Archive for Januari 2007
Buka kompas.co.id dan detik.com tanpa frame iklan
——-$$$——-
Perhatian!
Ini hanya buat yang sebal dengan bingkai iklan di detik.com dan kompas.co.id. Yang tidak sebal tidak perlu membaca atau mengamalkan.
——-$$$——- Baca entri selengkapnya »
Kalau sudah menjadi rutinitas Flu Burung tidak perlu lagi diprioritaskan untuk diberantas
Kali ini Flu Burung kembali naik daun dan mengakibatkan paniknya para punggawaning negeri. Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso mengeluarkan peraturan yang melarang unggas dipelihara di kawasan pemukiman dan unggas hobi, unggas untuk keperluan pendidikan, dll. wajib disertifikasi. Langkah Gubernr DKI itu diikuti oleh gubernur dari wilayah lain. Sepengetahuan Kang Kombor, Gubernur Banten dan Gubernur Jawa Timur sudah mengeluarkan peraturan serupa. Jawa Barat yang bersama DKI Jakarta dan Banten merupakan pemasok terbesar kasus Flu Burung belum Kang Kombor ketahui apakah gubernurnya sudah mengeluarkan peraturan senada. Yang juga harus segera mengikuti sepertinya Sri Sultan HBX karena DIY sepertinya akan menjadi pemasok kasus flu burung baru menyusul kasus di Bantul dan Sleman.
Sampai detik ini kita ini kok hanya bisa reaktif menghadapi sesuatu. Harus ada pancingan atau kecaman dulu untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan. Setelah langkah diambil, yang terkesan bukan sebuah keputusan yang terpikirkan dengan matang melainkan cermin kepanikan. Contohnya, ya dalam hal larangan memelihara unggas di kawasan pemukiman itu. Kita tidak mau belajar dari bangsa lain mengenai cara mereka menangani flu burung. Vietnam contohnya. Sepertinya mereka memiliki rencana pemberantasan flu burung yang lebih terarah dan terukur daripada Indonesia. Bukti bicara bahwa kasus flu burung di sana tidak sehebat di tanah air perkembangannya. Padahal, kalau mau dibandingkan, kondisi geografis Vietnam lebih kondusif bagi virus flu burung untuk segera tersebar karena mereka satu daratan. Beda dengan Indonesia yang daratannya dipisahkan dihubungkan oleh lautan. Dari hasilnya, kelihatan juga kalau pemerintah mereka lebih maju dari pemerintah kita dalam hal bekerja sama. Tengok saja di negeri kita ini, Departemen Kesehatan bergerak sendiri. Departemen Pertanian juga bergerak sendiri. Pemberantasan flu burung itu terkesan separo-separo dan malas-malasan dilakukan karena tidak ada manajemen yang terpadu. Mungkin Pak SBY pusing dengan Kapal Senopati Nusantara dan pesawat Adam Air yang belum ketemu. Halah!!! Kedua peristiwa itu kan peristiwa baru. Sedangkan, soal flu burung ini sudah sejak lama ada kasusnya.
Baca entri selengkapnya »
Di RSUD Sleman, sakit typhus bisa ketambahan malaria
Ini bukan cerita mengada-ada. Setelah bercerita tentang hipertensi mbalik jadi hipotensi, Kang Kombor tergelitik untuk bercerita mengenai ponakan Kang Kombor yang dirawat di RSUD Sleman pada tahun 2003 yang lalu.
Tahun 2003 itu Kang Kombor masih jadi kere di Sleman. Kere karena kwartal ketiga tahun 2002 Kang Kombor minta pesangon dari perusahaan lalu duit pesangon dibawa ke Sleman dan dibikin gubuk. Sambil nungguin gubuk jadi, Kang Kombor menikmati kehidupan menganggur. Ini mungkin konyol bagi yang lain tetapi jujur-jur, Kang Kombor sengaja ingin menganggur waktu itu. Halah… mau cerita ponakan yang dirawat di RSUD Sleman kok malah cerita diri sendiri. Piye to???
Di Sekolah Kehidupan, Kudapat Pendidikan Yang Lebih Baik
Tempo hari Kang Kombor menulis Di SMATaruna Nusantara Kudapat Pendidikan Terbaik tetapi percayalah, di Sekolah Kehidupan, Kang Kombor mendapat pendidikan yang lebih baik.
Sekolah Kehidupan sangat luas. Pendidikan formal kita hanyalah sebuah bagian dari Sekolah Kehidupan. Bisa jadi, di sekolah formal kita hanya dapat pelajaran sebatas mata pelajaran dan ditambah ekstra kurikuler yang ditawarkan. Di Sekolah Kehidupan ini, kita dapat mempelajari segala hal yang sangat berguna untuk bisa hidup. Sekolah formal dapat membuat ranking berdasarkan nilai akademik yang diterima setiap siswa. Akan tetapi, dalam kehidupan nyata rangking akademik kadang-kadang tidak berguna sama sekali. Daftar nilai akademik di rapor, NEM, IPK atau Ijazah mungkin berguna pada saat kita akan mendaftarkan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi atau mencari pekerjaan ketika pengalaman kerja belum ada. Bayangkan sebah situasi di mana kita harus mengambil keputusan yang sangat sulit sedangkan kita tidak pernah mendapatkan Teori Pengambilan Keputusan. Apakah kita harus mencari sekolah yang mengajarkan TPK baru mengambil keputusan? Bisa-bisa keputusan kita keburu basi dan tidak berguna.
Baca entri selengkapnya »
Bangsa Indonesia Tidak Bakalan Bisa Maju
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air, Kang Kombor akan mengajak Sampeyan untuk berhenti bermimpi bahwa bangsa kita ini bisa maju. Nggak! Bangsa kita nggak bisa maju karena kita:
- Tidak punya keinginan untuk maju. Kita selalu terbuai dengan sejarah dan masa lalu. Konon kita pernah jaya dengan Sriwijaya atau Majapahit. Itu kita bangga-banggakan terus tanpa mau menyadari bahwa saat ini kita sedang terpuruk dan harus melupakan masa lalu yang nyata-nyata tidak menyisakan apa-apa kepada kita. Sisa-sisa kejayaan itu apakah bisa kita nikmati sekarang.
- Tidak mau berubah untuk maju. Sebagian dari kita masih percaya bahwa UUD 1945 adalah konstitusi yang paling baik dan paling pas. Padahal, selama ini toh UUD 1945 itu dikangkangi baik oleh pembuatnya maupun kita-kita yang tidak membuat tetapi berikrar melaksanakan secara murni dan konsekuen. Hla wong nggak bikin kok merasa sok pinter mau melaksanakan secara murni dan konsekuen. Dari mana bisa tahu pada saat melaksanakan sudah murni dan konsekuen atau tidak. Atau, jangan-jangan murni dan konsekuen kalau UUD 1945 itu bisa dikangkangi? Nggak ada negara di dunia ini yang konstitusinya nggak pernah diubah sesuai perkembangan zaman. Mosok kita yakin orang-orang yang hidup tahun 1945 tahu kebutuhan kita di tahun 2007 ini? Apa mereka itu cenayang atau peramal?
- Tidak punya budaya bangsa maju. Contoh kecil saja, budaya antri dan bdaya tertib. Bangsa kita ini adalah bangsa yang paling tidak bisa antri. Lihat di loket-loket. Lihat di jalanan. Lihat orang mau naik kereta. Nggak ada yang bisa antri. Mulai dari rakyat jelata sampai pejabat terhormat nggak bisa antri. Kalaupun rakyat jelata sudah antri, pejabat terhormat akan pake sortkat (“short cut”) dengan direwangi petugas penjilat.
- Tidak berani maju. Kita lebih suka membeli mobil dari negara-negara lain daripada bikin pabrik mobil sendiri. Korea yang merdeka belakangan saat ini sudah bisa mengekspor mobil tetapi kita masih bangga dengan mengekspor babu. Bikin jarum jahit atau peniti saja kita (mungkin) nggak bisa, mosok mau bikin mobil. Punya banyak tambang mineral dan logam tapi kita berikan asing untuk menambang dan membiarkannya mengambil sesuka hati.
- Tidak mendukung inisiatif untuk maju. Kita punya PT INKA yang kita bikin sendiri yang bisa bikin lokomotif dan gerbong tetapi kita lebih suka beli loko bekas dan gerbong bekas yang bisa diambil gratis karena di negara asalnya sudah nggak dipake. Kita punya pabrik kapal tapi lebih suka beli kapal bekas.
Itu baru sedikit alasan. Kalau mau ditambahin, masih banyak lagi.
Oleh karena itu, Kang Kombor sarankan berhentilah bermimpi untuk maju atau menuntut pemerintah untuk membangun. Mari kita berpuas-puas saja dengan keadaan yang seperti sekarang.
Di SMA Taruna Nusantara Kudapat Pendidikan Terbaik
Kang Kombor adalah salah satu dari 281 lulusan SMP pada tahun 1990 yang beruntung dapat lulus seleksi penerimaan siswa Angkatan I TA 1990/1991 SMA Taruna Nusantara Magelang. Bisa dikatakan, saat itu ribuan orang mendaftar. Kang Kombor berasal dari Panda XI Yogyakarta yang pada tahun 1990 itu mengirimkan 12 orang Calon Siswa ke SMA Taruna Nusantara dan alhamdulillah seluruhnya diterima menjadi siswa SMA Taruna Nusantara.
Jujur saja, pada saat kelas III SMP Kang Kombor sama sekali tidak tertarik ketika di kelas diumumkan adanya pendaftaran SMA Taruna Nusantara Magelang. Kang Kombor sambil lalu mendengarkan pengumuman itu di kelas pada waktu itu. Akan tetapi, Bapak yang mendengar adanya pengumuman itu meminta Kang Kombor untuk mendaftar. Jadilah Kang Kombor mendaftar. Pada tahun 1990 itu, syarat-syarat untuk mendaftar sebagai siswa SMA Taruna Nusantara Magelang di antaranya:
- Rangking 1 – 10 di kelas selama Semester 1 s.d. 5
- Tinggi badan tidak kurang dari 155 cm
- Sehat, dibuktikan dengan Surat Keterangan Dokter
- Memiliki Kelakuan Baik, dibuktikan dengan SKKB dari Kepolisian
- Melengkapi syarat-syarat administrasi dan berkas pendaftaran yang dapat diambil di Kodim setempat
Kang Kombor muter-muter untuk ngurus SKKB dan Surat Keterangan Dokter.
Baca entri selengkapnya »
Panduan Seting Domain Sendiri untuk blog di WordPress.com
Kang Kombor punya utang sama Pak Guru HelgeDuelBek tentang petunjuk memakai domain sendiri untuk blog kita di WordPress.com. Blog Kang Kombor ini adalah dulu adalah blog dari WP.com yang memakai domain sendiri, bukan seperti Suaraku.com yang merupakan blog di Blogger yang juga hosting di blogspot.
Yang perlu diperhatikan sebelum memberi blog Anda domain sendiri:
- Blog yang memakai domain sendiri belum tentu menjadi lebih rame daripada blog yang memakai subdomain dari WP. Coba cek saja Dongeng Geologi Pak Dhe Rovicky yang super duper rame walopun nggak pake domain sendiri.
- Blog yang memakai domain sendiri tidak otomatis menjadi blog celeb. Jadi, untuk Anda yang ingin blognya jadi blog celeb, beli domain bukan jawabannya.
- Setiap tahun Anda harus membarui langganan domain Anda. Kalau tahun kedua dst domain tidak diperbarui, blog sampeyan akan kembali memakai subdomainWP.com
- Jer basuki mawa bea alias no free lunch. Beli domain-nya bayar…
Daripada panjang lebar, silakan unduh saja petunjuk sederhananya: beri-domain-sendiri-untuk-blog-di-wp-dot-com.pdf
Petunjuk Nyeting wBloggar untuk blog di WP.com
Bung Sri Nanang Setiyono dalam komentarnya di Perbandingan Blog Manager menyatakan kebelumberhasilannya dalam menyetting wBloggar untuk blognya di WP.com. Oleh karenanya Kang Kombor iseng membuat petunjuk sederhana untuk nyetting wBloggar itu. Kang Kombor bikin sebagai file PDF. Eh, itu butuh Adobe Acrobat Reader 6 ya! Yang masih pake Acrobat Reader 5 supaya upgrade ke Acrobat Reader 6. Sekarang Adobe Acrobat Professional malah sudah sampai versi 8.
Silakan unduh filenya pada taut berikut ini: Setting wBloggar untuk blog di WordPress.com . Semoga bermanfaat.
Hipertensi mbalik jadi hipotensi?
Duh, gitu kata Fertob yang hipotensinya kumat sehingga badannya nggak enak terus. Kang Kombor kok lain lagi. Zaman kuliah dulu Kang Kombor sering tepar nggak masuk kelas berhari-hari, yang paling lama 2 minggu karena bludrek sedang kumat. Bahu dan leher sering kaku-kaku, belakang pala rasanya pingin ditebas pakai golok Si Jampang agar semua ketegangan itu musnah sirna. Kalau bludrek sedang kumat, Kang Kombor sering mencari meja atau benda-benda keras bersudut untuk njedhug-njedhuge cengel (tengkuk) ke benda keras bersudut itu agar ketegangan berkurang. Mau nebas pakai golok beneran masih ingat kalau waktu itu Kang Kombor belum kawin dan belum terbukti sebagai pejantan tangguh. Sayang kan… Baca entri selengkapnya »
Info Penerimaan Siswa SMA Taruna Nusantara TP 2007/2008
Ada beberapa orang yang menanyakan informasi penerimaan (pendaftaran) siswa baru kelas X SMATN dan persyaratan-persyaratannya. Kebetulan Kang Kombor sudah mendapatkan informasi tersebut, silakan dirahabi