperti varises tapi tempatnya di testis (entah benar begitu atau tidak). Ada varises atau tidak. Dan lain-lain. Ingat ya, SMA TN Angkatan I isinya siswa semua, tidak ada siswi.

Apakah pada tes itu telanjang bulat?

Seingat Kang Kombor, perintah pertama dibuka semua kecuali celana dalam. Selanjutnya untuk tes yang prikokel dan wasir itu kami semua diminta menanggalkan celana dalam dan antri satu-satu untuk dipenyeti testisnya dan diminta nungging untuk diintip ada wasirnya atau tidak. Maaf ya, ditulis apa adanya secara gamblang.

Apakah yang memeriksa perempuan?

Terus terang Kang Kombor mengharapkan begitu. Eh, tidak tahunya dulu yang memeriksa laki-laki. Tapi ada kecelakaan dikit, hehehe… Waktu masih pakai celana dalam ada WARA yang lewat. Namanya juga tes di Lanud, tentu banyak WARA di sana. WARA ya, bukan WARIA! Nanti pada salah persepsi.

Simpulannya apa?

Nggak bener kalau pada tes kesehatan calon siswa diminta menanggalkan pakaian sampai telanjang bulat lalu calon siswa laki-laki diperiksa petugas perempuan dan sebaliknya. Saya nyatakan isu itu sebagai isapan jempol tidak benar sampai ada yang menyatakannya benar.

Written by Kombor

Februari 20, 2007 pada 3:41 am

Ditulis dalam SMA TN

30 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. *Kl diperiksa cewe… kl gak salah ada yang anggota tim yang cewe cuma dia gak ikut pagang-pegang. Cuma jadi tukang tulis. Lupa-lupa inget dah lama seh… Lagian masih bocah.. bodo amat ah :P

    * Kl telanjang emamng ada saatnya untuk telanjang, pas periksa verikokel ama wasir. yah masa periksa wasir pake celana dalam. yo ra iso to…

    Wis to.. yen niat yo dilakoni, yen ora yo ora opo2. Sik akeh sekolah liyane. Gampang to ;)

    hardkore

    Februari 19, 2007 at 9:08 pm

  2. Walah piye perasaanne yo kang kalau yang megang testis perempuan. Kayaknya gak mungkin yah, nemen tenan yen bener.

    Helgeduelbek

    Februari 20, 2007 at 1:59 am

  3. @hardkore:
    Pengalaman orang mungkin beda-beda.

    @Pak Guru:
    Kalau waktu tes mau masuk AKABRI dulu iya, yang menyet-menyet testis dokter perempuan tapi sudah tuek tur elek. Jan nggilani tenan. Coba jik enom tur ayu.

    Kang Kombor

    Februari 20, 2007 at 9:08 am

  4. Wah gimana ya kok kayak gitu, masak yang perikasa perempuan.

    Dalam Al Qur’an di katakan, kurang lebih bahwa jangan asal sembarangan memperlihatkan kemaluan kita kepada orang yang bukan isteri atau suami kita. Jadi intinya kita akan bedosa kalau memperlihatkan kemaluan kita kepada orang yang bukan suami atau isteri kita.

    Maaf kalau salah

    prayogo

    Februari 20, 2007 at 9:14 am

  5. Kang Kombor, sampean itu mirip banget (mukanya) dengan temen saya yang namanya Abdul Rozak, orang medan. Apakah itu saudara kembar Kang Kombor?

    he he he he

    prayogo

    Februari 20, 2007 at 9:16 am

  6. waiihhh…kalo calon siswa diperiksa perempuan, weleh weleh…blaik tenan. apa gak takut terjadi hil-hil ( halaaah)..hehehe…

    venus

    Februari 20, 2007 at 10:34 am

  7. wuih… jan nggilani tenan… :D

    Khaidar

    Februari 20, 2007 at 11:08 am

  8. @Kang Prayogo:
    Sebenarnya memang dosa. Tapi kan mau masuk SMATN, so dosanya dikesampingkan aja dulu. Hahaha…

    Abdul Rozak? Oh iya, dia saudara kembar saya lain bapak dan lain ibu. Kami sudah kepisah 32 tahun, Kang.

    @Mbak Venus:
    Itu kan kalau…

    @Khaidar:
    Khaidar diperiksa laki apa perempuan?

    Kang Kombor

    Februari 20, 2007 at 12:02 pm

  9. hehehe…….
    nyang periksa cowok ya? terus ntar masuk asrama temen sekamar juga cowok? yg ngajar cowok lagi?…

    wah pantesan temen gw lepasan Tarnus bilang…50% lulusan Tarnus itu HOMO…sedang 50%nya lagi adalah pasangannya…hehehehhe

    just kidding mate…

    rusle

    Februari 20, 2007 at 3:20 pm

  10. hehehe kang klo boleh milih di periksa cowo apa cewe…huayooo…? Klo dokter sih sbnrnya ada aturan mainnya, klo pun memeriksa ada pendamping..emang mau diapain, udah makanan sehari2? Tapi ada temenku pas masukin kateter salah cara megangnya malah ga masuk2 jadinya…si pasien lama2…ya gitu deh… kita terpaksa mesem2 lihatnya…:-)

    senyumsehat

    Februari 20, 2007 at 3:42 pm

  11. @Daeng Noer:
    50% homo… bisa aja. 100% tuh homo-nya. Homo Sapiens

    #Bu Dokter Evy:
    Hihihi… milih meriksa cewek karena saya bukan dokter dan tidak terikat kode etik. :p

    Kang Kombor

    Februari 20, 2007 at 9:02 pm

  12. Hahaha, dipenyeti testisnya
    Apa gak linu tho Kang ? Bisa senep sampai ulu hati :D

    cakmoki

    Februari 21, 2007 at 9:01 am

  13. wah pas dipereksa bisa ngaceng tuh kang… :D

    Biho

    Februari 21, 2007 at 11:00 am

  14. Tapi, denger-denger juga, ah udah ah…
    Kasus telah “ditutup”. :-)

    zaki

    Februari 21, 2007 at 3:58 pm

  15. iya tu bang.. pas angkatan saya tes pantukhir semua casis asal sumatera dikumpulin d ruangan kaya aula..
    trus, suster2 senyum2 aja ngliatin kami.. huhuhuhu….
    susternya cuma bawa catatan se,.. yang megang2 dokter(cowo)..

    klo pas d panda, si masuknya 5-5- orang.. ruangan tertutup gitu..

    defindal

    Februari 21, 2007 at 4:40 pm

  16. @Cak Dokter:
    Le menyet alon-alon, Cak.

    @Biho:
    Halah…

    @Bos Zaki:
    Kang Kombor nggak denger

    @Defindal:
    Nggak diterangin yang di Panda yang menyeti perempuan apa laki.

    Kang Kombor

    Februari 21, 2007 at 6:53 pm

  17. :-) jadi ingat dulu waktu tes kesehatan di Lanud Manuhua Biak

    Yang periksa (varicocel & ambeien) itu dokter cowok, dokter AU dengan pangkat Kapten. Kami ada 8 orang yang masuk dan disuruh berbaris. Tapi sialnya, dokter ini ditemani seorang perawat yang “kebetulan” perempuan.

    Dokter itu masuk (sama perawat) dan sedang periksa administrasi. Waktu dia berpaling ke kami-kami ini, ada satu orang temanku yang tiba-tiba saja “ngaceng” alias tegak berdiri. Dokter itu dgn senyum bilang “itu lagi ngapain ?” sambil nunjuk punya temanku.

    jadi nostalgi(l)a… :-)

    fertobhades

    Februari 21, 2007 at 9:09 pm

  18. hah seremnya cara pemeriksaannya, gak berperikemanusiaan deh gitu itu. tar tak tanya temenku deh yang Tarnus (kayaknya angkatan I juga), apa dia juga digituin hihihi….

    mina

    Februari 22, 2007 at 10:00 am

  19. kalau ngaceng mah normal kale??

    roffi

    Februari 23, 2007 at 1:17 am

  20. bener ada yang meriksa cewek, tapi dia gak pegang2 cuma nulis dan liat2, yang megang dan nyenterin kalo2 ada wasir cowok!!!

    joni

    Februari 28, 2007 at 1:49 am

  21. Diperiksa telanjang bulat oleh cewe? mau dong, apalagi kalau cewenya cakep

    fourtynine

    Maret 1, 2007 at 8:05 pm

  22. wah enak dunk klo diperiksa ma cewe nanti kita sambil pegang2an paling enak lagi kalo yang meriksa ceweknya sambil telanjang bulat

    Q-MUY

    Maret 8, 2007 at 9:35 am

  23. Q dah test ksehatan,,,
    Telanjang???
    demi kepentingan test… hehee

    NanDra_CaSis 2007

    Maret 10, 2007 at 2:07 pm

  24. @Fertob:
    Yang ngaceng temen apa Sampeyan? hahaha…

    @Mina:
    Gak berperikemanusiaan gimana? Maksudnya karena dipenyet-penyet itu?

    @Roffi:
    Ngaceng memang normal, nggak ngaceng itu yang bisa ngabisin duit banyak dan bikin prustasi.

    @49:
    Halah… pikiran mesum itu…

    @Q-MUY:
    Ini juga nggak kalah mesum.

    @NanDra:
    Hayo… mempertarhkan tubh mulus dan aurat dilihat demi seleksi masuk SMA TN ya? Kang Kombor dulu sih karena nggak tahu. Kalau tahu sebelumnya… hihihi… demi orang tua akan Kang Kombor lakoni juga.

    Kang Kombor

    Maret 10, 2007 at 11:31 pm

  25. huh

    arie_12

    Maret 21, 2007 at 2:28 pm

  26. hallah

    arie_12

    Maret 21, 2007 at 2:31 pm

  27. kjfadfhlakshfklalskdnf,asnvm,nasjkldfkjaklsjdflmask.fjkljekfrmkasmfk.a gak jelas

    arie_12

    Maret 21, 2007 at 2:37 pm

  28. Halah kang…
    Jarene pak Harto gak mlebu SMATN gak pateken.
    Anakku ben mlebu pesantren waelah, timbang di penyet2. Takut ketagihan, pelampiasan mau kmn??? :p

    Dewi

    Maret 21, 2007 at 3:26 pm

  29. apakah sebenarnya perikokel itu???????????????

    bibehpasie

    Juli 15, 2009 at 1:35 am

  30. Entah bagaimana menjelaskannya. Cara gampangnya, seperti varises, adanya di dalam kantung buah zakar.

    Kombor

    Agustus 10, 2009 at 11:35 am


Tinggalkan Balasan