Editorial: Demo demi Uang Rapel
SEKITAR 1.000 anggota DPRD seluruh Indonesia hadir di Jakarta. Mereka menggelar rapimnas di sebuah hotel bintang lima. Tujuannya bulat: menolak revisi PP 37/2006. [Editorial Media Indonesia 13 Feb 2007]
Media Indonesia memandang demontrasi sekitar 1000 orang anggota DPRD yang menolak revisi PP-37/2006 dan mengembalikan uang rapelan yang diterima sebagai sebuah peristiwa penting yang harus diperhatikan oleh selurh komponen bangsa. Sikap Media Indonesia sendiri terhadap PP-37/2006 sangat jelas yaitu meminta seluruh pasal dalam PP-37/2006 itu dihapus atau dengan kata lain PP-37/2006 itu harus dicabut, bukan direvisi. Terhadap aksi gerombolan 1000 orang anggota DPRD yang berdemo menolak revisi PP-37/2006 itu Media Indonesia berpendapat:
- Aksi itu merupakan pengingkaran terhadap kepatutan. Tidak patut karena mereka memperjuangkan kantong dan perutnya sendiri.
- Mempertanyakan kepada partai-partai apakah berani memecat anggotanya yang terlibat demo PP-37/2006
Butir kedua sejalan dengan sikap yang telah Kang Kombor tulis di 1000 anggota DPRD menolak revisi PP-37/2006. Memang mereka tidak bermoral, hanya memperjuangkan kantong dan perutnya sendiri dan pantas untuk direcall dari DPRD dan dipecat dari partai. Kita tidak memerlukan wakil rakyat yang memiliki mentalitas dan moralitas yang tidak baik serta memiliki cara berpikir yang bertentangan dengan arus pikir yang berkembang di kalangan masyarakat.
helgeduelbek
Februari 13, 2007
Kasihan bener negeri ini yang sudah terlanjur memiliki banyak orang (1000 saja) yang tidak bisa legowo untuk mengembalikan demi nuarninya, tapi mengatas namakan sah tidak sah saja. Apa tidak takut siksa yg lebih pedih dan jeritan hati orang terlantar.
kangguru
Februari 13, 2007
Halah Guru menangis dech lihat anak didiknya ngak punya nurani
Dee
Februari 13, 2007
Halah, DPR (tapi gak semua lho) itu emang WTS kok, alias waton suloyo. Dulu waktu PP 37 diprotes sama rakyat, mereka bilang “kami nggak bisa apa-apa, lha wong ini kebijakan pemerintah pusat, kami cuma bisa melaksanakannya”. Giliran mereka harus ngembalikan rapelan, kok kata-kata itu nggak muncul lagi ya? Yang ada malah rame-rame nggruduk ke Jakarta.
Kang Kombor
Februari 13, 2007
@Pak Guru:
Kalau siksa itu kan belum nyata. Kalau duit rapelan yang sudah diterima kan nyoto kasat moto cetho welo-welo iso didumuk-diroso.
@Kang Guru:
Saya yang rakyat jelata saja menangis, palagi njenengan yang guru.
@Kang Dee:
Mereka lupa kalau pernah mengatakan itu soale antisipasi mereka adalah duit rapelan yang sudah telanjur diberikan tidak akan diminta dikembalikan lagi. Hehehe… antisipasi yang keliru.
manusiasuper
Februari 13, 2007
Senyum pak.. Senyum saja lah..
Menangis tokh ga bikin mereka sadar…
diditjogja
Februari 13, 2007
saya tadi pagi baca Kedaulatan Rakyat
begini headlinenya:
“harga beras naik tajam di Jateng”
dan bawahnya tuh berita, ada foto n liputan demo DPR tolol”
“Aliansi DPRD kota, kabupaten, dan propinsi tolak revisi PP 37/2006!”
guoblok!!
negeri kita sudah bubrah om!!
edyan kabeh!!
Kang Kombor
Februari 13, 2007
@manusiasuper:
Senyum getir lebih pahit daripada tangisan pilu, Kang.
@Kang diditjogja:
Bubrahnya sudah lama, Kang. Masih untung rakyat di negara bernama Indonesia ini masih pada sabar.